
Habis makan Siang Lucas Dan Aoki balik ke kantor untuk mendiskusikan perusahaan yang pengen di bangun
( Berfokus Pada Putri Yang Berada Di Sekolah )
"Hey Put nanti pulang sekolah ngumpul dulu yuk di cafe Deket-deket sini sambil bantuin aku main PUBG, Bentar lagi aku mau Ace" Ujar Yuki
"Enak juga main di rumah bisa fokus" Jawab Seli yang ada di samping Yuki
"Iya kenapa enggak main di rumah aja?" Tanya Putri pada Yuki
"Gapapa pengen sambil nongkrong aja, Kan Udah lama kita enggak nongkrong bareng....Oh ya sampe malem tapi hehehe"
"Mesin nya harus di perbaiki nih anak" Lanjut jawab Seli pada Yuki
Guru yang mengajar pada jam tersebut pun sudah tiba dan bentar lagi akan memulai jam pelajaran
"Oke Anak-anak sebelum pelajaran di mulai kita berdoa dulu, Ketua kelas pimpin doa" Kata sang guru yang sudah siap untuk memulai pelajaran
"Berdoa dalam hati mulai" Ketua kelas membimbing doa
Selesai pelajaran Putri dan teman-teman nya pergi cari makan ke kantin, Di perjalanan ke kantin Putri melihat gerombolan anak yang suka membully nya, Dia pun bergegas menuju kantin dengan Teman-teman nya
"Yuk kita makan kita makan, Mau makan apa Teman-teman ku yang imut dan cantik jelita" Kata Yuki sambil berjalan mundur
"Awas tuh belakangmu ada tembok nabrak nanti" Seli membalikan badan Yuki yang dari tadi berjalan mundur
"Heheh iya maap"
"Duh mereka lagi mereka lagi, Aku harus Buru-buru ke kantin" Batin Putri yang sekali lagi melihat gerombolan yang membully dia
"Yuk cepetan ke kantin aku udah laper banget" Lanjut Putri sambil memegang tangan Yuki dan Seli
Putri, Seli, Yuki akhir nya sampai ke kantin dan mereka mencari tempat duduk, Setelah dapat meja Yuki langsung memesan makanan untuk mereka makan siang itu
"Sok kalian cari tempat duduk aja biar aku sendiri yang beli makanan, Di samain aja ya makan nya kalian kan enggak Pilih-pilih"
"Iya dah Sono jangan Lama-lama" Jawab Seli
Gerombolan yang tadi sedang mencari Putri akhir nya sudah sampai juga ke kantin dan ketika mereka melihat Putri sedang asik mengobrol dengan teman nya, Si gerombolan pembully ini langsung memutarkan diri mereka ke meja yang sedang di duduki Putri dan Seli
"Hey kamu ini tempat kami, Ngapain kalian ada di sini?" Tanya cewek yang membully Putri
"Bukan nya ini tempat umum ya siapa saja bisa duduk di sini" Jawab Seli sambil mengarahkan tatapan ke arah cewek tersebut
"Wah-wah disini ada orang yang sok jago, Siapa nama mu nona?" Si cewek tersebut sambil memegang rambut Seli
__ADS_1
"Cari tau aja sendiri kalo loe emang pengen tau nama gue" Seli menepis tangan cewek yang dari tadi memegang rambut nya
"Kalian bisa enggak jangan ganggu kami" Putri yang dari tadi sekujur badan nya gemetaran pun berani melontarkan Kata-kata pada gerombolan itu
Semua sudut kantin melihat pada ke arah mereka yang sedang ribut di Sela-sela jam makan siang, Yuki yang tadi sedang memesan makanan keheranan kenapa kok di Tengah-tengah kantin ada keributan, Dia langsung ke meja yang tadi di duduki oleh Putri dan Seli sambil memegang makanan yang di pesan nya, Yuki Buru-buru karna yang dia lihat adalah keributan di meja yang teman nya tempati
"Kalian ngapain ganggu temanku yang lagi makan siang"
"Aduhh anak ini lagi suka banget cari masalah sama kami"
"Bukan nya kalian ya yang suka cari masalah sama golongan kami" Yuki menunjuk ke arah salah satu cewek itu
Di Sela-sela keributan itu ada Pria yang datang dan langsung menghentikan perkelahian Cewek-cewek yang dia anggap berisik
"Udah berhenti liat coba di sekeliling kalian pada memperhatikan, Enggak malu tah, Apa lagi loe" Pria tersebut menargetkan Kata-kata itu pada cewek yang membully Putri
Di perdebatan itu datang satu pria lagi, Kedatangan pria itu langsung membuat seisi kantin kaget karna baru datang saja dia langsung menjatuhkan makanan yang di pegang oleh Yuki
PPRAANGGG!!!!!!!!
