
Aoki tidak bisa melakukan apapun karna dia hanya memikirkan operasi yang akan di jalani Putri nanti malam
Lucas berusaha mengajak Aoki turun dan mencari udara dan minuman hangat supaya pikiran Aoki lebih tenang dan rileks
"Pak sebaik nya bapak ikut saya ke cafe depan kita cari udara segar dan minum kopi panas, Saya tau kondisi bapak dan Putri tapi kita juga harus bisa santai dan rileks menghadapi ujian ini ya pak"
"Iya kamu benar saya enggak boleh seperti ini, Saya harus percaya Putri akan siuman"
"Ya udah ayo pak kita keluar"
"Ayo" Aoki pun pergi berdiri mengikuti Lucas yang berjalan keluar rumah sakit
Aoki dan Lucas sampe di depan cafe, Mereka langsung masuk dan memesan minuman coklat panas
"Nah ini pak cafe nya bagus kan langsung pesan aja ya, Bapak mau apa?" Tanya Lucas
"Saya terserah kamu aja tapi pilihkan menu yang bikin mood saya naik lagi" Aoki sambil menarik bangku dan duduk
Setalah nunggu 10 menit minuman panas Aoki dan Lucas datang ke meja
"Ini pak pesanan nya" Kata pelayan yang mengantarkan minuman nya
"Makasih mas" Jawab Lucas dengan muka ramah
Lucas menyarankan Aoki meminum coklat panas ini dengan makanan yang di beli nya yaitu chocolatas
"Pak Bapak tau enggak kalo coklat panas ini enak tau kalo di makan sama chocolatas yang saya pesan"
"Mana sini saya coba" Aoki mengambil chocolatas yang ada di meja untuk di celup ke dalam coklat panas
Aoki sangat suka pada rasa yang membuat mood nya naik lagi dan dia berterima kasih banyak pada Lucas yang selalu menjaga nya dalam kondisi apapun dan dalam mood seperti apapun
"Makasih ya atas semua kerja kerasmu selama ini yang selalu ada di belakang saya, Walau sesulit apapun kondisi yang saya alami" Aoki sangat bersyukur mempunyai teman yang tegas dalam kerja dan yang menyemangati dalam kondisi terburuk sekalipun
"Iya saya juga pak sama makasih sudah mau ngajarin saya banyak hal yang menyenangkan maupun yang menyedihkan, Dan saya makasih telah memberikan saya pelajaran hidup yang sangat berharga"
"Iya Sama-sama"
Jam sudah menunjukan pukul 21:55 yang sebentar lagi operasi Putri akan di laksanakan
"Sudah jam segini ayo kita balik ke rumah sakit, Oh iya saya baru inget sahabat nya Putri kan mau balik ke rumah sakit, Kamu belikan minuman sama makanan buat mereka saya akan tunggu di luar"
"Baik pak" Jawab Lucas yang langsung meninggalkan Aoki untuk memesan makanan
__ADS_1
Selesai Lucas membungkus makanan, Lucas dan Aoki langsung balik ke rumah sakit untuk Siap-siap menunggu operasi Putri
Di perjalanan ke arah rumah sakit Aoki berpapasan dengan Yuki dan Seli, Dan langsung saja mereka berempat masuk dan menunggu kabar kapan operasi akan di mulai
"Kira-kira operasi Putri jam berapa ya, Aku udah enggak sabar liat Putri bangun loh" Yuki dengan firasat baik nya berkata seperti itu
"Ya mudahan sih selesai operasi dia langsung sadarkan diri" Jawab Seli dengan perasaan Positif akan operasi yang sebentar lagi akan di mulai
Dokter dan suster yang akan berkerja untuk pengoperasian Putri pun sudah datang dan akan Siap-siap
"Dok gimana keadaan Putri saya?" Tanya Aoki pada dokter tersebut
"Tenang, Anak bapak Baik-Baik saja kok, Yang bapak sekarang harus lakukan hanya berdoa demi kelancaran operasi ya pak"
"Baik pak saya akan berdoa demi kebaikan anak saya yang ada di dalam"
Lucas yang mendengar pembicaraan Aoki dengan dokter memberi nya semangat agar semua berjalan dengan lancar
"Benar pak kata dokter bapak sekarang harus terus banyak berdoa demi keselamatan Putri"
Aoki memberi tahu semua yang ada di lorong supaya mendoakan Putri supaya lancar dalam pengoperasian nya
"Iya kalian semua juga doain Putri ya" Aoki dengan nada semangat
Mereka terkejut melihat suster yang keluar dari kamer operasi, Belum sempat bertanya suster tersebut berlari ke arah ruangan dan mengambil plastik yang di dalam nya berisi darah dan langsung kembali ke dalam kamar operasi, Semua khawatir apa yang terjadi di dalam
1 JAM BERLALU
2 JAM BERLALU
3 JAM BERLALU
4 JAM BERLALU
Perut Yuki sangat kesakitan karna belum makan walaupun dia tadi pulang, Dia mengambil pakaian dan langsung Buru-buru ke rumah sakit, Rasa sakit itu terlihat oleh Lucas dan langsung saja memberi makanan yang dia beli dari cafe, Yuki dan Seli makan selagi nunggu operasi
Sudah 4 jam mereka menunggu di luar dan belum ada 1 pun suster atau dokter yang keluar dari kamar operasi, Sedangkan itu Yuki dan Seli sudah tidur duluan karna kecapean menunggu jalan nya operasi
Akhir nya jam 5 subuh operasi sudah selesai, Tapi apa yang di harapkan semua nya sangatlah beda, Dokter membuka masker dan langsung berkata......
