War In Solitude

War In Solitude
Chapter 22. Catalika VS Justin


__ADS_3

Ketika Aoki dan Angel sudah sampai di medan pertandingan ternyata Catalika dan Justin sudah memulai pertarungan nya


"Justin lakukan lah dengan benar apa kau tidak malu sebagai dewa tapi kekuatan mu masih seperti bayi baru lahir" Ucap Catalika


"Jangan berisik, Aku bukan yang seperti dulu lagi, Aku Benar-benar sudah kuat"


Justin mengeluarkan skill yang belum pernah di lihat kan sebelum nya


UNDEAD SHADOW


Undead shadow sendiri yaitu skill yang mengeluarkan bayangan seperti mayat hidup dengan membawa pedang di tangan nya


"Skill apa ini Justin?" Tanya Catalika


"Ini skill baru ku kak coba lah kalahkan ku dengan kekuatan kakak"


"Baik lah ini semakin menarik adik ku"


Justin yang mendengar semangat kakak nya untuk melawan Justin pun ikut merasakan kenikmatan bertarung melawan kakak nya tersebut


EARTH ARROW


Earth arrow adalah skill yang berbentuk panah dari pasir seperti kekuatan Catalika yang mengendalikan tanah


Dengan serangan Catalika barusan membuat bayangan yang di buat oleh Justin lenyap seketika


"Walaupun itu jurus baru kamu tetap saja tidak bisa melukai ku sama sekali"


"Apa kah begitu" Justin sambil senyum sinis


Tiba-tiba saja badan Catalika sepeti di tusuk oleh pedang, Bahkan ini lebih seperti ia terkena skill nya sendiri


"Gimana apa kah itu terlalu sakit?" Tanya Justin


"Kau sudah mulai berkembang Justin tapi serangan seperti ini tidak bisa membuat ku tunduk"


Catalika memegang badan dan Justin yang dari tadi hanya diam di tempat sekejap langsung ambruk ke tanah dan tidak bisa bergerak sama sekali


"Bagaimana rasa nya skill mu berbalik menyerang mu?"


Aaaakkhh!!


"Apa yang kau barusan lakukan dengan tangan mu itu"


"Sudah cukup kita selesai sampai sini saja"


TENG!! TENG!! TENG!!


Pertandingan kedua selesai dengan kemenangan berpihak pada Catalika

__ADS_1


"Untuk kali ini aku rasa sudah cukup, Aku belum sehebat mu kak" Ucap Justin


Pertandingan akhir nya berakhir dengan kemenangan Aoki dan Catalika, Semua penonton yang menyaksikan pertandingan itu Bersorak-sorak karna pertandingan ini sangat lah menarik


Setelah selesai mereka berlima pergi ke ruang tengah untuk keberangkatan lusa menuju negara lain


Pas sampai di ruangan tengah tanpa di sadari Lucas sudah menunggu mereka semua


"Ternyata kamu sudah di sini Lucas?" Tanya Basium


"Aku sudah menunggu kalian berlima cukup lama"


"Hehe Iya-iya maaf kami emang berbicara sebentar di sana"


Keenam sodara itu pun memulai mendiskusikan rencana untuk keberangkatan ke negara luar dan apa saja yang harus mereka siap kan


Habis berdiskusi untuk perjalanan panjang yang akan mereka lakukan, Aoki bertanya apakah dia akan ikut serta dalam perang ini


"Kak apakah aku boleh ikut serta dalam peperangan kali ini?"


Aoki cukup takut dengan pertanyaan tadi yang ia lontar kan karna di kehidupan sebelum nya tidak ada kejadian seperti ini, Bahkan Aoki belum tau perang itu seperti apa dan bagaimana perih nya penderita saat perang


Argus menjawab pertanyaan Aoki dengan sangat mudah dan membuat Aoki makin ragu dengan keputusan nya


"Apa kau siap mati adik ku?" Tanya Argus


Aoki sekali lagi memikirkan pertanyaan yang kakak nya berikan tapi dia adalah dewa perang dewa yang Sangat-sangat di butuh kan dalam Medan perang, Aoki dengan tegas dan merasa percaya diri menjawab.....


Lucas yang melihat ketangguhan Aoki merasa jijik dan tidak suka karna Aoki yang sekarang begitu lemah dan pertandingan tadi Aoki bisa memenangkan nya karna Lucas tidak fokus jika sekali lagi ada pertandingan ulang mungkin dia yang akan menang, Pikir Lucas


"Kami berlima akan melatih mu mulai besok jadi persiapkan mental mu"


"SIAP KAK!!"


