War In Solitude

War In Solitude
Chapter 32. Petinggi Istana Bukanlah Lawanku


__ADS_3

Tidak di Sangka-sangka Angel ternyata pengguna pedang yang sangat handal, Angel hampir mengimbangi Value dan bisa menangkis serangan Value dengan cukup gampang, Sonic yang melihat itu berfikir Angel tidak akan mudah untuk di kalahkan oleh Value


"Kau cukup lumayan untuk dewi yang baru belajar pedang" Ucap Value


"Kau salah, Sudah lama aku mengayunkan pedang ku ini"


Tidak Henti-henti nya pedang Angel dan Value saling beradu, Angel pun mengeluarkan skill pertama nya dan skill ini dia ciptakan sendiri ketika Berlatih di negara asal nya


Double Sword


Pedang yang tadi hanya 1 sekarang menjadi 2 pedang, Dewa-dewi yang melihat itu begitu takjub karna jarang sekali dewi menggunakan 2 pedang


Angel memojokan Value sampai Value kewalahan dengan Serangan-serangan yang di tujukan untuk nya


"Apa kau masih ingin melanjutkan pertandingan ini?" Tanya Angel


Ketika Value sudah di pojok dan ingin keluar dari garis latihan, Value mengeluarkan sayap yang hanya bisa di gunakan setingkat dewa-dewi saja


"Haha apa kau bisa melawan ku di udara wahai dewi?"


"Apa kau takut melawan ku di bawah sini wahai rakyat yang sombong?"


Sonic yang mendengar ucapan Angel sedikit tertawa karna memang benar, Jika melawan perempuan saja tidak berani bagaimana dia akan melawan musuh nya nanti ketika perang


"Apa yang di ucapkan benar, gimana kau bisa ikut dalam perang jika melawan dewi saja masih menggunakan sayap mu, Turunlah dan kalah kan dewi Angel yang kau anggap gampang" Ucap Sonic


Ketika Value turun tanpa sepengetahuan nya Angel mengeluarkan skill milik leluhur nya dulu yaitu Black hole, Value langsung saja ketarik dengan skill Angel yang di keluarkan barusan dan badan Value langsung kembali ke tempat duduk penonton yang dia duduki sebelum menantang Angel


Akhir dari pertandingan ke 4 ini di menang kan oleh Angel dan membuat malu Value si rakyat yang sombong tersebut


Sebelum melanjutkan ke pertandingan ke 5 yang akan di lakukan oleh Lucas, Dewa Eternal mengizinkan Value untuk ikut serta dalam perang nanti


"Tunggu sebentar, Kau yang tadi barusan bertarung melawan dewi Angel boleh ikut dalam perang kali ini tapi kau akan di didik oleh adik ke 2 ku Hisoka"


Hisoka terkenal sangat mengerikan ketika melatih prajurit nya, Dia tidak Segan-segan memotong leher prajurit nya ketika melakukan kesalahan, Senyuman yang selama ini Hisoka buat adalah senyuman yang mengerikan, Ketika prajurit itu melakukan kesalahan Hisoka akan tersenyum dan memenggal kepala prajurit tersebut dengan sangat cepat supaya prajurit itu tidak merasa kesakitan


"Hisoka apa kau mau melatih dia" Tanya Eternal


"Dengan senang hati kakak"


Hisoka menjawab pertanyaan itu dengan senyuman yang selama ini menghiasi wajah nya


"Dan apakah kau mau di latih oleh Hisoka" Eternal menanyakan pada Value

__ADS_1


Dengan tangan yang gemetar dan keluar nya keringat yang membasahi kening diri nya Value menjawab bersedia menjadi murid dari dewa Hisoka


Hisoka pun tersenyum sambil menatap diri nya yang masih saja merasa ketakutan di sekujur badan nya, Dewa Eternal pun mengizinkan dewa Sonic untuk melanjutkan pertandingan


"Kau boleh melanjutkan pertandingan tersebut Sonic"


"Baik dewa"


Catalika menghampiri Sonic dan berkata....


"Apa kau yang akan menjadi wasit di pertandingan ini?"


"Aku akan melakukan untuk keluarga Argus saja, Pertandingan selanjutnya biar kau saja?"


