War In Solitude

War In Solitude
Chapter 14. Dunia Baru


__ADS_3

Setelah Aoki bunuh diri Dia berada pada suatu tempat yang di penuhi dengan Manusia-manusia yang meminta tolong, Suara itu seperti teriakan orang yang di siksa, Aoki berjalan terus mengikuti jalur yang ada di depan nya, Dia tidak tau suara itu berasal dari mana yang Aoki liat hanyalah jalan yang kosong dan gelap


Ketika Aoki terus berjalan dia di kaget kan oleh makhluk berbadan gede yang membawa kapak berukuran sangat besar, Aoki berlari mundur ke belakang dan terus melihat keadaan di belakang sampai dia tidak tahu bawa di depan sudah ada jurang yang menanti nya


Aoki terjatuh ke dasar jurang yang tidak ada ujung nya, Dia baru sadar kalo dia sudah bunuh diri dan Aoki berfikir apakah ini awal mula dia di hukum Tuhan atas perbuatanya, Aoki pun melihat ujung jurang tapi dia tau kalo sebentar lagi badan nya akan remuk berhamburan karna jatuh dari jurang yang sangat dalam, Dan benar saja........


BBRRAAKKK!!!!!


Badan Aoki remuk seperti gula yang jatuh dari atas ketinggian


Kejadian itu terus berulang kali dan membuat Aoki pasrah dan tidak berlari melainkan dia merelakan badan dia di Potong-potong oleh makhluk tersebut, Tapi aneh nya makhluk tersebut selalu mengincar kaki Aoki terdahulu baru memotong sisa badan nya


Sudah Berpuluh-puluh kali kejadian itu terjadi, Sampai di satu Kejadian makhluk itu memotong kepala Aoki dan akhir nya Aoki sadarkan diri di suatu kamar yang sangat besar


"Aku di mana ini!!!" Aoki sambil memegang kepala nya yang merasakan kesakitan yang belum pernah ia rasa sebelum nya


Di saat Aoki sadar, Ada seorang wanita yang masuk ke dalam kamar dan langsung menyuruh Aoki tidak bergerak sama sekali, Lantas Aoki bertanya pada wanita tersebut


"Kamu siapa?"


"Terus sekarang aku dimana?" Lanjut tanya Aoki pada wanita itu


"Dewa enggak inget kejadian 5 tahun lalu" Jawab wanita tersebut


Aoki keheranan kenapa wanita tersebut menyebut nya dewa


"Aku tadi bertanya kepadamu kan, Kalau kamu itu siapa?"


"Saya istri dewa, Apa dewa enggak inget dengan saya?" Wanita itu bertanya balik pada Aoki


"Saya enggak inget, Dan dengan kejadian 5 tahun lalu pun saya tidak inget sama sekali, Bukan nya nama saya Aoki?"


"Iya emang benar anda Aoki tapi di sini anda adalah dewa Aoki, Yaitu dewa perang"


"Hah!!!, Kamu ngomong apa bukan nya dalam mitologi dewa perang itu Ares?"


"Ares?, Saya tidak tau apa yang anda maksud"

__ADS_1


"Sudahlah kamu boleh pergi saya mau istirahat sebentar"


"Baiklah dewa"


Wanita itu keluar kamar dan pergi meninggalkan Aoki sendirian di situ, Aoki kebingungan dengan semua ini, Tadi dia inget sebelum bangun dari tidur nya Aoki di Kejar-kejar oleh makhluk yang sangat besar dan selalu memotong setiap bagian badan Aoki


Aoki selalu merasa kesakitan ketika harus mengingat semua kejadian itu, Aoki hanya ingin tau sekarang dia berada di mana?


