War In Solitude

War In Solitude
Chapter 41, Petinggi Istana Kami Datang


__ADS_3

Setelah melakukan pertarungan yang dahsyat Sonic menuju lantai 15 di sana lah dewa Luis berada dan di saja pula lantai paling tinggi untuk istana itu


Keluarga dewa Sau pun sudah tiba di istana musuh, Dewa Sau berpasangan dengan dewa Altis mereka menyelinap masuk istana dengan sangat rapih, Dewa Sau dan dewa Altis berpakaian layak nya penduduk di sana


Prajurit dan panglima milik mereka berdua juga mengikuti cara pemimpin nya itu, Dengan sangat Hati-hati mereka masuk istana menggunakan kostum yang sama dengan pengawal di dalam istana, Skill adik kakak ini bisa menirukan apa yang mereka lihat hanya dengan menepuk tangan


"Kau berhati-hati lah Altis, Kita ini menggunakan cara yang sangat bersih dan sangat rapih jangan sampai mereka mengetahui nya"


"Baik kak, Di depan sana ada ruangan bawah tanah dan ada lantai yang menuju atas, Kakak mau pilih yang mana?" Tanya Altis


"Sebaik nya kita berdua selalu bersama, Aku akan memilih yang ruangan bawah tanah terlebih dahulu"


"Baik kak, Aku ikut dari belakang"


Dewa Sau dan dewa Altis tidak ingin rencana nya sampai gagal, Mereka tidak ingin memancing keributan yang akan merusak istana, Tiba di pertengahan ruang bawah tanah dewa Sau dan dewa Altis mendengar suara seperti bom yang meledak


"Apa kakak dengar suara itu?" Tanya Altis


"Iya, Apa pasukan kita sudah ketahuan?"


Salah satu prajurit istana melihat gerak gerik Sau dan Altis yang sangat aneh, Dia pun bertanya pada 2 dewa itu


"Hay kalian, Apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya prajurit istana


"Maaf kami hanya..."


Tidak banyak bicara dewa Sau langsung memenggal kepala prajurit tersebut dengan cepat


"Altis cepat masuk lah kita mungkin sebentar lagi akan bertarung dengan para dewa-dewi istana ini"


"Baik kak"


Belum sempat melangkah maju dewa Sau dan dewa Altis di hadang dari kedua sisi mereka, Mereka tidak tahu harus melakukan apa untuk bisa kabur di situasi yang saat ini menimpa kedua adik kakak itu


"Oi oi oi apa yang membawa mu kemari dewa perdamaian Sauu!" Ucap dewa tersebut


"Oh rupa nya kau, Sudah lama kita tidak bertemu Grav!"


"Grav?, Apa kau mengenal nya kak?" Tanya Altis


"Dia adalah lawan ku ketika 5 tahun lalu saat perang besar terjadi"


"Sudah hampir 5 tahun kita tidak bertemu, Apa kau masih kuat seperti dulu Grav?" Lanjut Sau


"Apa kau ingin merasakan pukulan ku yang sekarang?"

__ADS_1


"Apa kita akan bertarung 2 lawan 2 di tempat sempit seperti ini?" Tanya Sau


"Akan ku perluas tempat sempit nan menjijikan ini buat mu rival saingan ku"


Tempat yang awal nya hanya sepetak berubah menjadi area yang begitu besar seperti tempat pertandingan antar dewa


"Apa kau sekarang suka tempat nya" Tanya Grav


"Lumayan untuk tempat yang menjijikan ini, Apa kita hanya bercakap dan tidak memulai pertarungan 2 lawan 2 ini?"


"Aku suka sikap sombong mu itu, Sudah ku nanti selama 5 tahun dan ini lah saat nya untuk mengakhiri dendam 5 tahun lalu"


"Ayo kita mulai" Ucap Grav sambil tersenyum


pertarungan 4 dewa yang memiliki kekuatan yang sangat seimbang ini begitu menarik perhatian, Membuat rasa belas kasih yang Sau punya menjadi rasa ingin membunuh yang tinggi, Altis yang tidak mengerti Apa-apa hanya bisa diam dan melawan dewa yang ada di hadapan nya


Dewa Sau berusaha memberitahu pada Altis untuk berhati-hati karna yang dia hadapi adalah dewa Lang, Dewa Lang sendiri memiliki cambuk yang sangat panas, Tingkat kepanasan nya sudah mencapai api hitam


"Altis berhati-hati lah pada dia, Jika kau terkena cambuk nya kau mungkin tidak bisa menggunakan kaki mu atau tangan mu itu, Mereka berdua lah yang dulu hampir membunuh ku"


"Aku tidak tahu permasalahan apa yang kalian bertiga lakukan tapi ingat lah kak, Aku ini 5x lebih kuat dari pada diri mu ketika sudah marah"


"Iya tapi jangan samp...."