"Pak dan semua nya yang ada di sini, Saya ingin mengucapkan duka cita Sedalam-dalam nya"
Belum sempat melanjutkan Kata-kata nya Aoki langsung memotong pembicaraan
__ADS_1
"Maaf dok maksud nya apa ya dokter bicara begitu, Semua berjalan dengan lancar kan dok?" Aoki sambil memegang pundak sang dokter
"Saya minta maaf, Kami semua sudah melakukan semua yang kami bisa dengan maksimal, Anak bapak tidak bisa di selamatkan, Saraf di kepala nya sudah tidak aktif dan anak bapak banyak sekali kehabisan darah, Maafkan kami cuma bisa melakukan sampai sini"
"Saya permisi dulu pak" Lanjut dokter dengan nada menyesal karna tidak bisa menyelamatkan seorang anak yang harus nya di masa muda mendapatkan masa depan yang cerah
Seluruh badan Aoki langsung lemas dan jatuh ke lantai, Dengan sigap Lucas langsung menangkap badan Aoki, Mendengar tangisan Aoki Yuki dan Seli terbangun
"Pak kenapa bapak nangis" Tanya Seli
Yuki sempat berfikir kalo Putri sudah tidak ada, Dan benar saja jawaban Aoki membuat Yuki dan Seli menangis Sejadi-jadi nya
"Maafin saya, Saya enggak bisa jaga Sabahat kalian, Putri sudah tidak ada" Aoki terus menerus menangis meratapi kepergian Putri
Yuki dan Seli sangat tidak terima dengan apa yang mereka dengar, Mereka hanya ingin Putri merasakan kebahagiaan dengan keluarga dan sahabat nya apakah sesulit itu, Itu yang di pikirkan Yuki
Sedangkan Lucas hanya diam dan tidak bisa berkata Apa-apa dengan kepergian Putri yang secepat ini
Dokter-dokter di sana langsung memindahkan badan Putri ke kamar jenazah, Sebelum di pindahkan Aoki ingin sekali melihat muka anak Satu-satu nya yang sudah pergi ke akhirat
"Nak ini ayah nak, Kenapa kamu pergi secepat itu, Sekarang ayah harus hidup gimana tanpa kamu dan tanpa mama kamu sayang" Aoki memeluk badan Putri dengan air mata yang jatuh ke badan sang anak
Aoki bertanya pada Lucas apa yang harus dia lakukan setelah kehilangan keluarga nya yang berharga
"Bapak, Bapak yang sabar ya ini semua cobaan dari yang di atas pak, Kita semua akan meninggal pada saat nya, Bapak harus sabar nerima semua ini" Jawab Lucas yang hanya mematung di belakang Aoki
"Saya harus gimana Lucas,HARUS GIMANA!!!!!!" Aoki terus memeluk erat Putri
Yuki dan Seli dari jauh hanya bisa Nerima kenyataan pahit ini
Dokter yang tadi bertugas membawa Putri ke kamar jenazah langsung memindahkan badan nya, Aoki yang belum bisa menerima ini semua hanya diam dengan tatapan kosong nya itu
Lucas langsung pergi ke administrasi untuk membayar semua biaya rumah sakit, Setelah semua di bayar nanti pagi jenazah Putri di bawa ke rumah dan langsung di kubur
Malem ini hanya tangisan dan penyesalan yang menyelimuti mereka semua
Lucas langsung Bersiap-siap membawa Aoki, Yuki, Seli pulang ke rumah untuk beristirahat, Pagi jam 10 jenazah Putri akan tiba di rumah duka
"Ayo pak kita pulang dan istirahat nanti pagi jenazah Putri akan di bawa ke rumah"
Aoki berjalan dengan tatapan kosong nya menuju parkiran mobil sambil di tuntun oleh Lucas
"Bapak tunggu sini dulu ya sama mereka saya akan ambil mobil, Tolong jagain ya bentar" Lucas memerintahkan Yuki dan Seli untuk menjaga Aoki selagi Ia ambil mobil
__ADS_1
Sesampai nya Mobil datang mereka bertiga langsung masuk ke dalam mobil dan langsung pergi meninggalkan rumah sakit