War In Solitude

War In Solitude
Chapter 13. Aku Pun Akan Pergi


__ADS_3

Seoul, 18 Maret 2020


Satu persatu Lucas mengantarkan Yuki dana Seli, Setelah selesai mengantarkan mereka berdua Lucas langsung membawa Aoki pulang ke rumah, Sesampai nya di rumah Lucas menyuruh Aoki beristirahat sebentar di kamar nya


Lucas pun membuatkan teh hangat untuk menenangkan Aoki yang baru saja kehilangan Putri nya tersebut


"Ini pak teh hangat nya di minum dulu" Lucas segera membantu Aoki bangun dari kasur dan menyuruh nya duduk


"Makasih teh nya"


Selesai meminum teh Aoki bertanya kepada Lucas apa itu arti keluarga buat dia


"Saya mau nanya sesuatu ke kamu"


"Apa arti keluarga buat kamu?" Lanjut Aoki sambil memberi pertanyaaan terkait keluarga


Lucas sempat kaget dengan pertanyaan yang di lontarkan Aoki buat diri nya, Dia juga sempat kebingungan tapi dengan cepat Lucas bisa menjawab nya


"Hmm buat saya keluarga adalah di mana kita menempatkan hati buat seseorang yang kita cintai, Maksud nya kita harus bisa menentukan hati kita buat siapa itu,pun dia bukan satu darah tapi ketika kita mencintai nya dialah keluarga kita, Seperti saya yang sudah menganggap bapak adalah keluarga saya" Jawab Lucas


"Saya cuma enggak bisa nerima ini semua, Di saat saya kehilangan istri saya, Saya hanya memikirkan istri saya tanpa tau kondisi Putri di sekolah bagaimana, Saya ini orang tua yang enggak berguna dan enggak becus menjaga keluarga" Aoki sekali lagi merasa bersalah pada keluarga nya dan dia tidak bisa memaafkan kesalahan itu


"Semua orang pasti pernah berbuat kesalahan walau itu kecil maupun besar, Saya mengerti perasaan bapak tapi tolong berhenti menyalahkan diri sendiri ya pak, Bapak bisa lalui ini semua"


Lucas memegang betis Aoki dan langsung pamit untuk membuatkan makanan di dapur


"Saya ke dapur dulu pak ingin membuatkan sarapan"


"Iya silahkan"


Di perjalanan menuju dapur Lucas melihat foto Aoki, Seren, Dan Putri pas Putri masih SD, Lucas sangat bangga pada Aoki bisa membesarkan Putri dengan baik, Suatu saat Lucas akan seperti Aoki yang selalu menjaga keluarga nya dari dekat maupun jauh


Di saat Lucas memasak dia mendengarkan ambulan datang ke rumah nya, Lucas memastikan keluar apakah benar itu ambulan yang membawa mayat Putri


"Itu kok kayak suara ambulan ya, Coba ah aku keluar untuk memastikan itu beneran ambulan dari rumah sakit Putri di rawat bukan"


Ternyata benar itu ambulan yang membawa jenazah Putri, Segera Lucas membantu untuk membawa badan Putri masuk ke dalam rumah, Sampai di dalam Aoki keluar kamar


Melihat jenazah Putri sudah sampai Aoki langsung berlari dan memeluk badan anak nya lagi seraya tidak percaya kalo ini semua terjadi, Para perawat yang membawa Putri pamit untuk balik ke rumah sakit


Rencana penguburan Putri habis ashar dan ketika dzuhur mereka mengundang tamu untuk mendoakan Putri saja karna disini negara Korea kebanyakan menganut agama Kristen dan Katolik tidak banyak yang beragama Islam, Jadi hanya sedikit yang mensholatkan jenazah


Selesai Lucas membuat sarapan, Aoki dan Lucas pun makan dan sebentar lagi mereka akan banyak kedatangan tamu, otomatis Aoki tidak boleh terlihat lemas di hadapan Orang-orang yang akan mendoakan Putri


Jam sudah menunjukan pukul 11:45, Satu persatu Orang-orang berdatangan dan memberi semangat pada Aoki agar terus menjalani hidup dengan kuat

__ADS_1


Tidak kerasa waktu sudah menunjukan pukul 14:30 bentar lagi Aoki dan Lucas akan melaksanakan Sholat ashar dan habis itu pergi ke pemakaman untuk menguburkan jenazah sang anak


Disela kesibukan Aoki menerima tamu teman Putri datang lagi untuk menemani Putri di Saat-saat terakhir, Yuki dan Seli ingin menemani Putri ketika nanti di kubur


"Pak kita ketemu lagi, Saya sama Yuki ingin menemani bapak untuk membawa Putri ke peristirahatan terakhir" Ujar Seli pada Aoki, Yuki hanya terdiam dan tidak sanggup Berkata-kata sambil memandangi jenazah Putri yang sudah di selimuti kain kafan


"Terima kasih sudah mau membantu saya, Saya juga makasih telah melindungi dan menyayangi anak saya"


"Kami hanya manusia biasa pak yang membutuhkan manusia lain untuk menyayangi diri kita"


Aoki melihat dua gadis itu sangat lemas dan sangat kehabisan tenaga saat membantu nya di rumah sakit semalam, Aoki menyuruh mereka untuk pergi ke dapur untuk makan


"Kalian lemes banget, Belum makan ya?" Tanya Aoki


"Iya, Tadi kami di rumah hanya di tinggalkan uang saja sama orang tua" Jawab Seli