Di Sela-sela pembicaraan adik kakak itu, Grav yang mendengar nya pun ikut tidak senang, Bukan nya bertarung malah meributkan sesuatu yang tidak jelas


"Apa kau cemburu Grav?, Kau merasa tidak di perhatikan oleh lawan mu ini, Dasar monster menyedihkan" Ucap Sau


Altis yang melihat kakak nya itu sedang berbicara dengan Garv dan juga berusaha menahan pedang dari dewa Lang Tiba-tiba saja badan dewa Lang langsung menghilang dari hadapan Altis


Badan dewa Lang langsung menuju ke arah kakak nya tersebut, Dengan kekuatan tangan nya dia langsung memukul kepala dewa Sau dengan sangat keras Sampai-sampai hantaman itu membuat lubang panjang menuju dasar tanah, Untung nya Sau berhasil menghindari serangan dewa Lang


"Uh untung saja sempat menghindar jika tidak kepala ku sudah hancur itu" Batin Sau


"Sepeti nya kau tidak bisa di ajak bermain"


Dewa Sau mengeluarkan cincin yang di berikan oleh nenek nya dulu, Cincin itu kata nya alat untuk menyimpan senjata milik dewa Sau


"Apa kau ingin menggunakan senjata mu kak"


"Tidak ada waktu untuk bermain-main di sini adik ku, Gunakan juga cincin mu itu"


"Baik kak"


"Kita kalahkan monster sialan itu dengan senjata leluhur kita"

__ADS_1


Sama seperti kakak Sau, Altis pun memiliki cincin pemberian dari kakek nya untuk diri Altis, Senjata yang di gunakan dewa Sau seperti sabit yang di gunakan malaikat maut untuk mengambil roh para dewa-dewi


Sedangkan senjata yang dewa Altis pake adalah pedang yang di setiap ujung nya memiliki pisau kecil, Pisau kecil itu bisa berubah menjadi besar ketika lawan sudah merasa sangat kewalahan dan tidak mampu untuk melanjutkan pertarungan


"Aku baru melihat senjata itu, Apa kau menyembunyikan nya selama ini Sau?" Tanya Grav


"Bentar lagi kau akan bertemu pencipta ku di sana, Jadi mati lah dengan damai Grav"


pertarungan 4 dewa itu berlanjut selama 3 jam, Tidak ada yang berani menganggu mereka, Bahkan pemimpin istana hanya bisa membiarkan Sodara-sodara nya bertarung di bawah tanah


"Hm Hm Hm" Suara yang keluar dari Grav dan Lang


"Apa kau sudah kelelahan Grav, Sudah waktu nya aku mengakhiri pertarungan ini"


"Ketika dulu aku hampir di bunuh oleh mu dan oleh Lang itu hanya sandiwara saja, Level bertarung kita seperti kau di bawah tanah ini dan aku di puncak menara istana ini" Lanjut Sau


"Berhenti lah mengoceh sialan, Aku belum selesai dengan mu"


"Jika kau bisa mengalahkan ku dalam 1 jam kedepan maka...."


Altis dan Lang yang ingin mendengar ucapan dewa Grav pun lenyap seketika ketika dewa Sau sudah di depan dewa Grav lalu memotong badan dewa Grav seperti memotong daging yang masih segar, Darah yang keluar dari tubuh Grav membanjiri tubuh Sau dan Lang ada di sebelah nya


Dewa Lang yang melihat kakak nya di Potong-potong sepeti daging segar pun murka, Lang kehilangan kesadaran nya sampai merusak area yang di buat oleh Grav, Serangan yang membabi buta terus di lancarkan untuk Sau, Tapi aneh nya Sau hanya menangkis serangan yang di buat untuk nya itu


Sau tau kalo kekuatan terlarang milik keluarga Grav akan di gunakan untuk melawan nya, Sau tidak bisa membunuh dewa Lang yang masih belum mengerti arti kehidupan, Setiap dewa Sau melihat tatapan Lang dia merasa kalo dewa Lang selalu terbebani atas tindakan yang ia tidak ingin lakukan


Sudah 10 Menit dewa Lang membabi buta tiba saat nya dia mengeluarkan skill yang terlarang milik keluarga Grav, Skill ini membuat si pengguna nya meledakan diri, Ketika jari Lang di gigit oleh dia sendiri maka itu lah tanda bahwa skill nya aktif


Benar saja apa yang di perkirakan oleh Sau, Lang akan memakai skill terlarang milik keluarga nya itu, Tangan dewa Lang di gigit nya sampai copot dan....


Boomm!!!


Ledakan yang dahsyat itu membuat seisi istana bergoyang layak nya piring terbang yang sedang melewati dimensi, Untung lah mereka berdua menggunakan skill teleportasi dengan cepat, Kalo tidak mungkin mereka juga akan terkena ledakan super besar tersebut


"Huft, Bagus lah kita menggunakan nya dengan tepat, Jika tidak badan kita akan hancur berantakan"


"Apa kau dulu berurusan dengan dewa yang seperti itu kak?" Tanya Altis


"Apa kau kaget adik ku hehe"


"Sudah lah lupakan, Misi kita masih panjang"


"Ayo kita pergi ke lantai paling atas" Ucap Sau


Dewa Sau dan dewa Altis tidak ingin ambil pusing dengan tindakan yang di lakukan Lang, Mereka langsung saja menuju lantai paling atas, Di sana mereka di sambut oleh pemimpin tertinggi istana, Yaitu dewa Jack

__ADS_1


"Selamat datang di lantai paling atas dewa-dewa pelindung bumi!!"


__ADS_2