War In Solitude

War In Solitude
Chapter 06. Mengikhlaskan


__ADS_3

Seoul, 16 Maret 2020


Setelah Aoki dan Putri berada dalam mobil, Putri bertanya pada Ayahnya yang akan mengikuti pencarian malam hari ini


"Ayah nanti malem mau ikut pencarian buat mencari mama tah?" Mendengar pertanyaan Putri membuat Aoki terheran-heran


"Iya lah, Kenapa kamu nanya begitu?"


"Enggak cuma aku mau nanya aja, Apa aku boleh ikut?"


"Udah sayang di rumah aja, Jaga rumah ya nak"


"Aku juga kan mau berusaha untuk nemuin mama!" Sambil nada yang agak tinggi


"Iya Ayah paham kok perasaan kamu, Cuma kan kita juga harus ada yang jaga di rumah, Barangkali mama pulang"


"Iya sih, Cuma......."


"Udah kamu doain aja ya"


"Iya deh" Sambil menundukan kepala dan merasa perjuangan untuk mencari mama nya yang hilang sudah sirna


Sesampainya di rumah Putri langsung turun dan Aoki meninggalkan nya untuk pergi ke kantor polisi


"Udah sampe rumah kamu masuk gih mandi terus makan, Tunggu berita dari Ayah ya"


"Dah kamu pasti bisa kok lalui ini semua" Lanjut Aoki untuk memberi semangat pada Putri


"Iya aku masuk dulu ya yah, Ayah Hati-hati di jalan"


"Iya nak, Jangan lupa kunci rumahnya" Kata Aoki sambil menyalakan mobilnya dan langsung pergi ke kantor Polisi


"Dah yah" Sambil melambaikan tangan


( Beberapa menit kemudian )


"Akhirnya sampe juga di kantor Polisi"


Aoki masuk ke dalam kantor dan langsung bertemu kepala Polisi yang kemaren bertugas melakukan pencarian


"Halo pak ini saya yang kemaren sama bapak melakukan pencarian istri saya"


"Oh iya pak, Saya kemaren sempat menyelidiki kasus bapak dan saya menemukan keanehan"


Aoki pun bingung apa yang di bicarakan polisi tersebut


"Keanehan gimana pak"


"Iya saya kemaren menemukan rekaman istri bapak sedang berbelanja sayur tidak jauh dari rumah nya"


"Coba saya liat pak!"


Sang polisi pun memutar vidio rekaman yang di ambilnya kemaren


"Aoki melihat Vidio itu dan alangkah kagetnya ada 3 orang pria yang mengikuti istri nya dari belakang, Dia pun bertanya pada polisi tersebut"


"Loh pak itu siapa yang di belakang istri saya?"


"Kami masih menyelidiki nya dan ketika saya dan rekan saya mengumpulkan semua rekaman CCTV, Ada satu rekaman yang tidak di tangkap oleh CCTV yang ada di komplek tersebut"


"Coba pak saya liat" Sambil Aoki pernasaran apa yang terjadi di CCTV itu


"Nih coba bapak liat"

__ADS_1


Aoki sangat heran kok bisa semua rekaman bisa menangkap gambar Isti nya dan 3 orang tersebut tapi di rekaman yang satu ini tidak ada


"Terus pak istri saya dan 3 orang itu pergi kemana?"


"Kami sudah selidiki sampai akhir tetapi cuma sampe situ saja pak rekaman yang bisa kami dapatkan"


"Dan hari ini kita akan ke lokasi tersebut" Lanjut polisi


"Baik pak, Kita akan berangkat jam berapa?" Kata Aoki yang tidak sabar ingin pergi ke lokasi


"Bentar lagi, Saya dan tim lagi menyiapkan Alat-alat yang di butuhkan"


"Baik pak"


Selagi Aoki menunggu persiapan untuk penyelidikan, Aoki menelepon Putri


"Halo nak kamu udah makan sama mandi belum?" Tanya Aoki


"Udah barusan selesai mandi habis ini mau masak mie sama telor yah"


"Makan yang banyak ya, Jangan sampe kamu sakit"


"Iya ayah, Ayah udah jalan tah?"


"Belum ini lagi nunggu persiapan"


"Yaudah Putri mau makan dulu ya" terdengar suara panci yang sedang di isi air


"Iya nak, Assalamualaikum"


"Waallaikumsallam"


Setelah menunggu hampir 30 menit Aoki dan pasukan yang siap mencari Seren pun berangkat


"Baik" Dengan semangat yang Aoki miliki, Dia yakin hari ini akan menemukan istri nya


Di dalam perjalanan Aoki selalu memohon agar Tuhan melindungi Seren


Aoki dan Polisi sudah sampe tempat tujuan, Dan mereka langsung melalukan penyelidikan


Sudah hampir 5 jam mereka mencari dan tidak dapat menemukan apapun, Jam juga sudah menunjukan pukul 21:00


