
Hari mulai berganti dari malam ke pagi, Para dewa-dewi mempersiapkan diri untuk sarapan pagi ini dan mereka akan melaksanakan latihan dengan para petinggi
Setelah membersihkan badan Aoki dan yang lain pergi ke lantai 25 tempat semalam berkumpul untuk perjamuan, Aoki tidak sabar ingin di latih oleh para petinggi, Di perjalanan menuju lantai 25 Lucas bertanya sesuatu kepada Aoki
"Aoki apa kau tidak takut akan di latih oleh mereka? ( Para petinggi )"
"Maksud mu para pemimpin?"
"Ya pemimpin"
"Apa yang kau takut kan, Mereka semua begitu baik dan ramah, Tidak ada yang harus di takut kan Lucas"
"Omong kosong apa kau ini belum tahu saja gimana mereka melatih Sodara-sodara nya"
Setelah sampai di lantai 25 Aoki dan sodara nya duduk di tempat yang seperti kemaren mereka duduki, Aoki melihat ke kiri dan ke kanan tapi belum ada satu pun petinggi yang hadir di meja makan tersebut
"Apa yang membuat mereka lama?" Benak Aoki
Cukup lama para dewa dan dewi menunggu kehadiran para petinggi istana dan salah satu panglima mengabari kalo para petinggi tidak bisa ikut makan di sarapan pagi ini
"Maaf mengganggu kalian semua, Saya ada kabar kalo petinggi tidak bisa ikut hadir dalam sarapan pagi ini karna rencana yang mendadak, Saya harap kalian bisa menikmati sarapan pagi ini tanpa sodara kalian, Terima kasih"
Panglima tadi langsung meninggalkan meja makan itu dan membiarkan para dewa dan dewi menyantap hidangan pagi itu, Aoki bertanya pada Lucas apakah dia tau sesuatu tentang tidak hadir nya kak Argus, Basium, Dan kak Catalika
"Lucas?"
Aoki bertanya sambil menancap pisau di makanan nya
"Apa kau tahu kenapa yang lain tidak ikut dalam acara makan pagi ini?" Lanjut Aoki
"Kau akan tau nanti setelah melihat nya, Ini semua persiapan untuk latihan"
"Gimana kau tahu soal itu?"
"Aku bisa merasakan suara di mana skrng kak Basium berada dan dia sedang berada di tempat latihan untuk menyiapkan semua nya"
"Kau sungguh hebat adik ku"
"Bukan aku yang hebat tapi kau yang bodoh, Lihat mereka semua tersenyum karna tau para petinggi lagi menyiapkan medan latihan"
Aoki pun memerhatikan sekeliling dan benar saja dewa-dewi lain Senyum-senyum sendiri seperti orang pejabat yang menang dengan cara kotor
2 Jam setelah makan para dewa dan dewi di suruh diam di lantai 25 dan menunggu Aba-aba dari panglima untuk pergi ke medan latihan, Di sana Argus dan para petinggi lain sedang mengatur tempat latihan ke level tersulit karna yang akan mereka latih bukanlah prajurit atau panglima melainkan Sodara mereka Masing-masing
__ADS_1
"Basium, Catalika, Xera, Zoa tolong periksa bagian sana dan pastikan semua sudah aman dan bisa di gunakan jangan sampai ketika kita memulai latihan ada kesalahan" Ucap dewa Eternal
"Baik dewa" Jawab mereka berempat
"Apa kau yakin dengan latihan seperti ini Aoki akan bisa seperti dulu lagi" Tanya Eternal kepada Argus
"Aku tidak memastikan itu dewa tapi apa salah nya kita coba menggunakan cara leluhur kita untuk melatih nya"
"Saya harap ini berjalan dengan lancar"
"Saya pun memiliki harapan yang sama dewa"
Lelah menunggu akhirnya Aoki serta dewa-dewi yang lain di persilahkan untuk ke lantai 50, Di sana lah tempat latihan akan di selenggarakan, Aoki cukup gugup dengan latihan kali ini karna dia akan di lihat oleh banyak dewa-dewi dan para petinggi istana
"Di sana tempat latihan nya, Semua boleh memasuki ruangan tersebut, Saya hanya boleh mengantarkan kalian sampai sini saja"
"Terima kasih" Jawab semua
Mereka berjalan dengan perlahan-lahan ke arah pintu raksasa itu dan di sana mereka sudah di sambut oleh para petinggi termasuk dewa Eternal itu sendiri
"Mari masuk lah, Di sini tempat kalian akan berlatih"
Semua yang melihat tempat itu kaget karna yang mereka pikirkan akan bertarung satu lawan satu tapi mereka di suruh untuk melawan tiruan mereka sendiri dan itu semua sudah di siapkan oleh dewa Eternal
"Apa ini dewa yang buat?" Tanya Aoki
"Iya benar sekali ini saya yang buat dan ini lah latihan kalian, Saya sudah merancang level mereka seperti tubuh asli milik kalian"
Aoki kagum dan lompat kegirangan karna dengan ini lah dia akan merasakan bertarung dengan level yang sama
"Apa kita bisa mulai sekarang dewa?"