"Kalo kamu gimana Yuki?" Tanya Aoki lagi pada Yuki dan hanya melamun sambil menundukan muka


"Sama" Cuma kata itu saja yang keluar dari mulut Yuki


"Ya udah kalian masuk ke dalam dan ke dapur di sana ada Lucas"


"Makasih pak, Kami minta maaf sudah merepotkan"


"Ahh kalian kayak ke siapa aja" Disaat Putri sudah tidak ada Aoki tidak pernah tersenyum, Tapi kali ini dia tersenyum untuk pertama kali nya lagi


Aoki dan Lucas pun segera Bersiap-siap sholat ashar dan melaksanakan sholat jenazah untuk Putri


Yuki yang melihat ibadah itu sangat terharu dan membuat dia menangis melihat Putri yang sebentar lagi akan di kubur


Selesai mensholatkan Putri, Aoki dan Lucas bergegas membawa Putri ke pemakaman, Di perjalanan Aoki hanya melamun sambil membawa keranda sang anak, Sesampai nya di pemakaman mereka semua yang hadir membantu penguburan Putri dan ketika selesai di kubur Aoki dan seluruh orang menaburi kuburan Putri dengan kembang, Yuki san Seli berdoa dengan kepercayaan mereka Masing-masing


Semua kerabat, Teman, Sodara, Semua menangis untuk kepergian Putri


Hari sudah mulai gelap dan semua orang sudah mulai membubarkan diri, Yuki dan Seli berterimakasih pada Aoki yang sudah membolehkan nya ikut dalam penguburan sahabat nya itu


"Pak makasih banyak, Sudah mau mengizinkan kami ikut"


"Saya juga makasih kepada kalian berdua"


"Terus kuat ya pak kami akan selalu berdoa yang terbaik demi keluarga bapak"


"Terima kasih banyak untuk semua nya" Ujar Aoki pada mereka berdua


Yuki dan Seli meninggalkan Aoki, Hari sudah malam Aoki pun menyuruh Lucas untuk balik ke rumah dan beristirahat, Aoki minta izin ke Lucas untuk tidak datang ke kantor besok, Dan Lucas memaklumi nya

__ADS_1


"Udah mulai malam kamu pulang gih, Istirahat yang cukup...... oh iya besok saya minta izin ya untuk tidak masuk kantor"


"Baik pak saya akan urus semua nya di kantor, Jaga diri bapak Baik-Baik ya pak, Saya pamit pulang assalamualaikum"


"Waallaikumsallam" Aoki menutup pintu dan langsung mandi dan beristirahat


Selesai mandi Aoki langsung tidur, Di saat semua ini terjadi dan sekarang Aoki tidak memiliki apapun lagi dia menangis di atas kasur sambil meremas seprei yang dia pakai, Di keputusasaan ini Aoki berfikir untuk mengakhiri hidup nya, Dia sudah siap menerima resiko seburuk apapun di akhirat nanti, Aoki berfikir kalo hidup di dunia ini tidak memiliki siapapun tapi ketika dia mati dia bisa melihat Seren dan Putri di akhirat nanti


( KEESOKAN HARI )


Di kantor Lucas memberi tahu kalo Aoki hari ini tidak masuk kerja karna keadaan nya yang sekarang, Lucas sangat memikirkan keadaan Aoki yang sekarang


( HARI KE 2 AOKI TIDAK BERANGKAT )


Lucas bertanya pada semua karyawan yang berkerja pada siang hari itu, Apakah mereka melihat Aoki


"Ada yang melihat bos enggak hari ini?" Tanya Lucas pada semua karyawan


"Enggak pak, Kami belum liat dari pagi"


Lucas mulai memikirkan yang Aneh-aneh tapi dia harus bisa fokus untuk pekerjaan nya, Lucas sebisa mungkin berfikir Positif


"Mungkin Aoki hari ini ngambil libur lagi, Emang benar dia harus banyak liburan dulu dan tidak memikirkan pekerjaan di kantor" Benak Lucas


"Ya mudahan besok dia masuk" Lanjut Lucas di benak nya


( HARI KE 3 AOKI TIDAK BERANGKAT )


"Yaallah ini anak kemana sih kok belum Masuk-masuk juga, Emang bener butuh istirahat tapi enggak sampe 3 hari juga, Mana enggak ada kabar dari dia"


"Pulang kerja nanti aku ke rumah nya aja lah liat kondisi dia gimana" Lanjut Lucas


( Berfokus pada Aoki yang ada di rumah )


"Hari ini aku akan akhiri hidupku sendiri, Aku harus tegar dan harus berani"


Hari sudah malam Lucas yang sudah selesai bekerja segera menuju rumah Aoki untuk mengecek keadaan nya, Sesampai nya di rumah Aoki Lucas langsung masuk, Dia melihat keadaan rumah yang sangat berantakan, Lucas mencari Aoki di sudut ruangan tapi tidak ketemu juga


Lucas sangat kaget ketika dia sudah berada di atas atap, Dia menemukan Aoki yang berdiri di ujung tembok seperti yang di lakukan Putri kala waktu ingin bunuh diri, Lucas berfikir apakah ini sama dengan apa yang Putri lakukan ketika bunuh diri


"Pak apa yang bapak lakukan......."


Belum melanjutkan Kata-kata nya Aoki menghadap ke arah Lucas dan mengatakan sesuatu yang membuat Lucas kaget


"Saya Akan menjemput keluarga saya" Itu yang Aoki katakan pada Lucas sebelum bunuh diri

__ADS_1


BRRUUUKKKK!!!!!!


__ADS_2