War In Solitude

War In Solitude
Chapter 31. Rakyat Yang Sombong


__ADS_3

Pertandingan ke 2 akan segera di mulai, Boruk sudah memasuki medan latihan dengan membawa senjata andalan nya, Senjata Boruk seperti kapak yang di lapisi aura hitam milik nya


"Aku tidak seperti Rose, Sebisa mungkin akan ku akhiri ini Dengan cepat" Ucap Boruk pada Duplikat


"Kemari lah dewa kecil"


Pertandingan ke 2 pun di mulai oleh Catalika


"Kau siap Boruk?"


"Siap dewi" Jawab Boruk


Dengan gerakan yang sangat cepat Boruk berhasil mendorong mundur Duplikat, Belum ada skill yang di gunakan pada awal pertandingan, Boruk tidak peduli dia terus menyerang dengan membabi buta


"Tadi kau bilang apa? Kecil?, Kau tidak lihat diri mu sama seperti ku cebol"


Boruk membalas perkataan yang tadi di lontarkan oleh duplikat pada diri nya


Adu senjata 2 kapak sangat lah epic untuk di tonton oleh rakyat karna senjata ini seperti sangat langkah untuk di gunakan oleh dewa maupun dewi, Sesekali petir menyambar arena yang sedang berlangsung karna hantaman dari 2 kapak tersebut


Boruk terus menerus mendekati duplikat dan terlihat duplikat itu lama kelamaan mulai kehabisan tenaga tapi Boruk masih sama seperti awal di mulai nya pertandingan dia tidak kelihatan lelah sedikit pun, Ketika waktu tinggal 2 menit lagi Boruk mengakhiri pertandingan itu dengan mudah nya Boruk mengeluarkan skill gerbang dimensi dan duplikat tersebut di tendang masuk ke dimensi yang Boruk buat


Dewa Eternal sangat takjub dengan pencapaian keluarga Xera yang sekarang ini, Argus pun tidak percaya Boruk yang dulu arogan ketika memegang senjata sekarang sudah santai dan memakai akal nya untuk bertarung


"Dia sudah tidak seperti dulu lagi"


"Kau benar dewa, Boruk sudah bisa bertarung dengan santai dan memakai akal, Ketika dulu Boruk dan Lucas menghancurkan 1 kastil mereka berdua bertarung hanya menggunakan amarah"


"Kau benar Argus dengan cara yang sudah mulai dewasa untuk bertarung akan kah kita mudah mencapai tujuan kita"


"Kita akan berusaha untuk mencapai itu dewa" Jawab Argus

__ADS_1


Setelah pertandingan keluarga dewa Xera selesai dan sekarang giliran keluarga dewa Argus untuk memulai pertandingan, Para penonton sangat tidak sabar ingin melihat sehebat apa dewa Aoki yang sekarang apakah menurun akibat tidur kepanjangan atau meningkat setelah bangun dari tidur nya


"Pertandingan ke 3 ini adalah dewa Justin melawan duplikat nya" Ucap Catalika


Penonton kecewa kenapa tidak dewa Aoki dulu yang maju untuk pertandingan ke 3 ini, Memang semua ini adalah rencana Catalika supaya Aoki di taruh ke pertandingan 6


Pertandingan ke 3 pun di mulai Justin vs duplikat milik nya


Langsung saja tidak banyak Basa-basi Justin langsung mengeluarkan skill yang membuat medan latihan berkabut dan tidak bisa melihat dimana Justin dan duplikat itu berada, Skill ini adalah Hell fog


Ketika kabut sudah mulai menutup semua medan latihan Justin mengeluarkan 2 skill langsung yaitu Hell creature dan Jufuku suru hito, Ketika asap sudah tebal Justin memanggil makhluk dari neraka dan dia membuat badan nya seperti makhluk dari neraka supaya duplikat diri nya tidak tau di mana keberadaan Justin yang sekarang


Tidak Henti-henti nya makhluk itu keluar dari bawah tanah seperti zombie keluar dari kuburan, Duplikat terus saja memotong, Memenggal kepala mahkluk itu sampai kabut itu hilang dan para dewa-dewi lalu penonton sudah bisa melihat pertandingan itu lagi, Yang lain pun sama tidak tahu keberadaan Justin di mana, Cuma dewa-dewi tertentu yang tahu kalo Justin meniru makhluk yang keluar dari neraka tersebut, Tidak ingin mengulur waktu Tiba-tiba saja pedang sudah menusuk perut duplikat dan merobek perut itu sampai keluar usus dari dalam tubuh nya sontak saja para penonton merasa jijik dengan tindakan itu


