
Tak selang lama panglima yang menemani Aoki tadi menghampiri dewa Amber dan mengatakan
"Dewa, Aoki sudah selesai dengan latihan nya dan dia sekarang menuju medan latihan"
"Baiklah terima kasih atas info nya, Kau boleh kembali ke tempat"
"Dia memang dewa yang bisa di andalkan" Batin Amber
Dewa Amber pun melihat Aoki yang masuk melalui pintu depan medan latihan, Aoki mengisyaratkan pada dewa Amber kalo dia sudah berhasil dengan tes yang dewa Amber berikan pada nya
Aoki mendatangi keluarga nya yang sedang melihat pertandingan keluarga dewi Scar, Tapi yang bertanding kali ini adalah adik dari dewi Scar yaitu dewi Sunny
Ketika Aoki memalingkan pandangan nya ke arah pertandingan ternyata dewi Sunny sudah mengalahkan duplikat nya dan waktu nya untuk istirahat sebentar
"Padahal aku ingin melihat pertandingan itu" Batin Aoki kecewa
Angel yang melihat Aoki menyuruh Aoki untuk istirahat sebentar di kastil dan dia akan membawakan makanan dan minuman untuk membuat Aoki kembali semangat
"Sayang" Ucap Angel
"Iya ada apa memanggil ku?"
"Kau ke kastil lah, Aku akan membawakan makanan dan minuman untuk mu, Ku lihat dari tadi kau seperti mayat hidup, Tidak ada energi nya sama sekali"
"Akan ku ambilkan ya untuk mu?" Lanjut Angel bertanya
"Terima kasih istri ku"
Di waktu yang tinggal 30 menit lagi sebelum penutupan latihan dewa, Aoki beristirahat sebentar dan makan apa yang di bawa oleh Angel
"Ini sayang sup nya dan minum susu nya, Kau suka ini kan ketika merasa tidak enak badan?"
"Jangan terlalu memaksakan diri untuk ku, Aku bisa lakukan ini sendirian"
"Aku ini istri mu dan itu lah kewajiban ku"
Justin dan Lucas sangat malu melihat tindakan yang kak Angel berikan kepada kak Aoki
"Yuhu jangan lupakan kami di sini" Ucap Lucas
"Hehe maaf Adik-adik ku, Kalian juga ingin makan seperti kakak mu ini tah?" Tanya Angel
"Aku mau kak"
Justin mengacungkan tangan, Dia juga sudah merasakan perut nya mulai habis di makan oleh Cacing-cacing di perut nya, Angel pergi keluar untuk membawakan makanan yang Justin minta untuk nya
"Ini dia adik ku, Makan lah sebentar lagi penutupan akan segera di mulai, Apa kau juga ingin makan terlebih dahulu Lucas?" Tanya Angel
"Tidak terima kasih"
Lucas langsung saja pergi ke medan latihan dan duduk di tempat nya itu, Dia tidak ingin di manja oleh keluarga nya sendiri
Pertandingan terakhir akan segera di mulai dan para dewa-dewi sudah berkumpul lagi di tempat Masing-masing, Para petinggi istana juga sama sudah duduk di singgasana nya
__ADS_1
Dewa Sonic mengajak dewa Basium untuk taruhan, Dari dewa Hisoka dan Value siapa kah yang akan menang
"Basium, Apa kau ingin taruhan dengan ku?"
"Taruhan seperti apa?"
"Jika Hisoka menang pinjamkan pedang mu sebentar saja"
"Cuma itu saja yang kau mau?, Sekarang pun akan ku berikan pada mu kalo kau mau"
"Jika Value yang akan menang, Apa yang akan kau berikan pada ku?" Lanjut Basium bertanya
"Jika Value yang menang kau boleh meminjam pedang ku"
"Tidak, Tidak, Jika Value menang berikan aku 1000 peso, Setuju?"