"Baiklah lakukan sesuka mu"


Pertandingan ke 5 di mulai Lucas vs duplikat, Lucas melancarkan serangan dengan santai dan tenang tidak terlalu terburu-buru tidak seperti dewa Boruk yang melancarkan kekuatan Bertubi-tubi


Cuma beberapa serangan Lucas langsung membuang duplikat keluar medan latihan, Pertandingan itu berakhir dalam 5 menit saja


"Apa dia akan menggantikan posisi ku haha?" Tanya Eternal pada Argus


"Dia butuh 1000 tahun untuk bisa seperti mu dewa"


"Saya juga tidak tahu Lucas bisa seperti itu, Apa karna sekarang Aoki sudah bangkit dari tidur panjang nya dan Lucas ingin merubah diri nya lebih baik lagi"


"Aku tidak yakin Lucas berubah karna Aoki" Ucap Eternal


"Baiklah pertandingan ke 6 adalah pertandingan yang kalian semua tunggu bukan?" Ucap Sonic


"Yyaaa!!!"


Semua penonton bersorak karna tidak sabar melihat dewa Aoki yang sebentar lagi akan bertanding melawan duplikat


Tapi tidak di Sangka-sangka dewi yang Aoki liat di perjamuan masuk ke dalam medan latihan, Semua penonton juga terlihat kebingungan kenapa petinggi istana masuk ke dalam medan latihan


"Apa kau siap Aoki?" Tanya Sonic


Penonton kaget karna yang Aoki lawan bukan lah duplikat tapi petinggi istana, Aoki tidak tahu harus melakukan apa, Dia hanya diam mematung tidak sedikitpun bergerak


"Kenapa kau hanya diam, Apa kau ingin mati di tangan ku?" Tanya dewi Seli


"Apa aku bisa melawan dia, Dia adalah petinggi istana dan aku hanya dewa biasa yang baru bangun dari tidur panjang, Akan kah aku mati di sini?" Batin Aoki

__ADS_1


"Jika pertandingan ini sudah di mulai dan kau hanya diam mematung seperti kelinci yang takut akan serigala akan ku pastikan tubuh mu jadi santapan sang serigala"


Pelan-pelan Aoki mengambil pedang yang ada di badan nya, Aoki mengarahkan pedang itu ke Dewi Seli dengan tangan gemetar seperti mengarahkan jimat pada sesosok hantu


"Bagus, Itulah yang aku tunggu, Apa kau hanya diam di situ dan tidak memulai ini semua Sonic?"


"Oh maaf, Kalian kebanyakan berbicara sampai aku tidak fokus"


"Baiklah kau siap Aoki, Kau siap Seli?"


"Aku akan mengalahkan mu dewi Seli, Bersiaplah!!"


Dewi Seli pun mengeluarkan pedang yang sangat tipis sangking tipis dan tajam nya, Jika 15 cm pedang itu mendekati musuh nya, Musuh tersebut akan otomatis tersayat hanya terkena angin pedang Dewi Seli


"Aku tidak ragu untuk menjadikan mu sebagai santapan serigala ku"


"Berhentilah berbicara dewi, Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan jika memang itu bisa"


Aoki maju dengan kecepatan yang dia bisa tetapi belum mengenai badan dewi Seli baju yang di gunakan Aoki robek menjadi 2


"Apa-apaan ini, Aku melihat pedang itu blm mengenai ku tapi baju ku sudah terbelah menjadi 2, Apa yang dia lakukan barusan?" Batin Aoki


"Jangan terburu-buru dewa Aoki, Lawan mu bukan lah prajurit ataupun panglima tapi lawan mu petinggi istana"


"Aku sudah salah menilai mu dewi, Aku tidak akan menyerang mu seperti itu lagi, Akan ku cari tempat lemah mu di mana"


Aoki tidak perlu lagi mencari titik lemah nya dewi Seli karna dewi Seli memberitahu nya dengan senang hati


"Jika kau ingin mencari titik lemah ku, Ini lah letak kelemahan ku"


Dewi Seli menunjuk pedang nya, Aoki kebingungan dengan apa yang dewi Seli maksud


"Apa yang dewi maksud?"


"Kau tadi mencari kelemahan ku bukan, Pedang ku adalah kelemahan tubuh ku, Jika kau bisa mematahkan pedang ku kau berarti bisa mengalahkan ku"


"Tapi tidak semudah itu menyentuh pedang kesayangan ku, Sentuh lah tubuhku terlebih dahulu baru menyentuh pedang ku" Lanjut Seli


"Terima kasih atas saran mu dewi, Sebisa mungkin akan ku sentuh pedang mu itu"


"Kemari lah, Ketika kau mendengar kelemahan ku berarti kau siap untuk mati Aoki"


Dewa Aoki dan dewi Seli langsung melanjutkan pertarungan yang tadi tertunda, Aoki dan Seli Sama-sama mengeluarkan kecepatan yang mereka punya, Penonton hampir tidak bisa melihat mereka berdua saling bertarung, Sangking cepat gerakan mereka berdua, Inilah kenapa penonton ingin sekali melihat Aoki bertarung di atas medan latihan

__ADS_1


__ADS_2