
Di Jalan Lucas terus menghibur Aoki yang memikirkan Putri yang sekarang berada di rumah sakit, Lucas bingung apa yang harus dia lakuin untuk menghibur Aoki
"Pak tau enggak tadi di kantor ada kejadian lucu, Tadi Hanma bikin teh manis tapi dia masukin nya garam loh"
Aoki hanya meng iya kan kata Lucas
"Iya tadi aku juga liat Hanma muntahin minuman yang dia buat"
Lucas berusaha untuk membuat bos nya tidak khawatir dengan Putri yang berada di rumah sakit sambil mengemudikan mobil
"Pak, Bapak enggak usah khawatir sama keadaan Putri di sana, Saya yakin Putri anak yang kuat dan pasti akan Baik-baik saja"
"Iya saya tau kok, Makasih ya udah mau nasehatin saya, Sekarang saya sudah agak baikan"
Aoki dan Lucas akhir nya tiba di rumah sakit, Mereka Buru-buru masuk dan langsung mencari kamar yang merawat Putri di sana, Aoki langsung menanyakan pada tempat administrasi Dimana keberadaan anak nya tersebut
"Suster saya mau nanya kamar yang di tempati oleh pasien yang bernama Putri di mana ya" Aoki tidak sabar untuk melihat keadaan Putri nya
"Bentar ya pak kami akan cari dulu kamar berapa yang anak bapak pakai"
"Iya dok, Buruan ya"
Lucas hanya bisa diam dan melihat Aoki yang sangat peduli dan sayang pada anak nya, Lucas berfikir apa dia akan begini juga kalo liat anak nya di masa depan mengalami kesulitan
"Apa aku akan seperti Aoki, Terlihat panik dan sangat mengkhawatirkan anak ku kalo terjadi sesuatu pada nya" Benak Lucas
Suster tersebut berhasil menemukan nomer kamar yang di pakai Putri
"Ini pak saya ketemu nomer kamar nya"
"Berapa sus?"
"Kamar anak bapak nomer 22, Itu di lantai 2 pak, Bapak silahkan lurus dan belok ke kanan di sana ada lift atau tangga yang bisa bapak pakai untuk ke lantai 2"
"Terima kasih banyak sus"
__ADS_1
"Sama-sama pak"
Aoki langsung berlari dan menaiki anak tangga, Dia berfikir akan lama kalo harus nunggu lift ke buka
Yuki dan Seli sudah berada di depan kamar yang sedang merawat Putri, Dia melihat Ayah Putri datang dan langsung memberi tahu kejadian yang terjadi pada Putri di sekolah
"Permisi pak, Bapak ayah nya Putri ya?" Tanya Yuki
"Iya saya ayah nya, Kamu siapa ya?" Tanya Aoki balik
"Saya dan teman di sebelah saya sahabat nya Putri, Maaf pak apa sebelum nya Putri pernah cerita ke bapak kalo Putri di sekolah selalu di bully?"
"Dia enggak pernah bilang kalo di sekolahan sering di bully, Putri selalu ceria ketika saya menjemput nya pulang sekolah"
"Tapi emang benar Akhir-akhir ini baju Putri sering sekali kusut dan rambut dia pun sering sekali berantakan" Lanjut Aoki dalam benak nya
"Putri dari dulu sering sekali di bully di sekolahan, Dan cuma saya sama Seli yang selalu menemani nya, Kejadian ini juga terjadi karna pembullyan hari ini, Saya enggak tau harus bilang nya gimana sama bapak tentang kejadian hari ini"
"Enggak papa bilang aja saya sudah siap dengan apa yang akan saya dengar" Aoki meyakinkan gadis itu sambil memegang pundak nya
Sontak Aoki dan Lucas yang mendengar itu langsung kaget dan tidak percaya apa yang di katakan garis berusia 18 tahun tersebut
"Enggak mungkin Putri ngelakuin itu, Dia Benar-benar anak yang baik enggak mungkin Putri ngelakuin hal senekat itu" Jawab Lucas yang mengeluarkan nada tinggi seakan tidak percaya
Aoki berusaha untuk tenang walau di hati kecil dia sudah merasa hancur bagaikan pasir di gurun kering
"Saya ngerti sekarang, Dan saya minta maaf pada kalian berdua tidak bisa menjadi orang tua yang baik bagi sahabat kalian"
Lucas disitu merasa muak dan jengkel dengan Kata-kata yang di keluarkan Aoki, Karna dia tau gimana perjuangan Aoki selama ini menjaga Putri walau dalam kondisi istri nya yang hilang
"BAPAK ENGGAK SEHARUSNYA NGOMONG SEPERTI ITU!!!!!"
Aoki berusaha menghentikan omongan Lucas untuk tidak berisik dan membuat keributan di rumah sakit
"Stop!!, Saya enggak mau menjadi orang yang egois, Mereka berdua pasti merasakan sakit hati seperti saya"
__ADS_1
Disini Aoki berusaha menenangkan semua orang yang ada di situ dan fokus pada kesembuhan Putri
"Kita enggak boleh panik, Sekarang yang kita harus lakuin adalah doain Putri biar cepat sadar"
Yuki pun memberi tahu kalo Putri akan di operasi Jam 11 malam nanti
"Tadi dokter bilang ke saya Putri akan di operasi jam 11 malam nanti, Saya dan Seli akan tidur di rumah sakit malam ini"
"Makasih atas bantuan kalian berdua, Tapi jangan maksain diri kalian untuk menjaga Putri, Lagian juga kalian besok harus pergi ke sekolah" Ujar Aoki yang mengkhawatirkan mereka berdua
"Kami Baik-baik saja pak, Biarin kami jaga Putri bapak malam ini"
"Hmm baiklah tapi pulang terlebih dahulu bawa baju tebal dan jaket, Karna kalian juga enggak boleh sakit masalah nya disini dingin kalo malam"
"Iya bentar lagi kami akan pulang dan akan balik jam 9 malam"
"Iya" Jawab Aoki
Aoki pergi ke toilet dan meninggalkan mereka yang menunggu kabar selanjut nya dari dokter
"Saya pergi dulu ke toilet sebentar" Ujar Aoki pada mereka semua
Di jalan menuju toilet Lucas yang dari tadi mengikuti Aoki pun mendengar Aoki menangis di toilet, Lucas sebagai bawahan Aoki dan sebagai teman curhat Aoki tidak berdaya dalam melindungi nya kali ini, Dia sangat kebingungan harus melakukan apa agar kesedihan Aoki berhenti
Setelah keluar dari toilet Lucas Buru-buru pergi dari depan pintu toilet agar tidak terlihat oleh Aoki, Setelah berkumpul lagi di ruang tengah Lucas masih memikirkan cara untuk menghibur bos nya tapi tetap saja tidak ada cara apapun di dalam pikiran Lucas
Sedangkan itu Yuki dan Seli berpamitan pulang dan akan ke rumah sakit lagi nanti malam
"Pak maaf kami izin pulang dulu nanti kami akan balik ke sini agak malam, Tolong jaga Putri ya pak buat kami, Kami enggak mau kehilangan orang yang sudah kami anggap keluarga"
"Iya pak tolong jaga Putri buat kami" Seli melanjutkan Kata-kata Yuki yang selalu khawatir dengan Putri
"Kalian berdua doain Putri yang terbaik ya"
"Pasti pak" Balas Seli
__ADS_1
Yuki dan Seli pun meninggalkan rumah sakit untuk pulang dan Bersiap-siap kembali malam saat sahabat nya akan di operasi