
"Semua para dewa-dewi kalian semua harap kumpul di lantai 25 dan siapkan pasukan kalian, Segera!!" Ucap Eternal
"Siap dewa" Ucap semua dewa-dewi
"Sonic, Seli, Scar tolong periksa semua penduduk jangan sampai ada yang hilang atau terluka, Jika ada segera obati mereka"
"Siap dewa Eternal"
"Hisoka dan Amber kau ikut lah dengan ku, Kita akan kumpulkan semua berkas yang ada untuk perencanaan perang nanti"
"Baik kakak"
Semua dewa-dewi mengambil tugas yang di berikan oleh dewa Eternal, Aoki tidak tahu harus melakukan apa karna dia sendiri tidak memiliki pasukan atau pun prajurit
"Angel apa yang harus ku lakukan, Aku tidak memiliki prajurit"
"Ikut lah dengan ku, Pasukan kita sudah menunggu di luar sana"
"Pasukan apa, Bukan nya kita tidak memiliki pasukan"
"Dah ikut saja suami ku"
Aoki menuruti apa yang Angel kata kan, Dia keluar istana dan menuju halaman belakang istana dan di sana pasukan Aoki sudah menunggu nya, Pasukan Aoki adalah pasukan kak Argus dan kak Basium, Mereka berdua menitipkan nya pada Aoki
"Lihat lah mereka sudah menunggu mu"
"Siapa mereka?" Tanya Aoki
"Mereka pasukan dari kak Argus dan kak Basium, Mereka berdua menitipkan pasukan nya pada mu Aoki" Ucap Lucas
"Apa aku bisa menjadi pemimpin buat mereka"
"Aku yakin kau bisa kak, Percaya lah pada diri mu itu" Ucap Justin
"Dan tolong pimpin lah mereka semua kak Aoki, pimpin lah pasukan kami juga untuk menang"
"Apa yang kau bicarakan Justin"
"Buat lah ucapan semangat buat mereka semua dan bimbing lah mereka, Pidato ini ku serahkan semua pada mu kak"
__ADS_1
"Baiklah akan ku lakukan untuk membuat mereka semua bersemangat"
"Itu yang aku tunggu" Ucap Justin
"Tolong dengarkan kalian semua, Semua pasukan keluarga Argus akan ku pimpin di satu kendali, Tapi ketika perang nanti aku akan membawa pasukan kak Argus dan kak Basium, Untuk pasukan kak Catalika akan ku serahkan pada Angel, Pasukan yang lain ikut dengan pemimpin kalian Masing-masing, Apa ada yang belum jelas?"
"Jelas dewa!!" Jawab semua pasukan keluarga Argus
"Kita akan melakukan perang besar, Perang akan membuang jiwa membuang darah, Tapi ingat lah semua jiwa kalian dan darah kalian akan menentukan kedamaian di masa depan, Sudah beribu-ribu tahun lama nya kita saling berperang satu sama lain. Keluarga, Anak, Kerabat semua pernah kehilangan itu semua dan kali ini kita bisa menjadi satu pasukan yang akan menyelamatkan dunia, Di waktu ini lah kedamaian akan tercipta, Apa kalian akan membiarkan bumi ini di kuasai oleh dewi Seren?"
"Tidak dewa!!"
"Apa kalian ingin terus menerus melihat keluarga kalian di tindas di bunuh apa kalian ingin melihat itu terulang kembali, Tidakan, Jadi ayo kita bersama-sama berjuang melawan dewi Seren"
"YAAA!!"
