War In Solitude

War In Solitude
Chapter 02. Pencarian


__ADS_3

Dihari kedua Aoki dan Putri mencari mama nya yang hilang, Mereka sangat khawatir dengan keadaan mama nya yang entah pergi kemana


"Ayah gimana kalo kita hari ini pergi ke kantor polisi saja" Kata sang anak


"Ya udah hari ini kita lapor saja ke kantor polisi. Sudah seharian kita mencari mama kamu tapi tidak kunjung ketemu"


"Tapi ayah hari ini kan ada meeting pagi hari"


"Iya emang betul, Apa kita pergi ke kantor polisinya sore saja, Ayah akan pulang sore ini"


"Yasudah" Kata si putri


Kami tidak ingin Kehilangan orang yang kami sayang, Aku dan Putri akan terus berusaha untuk mencari Seren. ( Dalam Hati Aoki )


"Putri ayo buruan sudah siang"


"Ayo yah"


Diperjalanan Aoki dan Putri saling melamun memikirkan Seren.


Mah, Mamah ada dimana putri kangen sama mamah. ( Dalam Hati Putri )


"Sayang udah Dateng Disekolah"


"Oh iya yah maaf melamun tadi ayah ngomong apa?"


"Iya ini loh udah sampe sekolah kamu, Udah enggak usah mikirin mamah pasti ketemu kok". Ujar sang ayah yang diapun selalu mencemaskan sang istri lebih dari pada anaknya.


"Iya yah.... Jangan lupa sore jemput aku"

__ADS_1


"Dah sana masuk nanti telat"


"Daahh". Putri sambil melambaikan tangan kearah sang ayah


Aoki masih saja memikirkan Seren, Sampai tiba di kantornya Aoki langsung bergegas untuk meeting.


MEETING PUN DIMULAI PUKUL 09:30


"Oke semuanya sudah siap buat meeting". Ujar sang meneger


"Sudah pak" ( Karyawan )


"Oke kita langsung masuk ruangan saja,...... Pak Joko jangan lupa teh angetnya oke"


"Oke pak" Kata pak joko


"Maaf pak... Bapak Baik-Baik saja kah" Kata wakil maneger ( Lucas )


Di ruangan itu pun semuanya melihat pada satu titik yaitu pada Aoki


"Oh enggk maaf saya tadi melamun sok silahkan lanjutkan"


"Baik pak" Kata karyawan yang sedang persentasi


Selang beberapa jam kemudian meeting pun selesai dan Aoki langsung bergegas menuju sekolah Putri sang anak.


JAM MENUNJUKAN PUKUL 13:30


"Maaf semuanya saya pulang duluan ya karna ada keperluan"

__ADS_1


"Iya pak silahkan Hati-Hati di jalan" ( Semua karyawan )


Aku harus Buru-Buru ke sekolahan putri dan terus aku akan langsung ke kantor polisi.


Aoki pun sudah sampai ke sekolahan putri dan langsung menelepon sang anak


"Kok enggak diangkat ya". Tttuuutt Tttuuutt Ttuutt ( Suara dering HP )


"Sekali lagi coba aku telepon"


"Iya ayah maaf baru angkat telepon ini baru selesai jam pelajaran"


Putri pun berlari menuju mobil ayahnya yang parkir tidak jauh dari kelas yang ia tempati


"Akhirnya kamu sampai". Kata Aoki sambil terheran-heran melihat baju Putri yang kusut


"Itu kenapa baju kamu kusut sayang"


"Enggak papa kok yah tadi ketiduran di kelas". Jangan sampe ayah tau kalo aku di bully di sekolah ( Dalam hati Putri )


"Beneran kamu enggak papa"


"Iya yah aku enggak papa kok"


"Yaudah yuk langsung ke kantor polisi"


"Iya" Ujar putri yang masih ketakutan akan kengerian sekolah itu yang selalu membully nya


Aoki yang selama ini tau Putri Baik-baik saja di sekolah tidak mengetahui kalo anak tercinta nya selalu di bully dan di tindas layak nya mainan tidak berguna

__ADS_1


__ADS_2