War In Solitude

War In Solitude
Chapter 18. Pedang Dewa


__ADS_3

( KEESOKAN HARI )


Angel bangun dari tidur tapi ketika melihat kesamping, Angel tidak melihat Aoki tapi guling yang di tutupi selimut, Angel mencari ke semua sudut ruangan tapi tidak menemukan nya


"Di mana ya dewa berada, Aku sudah mencari nya di berbagai sudut ruangan tapi tidak menemukan nya juga"


Akhir nya Angel mengutus prajurit untuk mencari keberadaan Aoki


"Prajurit!!"


"Iya nona, Ada apa memanggil kita?" Kata kelima prajurit itu


"Dewa Aoki tidak ada di kasur saat saya bangun tidur, Kalian berlima bisa mencarikan nya, Saya minta tolong pada kalian"


"Baiklah kami akan mencari dewa"


Setelah cukup lama mencari, Salah satu prajurit datang pada Angel dan prajurit itu menemukan keberadaan Aoki


"Nona-nona saya menemukan dewa Aoki" Prajurit itu berlari ke arah Angel


"Dimana dewa berada?"


"Dewa sekarang berada di tempat latihan"


"Baiklah terima kasih sudah mencarikan nya"


Angel langsung pergi ke tempat latihan para dewa, Angel terkejut melihat Aoki yang sudah sangat kelelahan dan terus berusaha mengangkat pedang nya


"Anda ngapain disini, Lihat badan anda sudah sangat kecapean, Mari sini duduk dan beristirahat lah sebentar"


"Kamu sendiri ngapain ada di sini?"


"Saya tadi mencari anda ketika bangun dari tidur dan saya di beritahu bahwa anda sedang berlatih di sini"


Angel menuntun Aoki ke pinggir tempat latihan dan mengistirahatkan Aoki yang sudah sangat kecapean


"Mari di minum" Angel memberikan minuman pada Aoki


"Terima kasih" Jawab Aoki


Angel bertanya pada Aoki kenapa dia ingin sekali mengalahkan Lucas yang bahkan sekarang level dari Aoki dan Lucas sangat berbeda jauh


"Kenapa anda sangat ingin mengalahkan Lucas?"


"Hmm, Saya cuma ingin berubah tidak seperti dewa Aoki yang dulu yang membenci Sodara-sodara nya, Saya ingin hidup berdampingan dengan mereka semua"


"Mungkin setelah anda mengalahkan dewa Lucas pun dia akan terus menjadi orang yang membenci anda, Dia mempunyai dendam tersendiri pada anda"

__ADS_1


"Apakah seseram itu saya ketika dulu?"


"Apakah anda mau mengenal anda yang dulu seperti apa?"


Aoki mendengar itu agak ragu dan takut terhadap dewa Aoki yang dulu, Tapi dengan rasa berani Aoki pun mendengarkan Angel yang menceritakan masalalu dewa Aoki


"Sok tidak masalah, Ceritakan lah"


"Baiklah, Anda yang dulu adalah dewa yang sangat di benci oleh semua penghuni negara kecuali keempat sodara anda, dewa Aoki adalah orang yang suka memakai cara kekerasan ketika keadilan tidak ada, Anda juga sangat membenci Lucas entah kenapa saya juga tidak tahu"


"Kenapa semua yang ada di negara ini membenci Aoki yang dulu"


"Ketika dewa atau Dewi melihat rakyat nya yang salah mereka akan memaafkan nya atau memenjarakan nya, Tapi berbeda dengan anda, Anda adalah orang yang suka membunuh ketika rakyat melakukan kesalahan dan parah nya lagi anda membunuh di depan keluarga yang anda bunuh"


"Saya telah melakukan kesalahan yang besar ketika dulu, Mungkin saya masih bisa bernafas karna saya harus melakukan kehidupan yang lebih baik dan bertanggung jawab atas dosa yang telah saya lakukan"


"Saya tidak bisa menjamin rakyat akan senang ketika mendengar anda sudah sadar dari tidur panjang nya, Bahkan rakyat berharap anda mati"


Ketika Aoki dan Angel lagi membahas masalalu Aoki, Tiba-tiba Lucas datang dari belakang tembok dan sekali lagi menertawakan Aoki yang masih belum bisa mengangkat pedang nya sendiri


"Wah-wah-wah, Apa yang kalian lakukan berduaan di sini, Apakah kalian sedang membicarakan masalalu yang sangat mengerikan atau kalian membahas gimana Aoki bisa mengangkat pedang nya?"