Piring yang di pegang Yuki pecah berantakan di lantai dan membuat lantai di kantin itu lengket karna makanan yang di bawa oleh nya
"Kalian bisa enggak pergi dari sini, Biarin pacar gue yang urus cewek itu" Pria ini adalah pacar salah satu dari cewek yang membully Putri
"Loe mau mati gaya apa"
Mereka berdua saling memegang kerah yang menandakan akan siap untuk berkelahi
Tanpa mereka semua sadari Putri berlari ke arah toilet dengan meneteskan air mata, Dia pun langsung mengunci pintu kamar mandi
"Kenapa, Kenapa ini semua terjadi sama aku, Aku cuma pengen hidup normal tanpa ada perkelahian, Aku pengen hidup penuh kasih sayang apa sesulit itu?" Benak Putri sambil terus meneteskan air mata
Di pikiran Putri sekarang yang sudah cape dengan semua yang dia alami, Entah itu dia yang selalu di permainkan oleh Cewek-cewek tersebut atau dia yang sudah kehilangan sosok mama yang sudah beberapa hari ini pergi entah kemana
Putri yang sekarang sedang berada dalam keputusasaan berfikir untuk mengakhiri hidup nya yang kelam tanpa dia pikir apa yang akan terjadi pada ayah nya yang malang
Bel berbunyi menandakan jam pelajaran berikut nya akan segera di mulai
Kringg-Kringg-Kringg
Yuki dan Seli khawatir dengan kejadian yang membuat Putri belum datang ke kelas, Akhir nya mereka memutuskan untuk menelepon nya
Ttuutt Ttuut Ttuutt
"Kamu ada di mana kok belum masuk ke kelas"
__ADS_1
"Aku lagi di atap" Jawab Putri dengan nada yang sudah menunjukan putus asa
"Gila ya kamu, Ngapain ada di sana cepetan balik ke kelas" Yuki dengan sepontan langsung mengebrak meja yang membuat seisi ruangan terkejut
"Dah tunggu situ aku ke sana" Lanjut Yuki sambil mematikan handphone nya dan mengajak Seli ke atas atap
Semua yang berada di kelas mengikuti Yuki dan Seli ingin melihat apa yang terjadi di atap
Pria yang tadi membela golongan Putri melihat Yuki yang berlari dengan Buru-buru ke arah lantai atas, Dia pun pernasaran dan ikut untuk mengecek nya
Yuki dan Seli tiba di atap dan langsung menyuruh Putri turun dari atas tembok yang ia injak
"Kamu ngapain disitu, Pliss jangan buat hal yang ngebahayain diri kamu sendiri" Tangan Yuki berusaha memegang Putri, Tapi setiap Yuki ingin mengapain nya Putri malah makin mengarahkan badan nya untuk jatuh ke permukaan tanah yang sangat tinggi
"Aku cuma ingin hidup dengan keluargaku, Selama ini aku hidup dalam ke Pura-pura an, Aku berusaha ingin terlihat bahagia tapi aku enggak bisa. Aku bersyukur punya kalian berdua yang selalu ada di dalam hidupku"
"Maafin aku maafin Seli juga yang enggak tau kalo kamu memikul semua masalah di pundak mu, Kami enggak mau kehilangan orang yang kami anggap keluarga, Jadi tolong turun dari situ"
"kita udah bahagia bertiga jadi berhenti ngomong seperti itu, Aku akan terus berada di sisi mu Putri, Tolong sekali lagi Tolong turun" Seli yang nangis dan jatuh ke lantai karna dia tidak kuat melihat Putri yang berada di ujung kematian
"Apakah anak di umur 18 tahun bisa memikul beban seberat ini di pundak nya" Benak Yuki sambil meneteskan air mata
Semua yang melihatnya sangat ketakutan apa yang di lakukan Putri, Putri berusaha tidak melihat teman nya yang terus-menerus menangis untuk nya, Bentar lagi dia akan mengakhiri hidup nya yang penuh dengan Teka-teki
Pria yang tadi mengikuti Yuki langsung berlari untuk menarik tangan Putri tapi usaha nya Sia-sia, Dan malah berakhir teragis
"Makasih Teman-teman, Makasih kalian berdua yang sudah mau bersahabat dengan orang yang pengecut sepertiku, Aku berusaha bahagia di alam sana,DAHH!!!" Putri mengakhiri hidup nya dengan tersenyum
"JANGAN LAKUIN ITU!!!!!" Pria itu berteriak
"JANGGAAANNNNN!!!!!!" Yuki dan Seli berteriak sekeras-keras nya
Pria yang tadi berusaha menolong Putri tidak sanggup melihat ke arah bawah gedung sekolah
Yuki Cepat-cepat menghubungi Kantor polisi dan ambulan untuk menyelamatkan sahabat nya itu
"Ha-halo pak,Aa-Apakah benar ini dari kantor polisi, Pak tolong segera ke sini, Tee-teman saya bunuh diri, Tolong pak segera" Yuki menelepon dalam keadaan menangis
Sedang kan itu Seli menelepon rumah sakit
"Mbak tolong kirimin ambulan ke sini, Teman kami dalam keadaan darurat, Cepetan ya mbak kami tunggu" Seli menelepon rumah sakit dalam keadaan lari ke lantai bawah untuk melihat Putri yang tidak sadarkan diri
Ketika di bawah Yuki memeluk Putri yang sudah berlumuran darah, Yuki nangis sejadi-jadi nya, Seli tidak kuat melihat Putri sudah tidak bernyawa
Semua yang berada di sekolah ketakutan dengan kejadian barusan. Guru, Kepala sekolah, Staf yang bertugas bingung apa yang harus mereka lakukan?
__ADS_1