Pertandingan ke 3 pun selesai dengan sangat mudah nya tanpa harus beradu pedang satu sama lain, Ini adalah perubahan yang sangat drastis bagi pertumbuhan dewa-dewi


"Waw waw waw bukan kah pertandingan tadi sangatlah luar biasa, Tidak ada sedikit lecet pun pada badan dewa Justin, Baiklah pertandingan ke 4 ini akan di lakukan oleh dewi Angel" Ucap Catalika


Para dewa-dewi yang mendengar itu sontak tidak percaya ternyata istri dari dewa Aoki juga akan ikut dalam perang besar ini, Cuma para petinggi istana saja yang tahu akan hal ini bahkan Rose dan Boruk pun tidak mengetahui nya


"Mungkin kah para petinggi istana sudah mulai gila, Bisa-bisa nya mereka menganggap Angel itu dewi"


Semua penonton berbisik-bisik dengan apa yang mereka dengar tadi karna mereka tidak ingin perang ini ada dewi yang menjadi beban


"Harap tenang semua nya, Dia bukan lah asli keturunan dewa ataupun dewi tapi dia memiliki sedikit darah dewi di dalam tubuh nya itu, Apakah salah ketika suami dan istri saling bertarung untuk merebutkan perdamaian, Jika kalian tidak ada yang senang kalian boleh maju dan menantang nya, Apa ada yang keberatan dengan keputusan petinggi istana, Jika ada kalian boleh maju" Ucap dewa Sonic


Semua para petinggi istana hanya diam dan tidak ikut pusing dengan masalah ini mereka membiarkan dewa Sonic yang berbicara dan memang ini rencana nya ketika ada yang tidak suka dengan keputusan para petinggi istana maka dewa Sonic akan mengizinkan para penonton untuk menantang Angel


Dari berjuta-juta penonton yang hadir ada 1 penonton yang mengacungkan tangan nya dan ingin menerima tantangan tersebut, Dia bernama Value


"Saya menerima tantangan yang di bicarakan oleh dewa Sonic"

__ADS_1


"Jika memang kau ingin mengalahkan nya kau boleh turun dari sana dan kemari lah bocah"


Memang dewa Sonic memiliki sifat sering mengejek lawan bicara nya tapi kali ini bukan hanya mengejek saja tapi dengan tatapan penuh amarah dewa Sonic menatap Value


Value pun turun dari bangku penonton dan menantang dewi Angel dengan penuh percaya diri, Pedang yang begitu besar dan tajam menggantung di pundak Value, Dewa Sonic yang kesal langsung saja turun dari kursi dan dialah yang akan menggantikan dewi Catalika untuk pertandingan 1 ini


"Jika kau bisa mengalahkan Angel apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Sonic


"Penawaran yang lumayan dewa, Saya ingin ikut dalam perang ini lalu di akui sebagai dewa petinggi istana seperti anda" Dengan Senyum jahat


Tanpa di sadari Lucas dan Boruk sudah ada di belakang Value dan meletakan senjata mereka di leher nya


"Apa yang kau bicarakan Bajingan, Apa kau ingin mati di sini"


"Apakah ini dewa yang ingin mendapatkan perdamaian, Apakah dewa yang mengancam rakyat biasa bisa mendapatkan perdamaian?"


Darah sudah mengalir di senjata Boruk dan Lucas, Sonic yang melihat tingkah laku Boruk dan Lucas menghentikan mereka berdua


"Kalian berdua berhenti lah biarkan pemimpin tertinggi yang akan berbicara"


Dewa Eternal berdiri, Dia berbicara dengan suara yang begitu besar Sampai-sampai suara dia kedengar keluar medan latihan


"Baiklah jika itu yang kau mau, Jika kau bisa mengalahkan Angel dalam pertandingan ini kau akan langsung menjadi murid ku dan langsung ku didik dengan arahan ku"


Value tersenyum di tambah dengan tatapan sinis nya itu, Dia percaya 100% akan memenangkan pertandingan ini


"Kalian berdua dengar kata pemimpin, Kalo kalian dengar silahkan balik ke tempat kalian semula"


Sonic menyuruh Lucas dan Boruk kembali ke tempat mereka, Pertandingan ke 4 pun di mulai dengan Sonic yang akan memimpin jalan nya pertandingan


"Kau siap Angel dan Kau siap?"

__ADS_1


"Siap!!" Jawab mereka berdua


"MULAI!!"


__ADS_2