Aoki pun tertidur dan ingin semua kejadian ini hanyalah mimpi, Tapi ketika dia bangun wanita yang tadi ada lagi di hadapan Aoki sambil membawakan Buah-buahan dan Susu segar, Aoki bertanya kenapa wanita itu selalu datang ketika Aoki membuka mata


"Kamu lagi!!, Kenapa kamu selalu datang ketika saya membuka mata" Tanya Aoki pada wanita tersebut


"Karna saya istri dewa" Hanya jawaban itu yang Aoki terima


"Hmm iya saya lupa maaf"


"Iya tidak papa kok dewa"


Aoki tidak senang dengan panggilan wanita tersebut yang selalu memanggil nya dewa, Aoki juga masih belum menerima semua kenyataan ini karna istri di dunia ini bukanlah Seren yang dia cintai


"Baiklah dewa, Oh maaf baiklah Aoki"


"Terima kasih"


Wanita itu terkejut seraya tidak percaya apa yang barusan dia dengar, Karna dulu dewa Aoki tidak pernah berterimakasih kepada siapapun


"Maaf tadi anda bilang apa, Bisa ulangi sekali lagi?"


"Terima kasih, Emang apa yang salah dengan kata terima kasih"


Wanita itu senang melihat Aoki bangun dari tidur nya yang panjang dan ketika bangun dari tidur itu Aoki untuk pertama kali bilang terima kasih pada diri nya


"Enggak saya hanya terharu baru pertama kali mendengar anda mengucapkan terima kasih"


"Hah!!, Baru pertama kali?"


Wanita itu hanya menganggukan kepala dan langsung memeluk Aoki dengan erat

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan?"


"Maaf tadi saya hanya sepontan karna senang anda mengucapkan hal yang belum pernah anda ucapkan"


Aoki bertanya pada wanita tersebut nama nya karna Aoki sebenar nya tidak tau dengan siapa dia bicara dan dunia mana yang Aoki tinggali sekarang


"Maaf nama kamu siapa?" Tanya Aoki pada wanita itu


"Mungkin anda sudah lupa dengan semua nya, Tapi saya akan membantu dewa untuk mengingat nya, Mulai dari nama saya, Nama saya Angeline panggil saja Angel"


"Ohh baiklah Angel terima kasih atas semua nya ya"


"Iya Sama-sama"


"Oh iya anda sudah di tunggu oleh Dewa-dewa di luar sana"


"Dewa-dewa maksud nya apa" Aoki kebingungan dengan penjelasan Angel


"Mungkin anda akan tau kalo anda keluar dan makan bersama mereka"


"Baiklah saya akan keluar tolong bantu saya berjalan karna saya masih merasakan kesakitan"


"Baiklah dewa"


"Sudah ku bilang jangan panggil aku dengan sebutan itu" Tangan Aoki menunjuk Angel sambil memeringati supaya tidak menyebut nya dewa lagi


Angel membantu Aoki berjalan menuju ruang tengah karna di sana para dewa sudah berkumpul untuk menyambut kedatangan Aoki, Aoki sangat kecapean karna ruang tengah tersebut sangatlah jauh dari kamar nya, Setalah berusaha cukup keras Aoki sampai di ruangan tengah itu dan dia terkejut karna yang di pikirkan Aoki adalah ruangan untuk makan bersama tapi Aoki terkejut karna ruangan itu di Tengah-tengah kastil dan area tersebut di kelilingi patung raksasa


Akhir nya Aoki sampai di pertemuan Dewa-dewa tersebut dan Aoki di sambut oleh para Dewa-dewa yang sudah memulai makan karna Aoki sangat lama dan membuat mereka kelaparan


"Oi Aoki akhir nya sudah 5 tahun tertidur kamu sudah sadarkan diri ya?" Dewa yang entah siapa itu menyambut Aoki sambil melambaikan tangan, Aoki hanya membalas dengan senyuman


Dan sekali lagi semua yang melihat itu sangat keheranan karna Aoki yang mereka kenal sangatlah Pemarah, Pendendam, Dan sangat agresif ketika berbicara


"Kamu enggak papa kan kawan" Dewa itu memukul badan Aoki dan menyuruh nya duduk di kursi yang sudah di sediakan


Mereka semua makan bersama di meja yang sangat mewah dan sangat megah, Dewa-dewa itu sesekali bercanda dengan Aoki karna para dewa sudah mendengar dari Angel kalo Aoki yang sekarang sudah berbeda dengan Dewa Aoki yang dulu

__ADS_1


__ADS_2