"Hm sudah 5 jam aku mencari Seren tapi tidak ada hasil cuma jejak saja yang aku dan polisi temukan, Itu juga cuma sedikit" Sambil pusing harus memikirkan mencari dimana lagi


"Pak permisi saya mau ngobrol dengan bapak kayaknya kita sudahi dulu pencarianya, Mungkin besok hari terakhir pencarian dengan bapak, Seterus nya kami akan menyelidiki sendiri"


"APA PAK!!!, Saya cuma bisa ikut pencarian cuma sampai besok, Apa enggak masalah begitu?" Aoki berbicara dengan nada tinggi


"Iya pak, Kami akan berusaha sebisa mungkin mencari istri bapak yang hilang, Serahkan semuanya pada Polisi"


"Tapi kan pak saya juga pengen mencari keberadaan istri saya"


"Iya saya mengerti perasaan bapak, Tapi ini sudah menjadi prosedur kami, Kami hanya bisa mencari korban dengan bantuan bapak cuma sampai 3 hari"


Dalam benak Aoki mulai muncul kecurigaan pada polisi yang sedang bertugas bersama nya


"Baik deh pak saya akan ikuti prosedur bapak, Tapi tolong cari istri saya"


Polisi yang di curigai oleh Aoki ternyata memang sudah tidak ada niatan untuk mencari istri nya yang hilang


"Siap pak kami akan mencari istri bapak"


"Iya pak, Makasih" Dengan nada yang agak sinis

__ADS_1


Pada akhirnya hari ini tidak ada yang bisa di temukan sama sekali,Aoki dan gerombolan Polisi yang bertugas memberhentikan pencarian pada hari itu


"Oke semuanya kita sudahi pencarian hari ini, Kita akan lanjut besok dan mencari di dekat hutan daerah sini" Sambil membubarkan personil nya


Aoki sendiri pergi untuk pulang ke rumah nya, di perjalanan dia sangat ngantuk dan ingin cepat pulang dan beristirahat


"Aduh hari ini juga sama saja tidak ada yang aku dapat, Mudahan di hari terakhir aku bisa nemuin Seren"


Akhirnya Aoki sampai juga di rumah dan langsung masuk ke dalam untuk mandi dan makan habis itu tidur mengistirahatkan badan nya


"Ahh mandi dulu terus habis itu makan"


Selesai mandi dan makan Aoki masuk ke dalam kamar Putri untuk mengecek apakah dia sudah tidur apa belum


"Gimana ya Anakku, Sudah tidur apa belum"


Aoki sangat senang melihat Putri yang masih giat belajar walau di kondisi seperti ini


"Wah-Wah-Wah anak Ayah rajin banget belajar"


"Iya dong kan bentar lagi Ujian terus aku lulus dan aku mau lanjutin usaha ayah di Seoul"


"Iya kamu nanti kerja di situ aja ya, Tapi ayah belum bisa ngasih jabatan yang tinggi, Kamu mulai dari awal dulu ya nak"


"Iya gapapa yang penting aku kerja usahaku sendiri"


"Ayah bangga sama kamu" Sambil mencium kening anak nya


"Kira-kira nih kamu Cita-cita nya pengen jadi apa sih ayah pengen tau"


"Aku pengen banget punya restoran kayak ayah dan jadi bos nya"


"Aku juga enggak perlu nyewa fotografi atau jasa desain, Aku kan bisa itu semua hehehe"


"Emang kamu bisa semua tapi kan kamu enggak harus ngerjain begituan sendiri, Kamu harus bisa bekerja secara team dalam usaha"


"Iya ayah aku tadi cuma bercanda doang kok, Intinya kalo aku mau buka usaha aku cuma minta ajarin marketing & branding"


"Pasti kok Ayah ajarin kamu"


Di sela pembicaraan yang asik itu Putri Tiba-tiba menanyakan mama nya yang sudah ada kabar apa belum


"Oh iya yah gimana tadi"


"Tadi Ayah cuma di kasih tau kalo besok hari terakhir Ayah ikut pencarian, Emang sih alesanya enggak logis tapi mau gimana lagi itu sudah prosedur dari kantornya"


"Kok gitu sih!!?"


"Ayah juga enggak tau, Tapi kita percayain aja ya sama mereka"


"Iya deh ngikutin aja aku mah" Putri yang dari tadi mulai merasa ini sudah tidak beres


Aoki yang sudah melihat Putri ngantuk pun meminta nya untuk tidur


"Aaahhhh Ngantuk" Putri yang sudah ingin tidur pun mengeluarkan suara seperti singa yang lapar


"Hahaha lucu ya kamu kalo ngantuk sayang"


"Dah sana ayah tidur" Sambil mendorong Ayahnya keluar kamar


"Iya iya ayah keluar, Ayah matiin ya lampunya kamu tidur yang nyenyak"


"Iya dahh, Goodnight, Aku sayang Ayah sama Mama, LOVE U Kalian berdua"

__ADS_1


" ( Dalam hati Aoki ) Dasar bocah"


__ADS_2