"Tidak semudah itu, Walaupun duplikat yang ku buat ini selevel dengan kalian tapi mereka memiliki skill bertarung yang berbeda dan memiliki skill yang kalian tidak miliki"
"Tadi dewa bilang mereka selevel dengan kita, Tapi kenapa duplikatan itu memiliki skill bertarung yang beda"
"level yang ku maksud adalah level sikap kalian bukan cara mereka bertarung hehe" Eternal sambil menggaruk kepala
"Tidak kusangka dia juga bisa menjadi konyol untuk waktu yang singkat" Benak Aoki
"Yang akan melakukan pertama adalah dari keluarga Xera silahkan kalian maju dan persiapan senjata kalian"
"Baik dewa!!" Jawab Rosen dan Boruk
__ADS_1
"Dari kalian berdua siapa yang akan maju pertama" Tanya Catalika
Karna Catalika lah yang akan memimpin jalan nya pertandingan kali ini dan tugas dari dewa Eternal dan para petinggi lain nya yang akan memperhatikan pertandingan
"Saya yang akan maju terlebih dahulu"
Rose mengacungkan tangan terlebih dahulu dan siap untuk melawan duplikat diri nya yang bahkan lebih hebat dari pada diri dia sendiri
Rose mengeluarkan pedang milik nya dan menantang duplikat diri nya
"Akan ku hancur kan diri mu dalam sekali tebasan" Ucap Rose
"Lakukanlah jika kau bisa" Jawab duplikat tersebut
ROSE NEEDLE
Belum Apa-apa Rose sudah mengeluarkan skill nya dan skill itu sendiri adalah jarum yang di miliki bunga rose, Duplikat Rose hanya bisa menangkis jarum yang mengarah pada diri nya tapi tetap saja dia tidak akan sanggup untuk menahan nya terus menerus
1, 2, 3 Jarum dari bunga rose terkena duplikat diri nya tapi kekuatan yang tidak besar itu tidak berarti Apa-apa bagi duplikat Rose
TING!! Suara pedang Rose dan duplikat milik nya beradu satu sama lain dan menghasilkan suara yang linu untuk di dengar
"Apa kau merendahkan ku" Tanya Duplikat
"Kau hanyalah duplikat dari diri ku, Kau tidak pantas menang dari ku"
Gerakan Rose terus saja membuat sang duplikat tidak bisa melakukan apapun hanya tinggal sedikit lagi duplikat akan keluar medan latihan dan Rose akan memenangkan nya tapi harapan itu sirna ketika duplikat menukarkan badan nya ke posisi Rose dan sekarang Rose lah yang terpojok kali ini
Rose keluar dari medan latihan hanya dengan sekali serang, Rose tidak percaya akan di kalahkan semudah itu dengan tiruan nya
Pertandingan pun selesai dan di menang kan oleh duplikat milik Rose, Xera menghampiri Rose yang tidak kuasa menahan air mata karna menganggap diri nya begitu lemah
"Pertandingan tadi begitu bagus, Kau sudah berusaha sekuat mungkin adik ku"
Xera memeluk Rose dengan rasa gembira karna adik nya sudah mulai bisa menggunakan pedang dengan tangguh dan hebat, Rose hanya bisa terdiam tidak percaya karna kalah oleh seorang tiruan
"Selanjut nya kau Boruk" Ucap Catalika
"Aku sudah siap kapanpun yang kau mau dewi Catalika"
"Aku suka semangat mu"
Boruk dengan kekuatan monster nya sangat percaya diri akan memenangkan latihan ini apalagi itu hanya sebuah duplikat biasa
__ADS_1