"Apa yang kau lakukan di sini Lucas!!" Tanya Aoki


"Aku hanya tidak sengaja lewat dan melihat kalian berdua"


"Apakah kau masih belum bisa mengangkat pedang mu" Lanjut Lucas


"Apakah begitu?" Lucas dengan nada merendahkan Aoki


Di sisi lain pun Catalika mendatangi Aoki dan Lucas yang sedang berbicara


"Apa yang kalian bicarakan di sini?" Tanya Catalika


"Ini bukan urusan mu wanita tua" Jawab Lucas pada Catalika


"Bukan tidak baik bicara begitu dengan kakak mu sendiri, Tuan muda yang sok kuat"


Tidak terima dengan omongan Catalika Lucas langsung mengambil pedang nya dan langsung mengarahkan pada leher Catalika


"Bicara apa kau tadi" Sambil pedang Lucas mengarah pada leher Catalika


"Kubilang tuan muda yang sok kuat"


Ketika Lucas mendengar Kata-kata yang di lontarkan Catalika untuk kedua kali nya, Lucas langsung mengayunkan pedang nya pada leher Catalika, Tapi belum sempat mengenai leher nya Tiba-tiba kaki Lucas sobek seperti terkena pedang yang sangat tajam


"Akan ku penggal kepala mu, Arrgghh"

__ADS_1


"Hentikan!!" Aoki berteriak


Tes! Tes! Tes!


Lucas menghentikan ayunan pedang nya dan merasakan sakit yang amat perih di bagian betis kaki nya, Lucas melihat betis kaki diri nya dan terkejut Tiba-tiba kaki Lucas sobek sampe dalam


Lucas langsung bertanya pada Catalika apa yang dia lakukan pada diri nya sehingga betis Lucas bisa sobek tanpa Catalika melawan


"Apa yang kau lakukan pada kaki ku"


"Aku hanya melihat kaki mu dan langsung saja ku sobek"


Di pikiran Lucas mustahil ada skill yang bisa melukai dewa atau Dewi cuma dengan melihat nya saja, Lucas berfikir kalo Catalika bukan lah Dewi biasa


"Kau hanya melihat kaki ku dan seketika langsung sobek?"


"Iya" Catalika menjawab dengan ekspresi datar


Lucas sangat malu sudah bertindak sesuka hati tanpa tau kekuatan sodara nya seperti apa, Lucas langsung meninggalkan tempat latihan dengan darah yang terus menetes


Aoki melihat Catalika yang melukai Lucas dengan cara melihat saja langsung heboh dan tidak percaya


"Wah apa yang barusan kakak lakukan terhadap Lucas"


"Aku hanya melakukan dengan biasa"


"Jika kakak sudah sehebat itu bagaimana dengan kak Basium dan kak Argus?" Tanya Aoki


"Bukankah kau kemaren dengar dari Lucas bahwa kau dulu nya orang terhebat kedua dari kita berenam"


"Aku tidak percaya kalo dulu aku orang kedua dari kalian semua" ucapan Aoki seraya tidak percaya kalo dulu dia hebat


"Terus lah berusaha adik ku, Kami tidak pernah iri atau memiliki rasa takut tersaingi, Kami malahan senang ketika adik lebih hebat dari pada kakak nya sendiri"


"Jangan menyerah terus lakukan apa yang mau kamu lakukan dan jangan pernah dengarkan omongan Lucas dia Satu-satu nya orang yang lemah menurutku" Lanjut Catalika


"Bisakah kakak bantu aku berlatih hari ini?"


"Baiklah, Kita mulai dengan kau mengangkat pedang mu"


"Siap"


Aoki berusaha dan terus berlatih sambil di bimbing oleh Catalika, Sudah Berjam-jam Aoki berlatih mengangkat pedang tapi hasil nya tidak ada yang bagus, Catalika tidak menyerah membimbing Aoki


"Aoki! coba kamu fokuskan tenaga kamu pada satu titik yaitu pada tangan kamu dan salurkan ke pedang, Mungkin dengan cara itu akan berhasil"


"Kenapa kakak tidak bilang dari tadi, Aku hampir saja kehabisan tenaga"

__ADS_1


"Iya maaf, Aku lupa kalo itu adalah dasar memakai pedang hehe"


"Yosh akan kulakukan"


__ADS_2