Pidato yang Aoki berikan bagi pasukan keluarga Argus membuat keluarga lain iri dengan keberanian nya untuk berbicara di depan pasukan nya, Pasukan yang bukan dari keluarga Argus juga ikut bersorak karna pidato Aoki menyulut api di dalam tubuh mereka, Membuat mereka menjadi bersemangat
Semua dewa-dewi dan para prajurit memberikan tepok tangan yang meriah atas pidato penyemangat dari Aoki, Semua akan berubah dengan kekuatan perubahan dewa-dewi generasi terbaru itu lah yang mereka semua pikiran kan
"Pidato mu lumayan juga untuk dewa pemula" Ucap Lucas
"Tidak begitu membosankan kak hehe" Ucap Justin
"Apa kau masih membenci ku Lucas" Lanjut Aoki
"Mungkin saat ini aku mengurangi benci ku pada mu, Tapi entah untuk kedepan nya, Jangan berharap lebih dari ku"
Lucas langsung meninggalkan halaman belakang sambil tersenyum, Lucas langsung saja pergi ke lantai 25 untuk pembahasan rencana perang besar ini, Dia tidak ingin terlambat atau telat satu kata pun
"Apa kalian hanya diam di sana saja, Dewa tertinggi Eternal menyuruh kita untuk berangkat menuju lantai 25" Ucap Lucas
Boruk yang sudah mulai merubah sudut pandang nya terhadap Lucas pun langsung merangkul nya dari belakang seperti teman yang sudah lama tidak bertemu
"Yo, Apa kau masih saja bersikap sok kuat seperti itu Lucas"
"Apa yang kau lakukan dengan tangan mu itu di pundak ku?" Tanya Lucas
"Berhenti menjadi dewa yang seperti itu, Aku hanya ingin lebih dekat dengan mu, Apa itu membuat mu tidak nyaman?"
__ADS_1
"Lakukan lah sesuka mu Boruk"
"Terima kasih" Balas ucapan Lucas
"Apa yang kau lakukan, Apa kau tidak ingat dengan teman lama mu ini hah!!"
Ada salah satu dewa yang menghampiri dewa Lucas dan dewa Boruk, Dia adalah teman masa kecil dari kedua dewa itu dan dialah yang memisahkan Lucas dan Boruk ketika mereka berdua bertarung
"Siapa itu" Boruk menghadap belakang
"Boruk, Lucas apa kau melupakan ku?"
"Hm siapa kau"
Dewa itu langsung tertunduk heran, Bagaimana teman masa kecil bisa di lupakan secepat itu oleh Lucas dan Boruk
"Apa kau lupa dengan dewa Jacobs?"
"Mm dia adalah teman masa kecil kami, Apa kau mengenal nya?"
"Tapi aku belum pernah melihat mu, Apa kau datang dari keluarga lain?" Lanjut Boruk
"Aku adalah Jacobs teman masa kecil kalian, Aku lah dewa yang bisa menghentikan tingkah laku kalian yang seenak nya itu"
"Apa kau Jacobs, Jika memang kau dewa nya, Kau sangat berbeda dengan yang dulu, Apa dewi sakura yang merubah muka mu dengan kekuatan nya" Ucap Boruk
"Jangan menanyakan hal yang tidak berguna seperti itu pada ku, Sudah lama tidak berjumpa, Apa kabar dengan kalian berdua?"
"Kau lihat sendiri, Kami berdua sudah seperti teman akrab yang baru bertemu, Apakah kita bertiga akan kembali ke masa jaya nya kita dulu?"
"Entah lah tapi aku suka usulan mu itu Boruk" Ucap Jacobs
"Berhenti lah bicara, Kita tidak boleh ketinggalan acara itu" Ucap Lucas
"Ssttt apa dia masih saja sepeti itu" Bisik Jacobs pada Boruk
"Seperti nya"
"Kalian berdua aku bisa mendengar nya" Ucap Lucas sambil menatap sinis Boruk dan Jacobs
__ADS_1
"Jadi dewa itu yang menghentikan pertarungan dewa Boruk dan dewa Lucas dan mereka bertiga adalah sahabat kecil dulu nya, Hm sampai kapan pun dunia ini tidak akan pernah ku pahami" Batin Aoki
Dewa Jacobs adalah dewa yang pernah mengalahkan 1 negara dengan palu nya, Dia terkenal dengan gaya bertarung nya yang sangat santai Sampai-sampai dia di juluki destroyer from heaven, Dia juga dewa yang sangat pendiam dan tidak banyak bicara ketika di ajak berbicara, Dewa Jacobs tidak pernah takut untuk di bunuh karna prinsip hidup nya, Menang untuk mati