"Cihh!!, Jangan terlalu Sombong kau"


Lucas merasa akan murka ketika terus melihat Aoki yang begitu sombong dengan diri nya sekarang, Lucas pergi meninggalkan ruangan tengah dan kembali ke kastil untuk beristirahat


Ketika mau memasuki kastil, Basium berteriak kepada Lucas untuk membantu Aoki dalam berlatih pada esok hari, Lucas hanya melambaikan tangan menandakan akan membantu Aoki berlatih


Aoki tau dengan kebaikan Sodara nya dia akan mudah untuk bertumbuh menjadi dewa yang seperti dulu lagi dengan sifat yang berbeda


"Kita sudahi diskusi ini sampai sini dulu, Kalian boleh kembali ke kastil" Ucap Argus


"Siap" Semua menjawab serentak


Ketika sudah ada di kastil Aoki berbincang dengan Angel untuk menanyakan dunia luar itu seperti apa


"Angel aku ingin bertanya sesuatu pada mu?"

__ADS_1


"Mau tanya apa?"


"Seperti apa dunia luar di sini?"


"Dunia ini sangat lah luas, Besok lusa kita akan melihat dunia luar Bersama-sama, Kau dan aku"


"Apakah dunia luar menyeramkan?"


"Tidak semua yang ada di luar negara ini mengerikan suami ku, Ada banyak dewa dan penduduk yang baik di luar sana, Apa kau takut akan dunia luar?"


Sampai sekarang Angel tidak tahu bahwa Aoki yang sekarang bukan lah Aoki yang dulu, Dia tidak tahu seluk-beluk dunia luar seperti apa, Yang Aoki tahu dia harus bisa terus bertahan di dunia yang dia tidak ketahui ini


"Aku sudah lama tidak melihat dunia luar, Aku cuma tidak mau ketika di luar sana mengingat hal yang mengerikan, Seperti yang kau bilang aku ini adalah dewa Aoki yang tidak kenal belas kasih"


Aoki mengucapkan itu hanya lah alasan supaya Angel tidak mencurigai kalo Aoki yang sekarang bukan lah Aoki yang dulu menyinggahi tubuh ini


"Tenang kan diri mu suami ku, Kau yang sekarang bukan lah yang dulu, Rubah lah sesuatu agar impian mu terwujud, Aku akan selalu ada di sisi mu sampai kapan pun"


"Apa kau Bersungguh-sungguh ingin melindungi ku?" Tanya Aoki


"Bukan kah itu tugas dari seorang istri?"


Aoki langsung mengingat kalo Aoki dan Angel adalah sepasang suami istri maka mereka berdua harus nya memiliki seorang anak


"Tunggu sebentar apakah kita berdua Benar-benar sepasang suami istri?"


"Apa yang anda bicarakan, Tentu kita sepasang suami istri"


"Berapa lama kita hidup bersama" Aoki sambil memegang pundak Angel dengan erat


"Sudah 50 tahun, Ada apa?"


"Sudah selama itu" Benak Aoki


"Jika kita sudah menikah dan hidup bersama 50 tahun apakah kita tidak memiliki seorang anak?" Lanjut Aoki


Angel kaget dengan ucapan yang barusan dia dengar dari mulut Aoki, Angel tidak ingin membahas masalah itu, Karna itu lah dia hampir kehilangan Aoki yang dia cintai, Lebih baik kehilangan anak dari pada Aoki pikir Angel


"Saya tidak ingin membahas itu, Karna masalah itu saya hampir kehilangan anda"


Aoki bingung dengan jawaban yang barusan di bilang oleh Angel


"Apa yang kau bicarakan, Bukan kah itu pertanyaan wajar ketika suami tidak pernah sekalipun melihat anak kecil ketika sepasang kekasih sudah menikah"


Angel sangat tidak ingin membahas hal itu, Dia langsung berbaring di atas ranjang dan menyuruh Aoki untuk beristirahat


"Beristirahat lah besok adalah latihan mu dengan yang lain jangan sampai kau kehabisan tenaga dengan cepat"


Aoki tidak bisa terus memaksa Angel untuk berbicara dan dia akan bertanya pada Sodara-sodara nya mengenai apakah Aoki memiliki seorang anak

__ADS_1


Di dalam hati kecil Angel pun sangat merindukan anak nya sampai meneteskan air mata dan entah sekarang anak itu sudah bertumbuh menjadi gadis yang seperti apa


__ADS_2