"Akan ku berikan 10 juta peso hanya untuk taruhan ini"
"Baiklah jika itu yang kau inginkan"
Hisoka pun sudah memasuki medan latihan, Catalika yang memimpin jalan nya pertandingan bingung karna Value belum juga datang ke medan latihan
"Di mana Value?" Tanya Catalika pada Hisoka
"Tunggu lah sebentar, Dia sedang berjalan ke arah sini" Ucap Hisoka
Hisoka terus tersenyum seperti penjahat badut yang tidak pernah takut akan kegagalan, Dia melatih Value dengan sangat kerasa Sampai-sampai ketika Value masuk medan latihan badan Value hampir tidak berbentuk
Keluarga pemimpin istana memang tidak ada yang memiliki kekuatan di bawa Rata-rata, Mereka semua adalah monster yang akan mewujudkan perdamaian di dunia ini, Tidak Amber tidak Hisoka mereka berdua adalah monster di bawa didikan dewa tertinggi di dunia
Value masuk ke medan latihan dengan badan yang penuh dengan luka, Bahkan Ketika jalan darah keluar dari badan Value
"Ada apa dengan badan mu?" Tanya Catalika
Belum sempat menjawab pertanyaan yang di berikan Catalika, Hisoka langsung menyela pembicaraan
"Rupa nya kau sudah datang murid ku"
"A..aku di..di sini untuk melawan mu dewa"
Dewi Catalika menanyakan pada Hisoka apa yang terjadi dengan Value dan latihan seperti apa yang Hisoka berikan pada nya
"Apa yang kau lakukan pada Value Hisoka!!"
"Tidak ada yang perlu di khawatir kan, Biarkan dia menari di atas Bayang-bayang nya"
"Apa yang kau maksud?"
"Kemari lah murid ku, Apa kau ingin diam saja di sana, Waktu terus berjalan dan kau hanya ingin mati seperti itu?"
"Kemari lah, Lawan lah guru mu ini"
Catalika menghentikan Value yang berjalan ke arah Hisoka dan Hisoka memberi tahu semua nya, Semua penonton, Semua dewa-dewi dan petinggi istana kaget dengan apa yang di beritahu oleh Hisoka kecuali dewa tertinggi Eternal
__ADS_1
"Orang yang kau lindungi itu adalah utusan dari dewi Ledy"
"Siapa dewi Ledy, Tidak pernah ku dengar nama itu?"
"Dewi Ledy tangan kiri dari dewi Seren, Apa kau ingin terus melindungi anak itu Catalika?"
Sebelum Catalika memberikan Value pada Hisoka, Catalika menanyakan hal itu pada diri nya, Apakah benar Value adalah suruhan dari dewi Ledy
"Apa kau suruhan dari dewi Ledy?"
Jawaban yang Value berikan membuat semua makin percaya jika omongan dewa Hisoka adalah benar
"Ya, Aku suruhan dari dewi Ledy, Kedatangan ku kemari adalah untuk mengetahui semua rencana yang pemimpin tertinggi lakukan dan tidak ku sangka ada dewa yang mengetahui niat busuk ku kemari"
"Bodoh nya kalian yang bisa menerima ku makan di meja perjamuan dengan kalian semua, Apa kalian tidak menyadari jika aku adalah penghancur semua rencana kalian" Lanjut Value
"Kau yang tidak berguna, Jika kak Eternal sudah memberikan aku wewenang untuk melatih orang asing maka kakak ku sudah mengetahui semua rencana mu, Kau yang masuk jebakan dewa tertinggi Eternal, Apa kau yakin semua yang kau dengar itu rencana petinggi istana?" Ucap Hisoka
"Semua gerak-gerik mu sudah ku baca ketika kau masuk Diam-diam ke dalam istana, Kau sendiri lah yang membunuh diri mu, Jangan harap kau bisa keluar istana dengan selamat"
Tidak lama setelah perdebatan itu, Muncul naga hitam yang tidak lain adalah dewi Ledy sendiri yang mengendarai naga tersebut, Dewi Ledy turun dari naga dan menyambut semua dewa-dewi yang hadir saat itu
Dewa Argus menyuruh semua panglima untuk membawa rakyat keluar dari medan latihan
"Semua panglima segera keluarkan penduduk dari medan latihan dan jaga lah mere..."
Belum sempat selesai berbicara Argus sudah mendapatkan serangan yang di keluarkan dari jari dewi Ledy, Serangan itu seperti leser yang sangat tajam
"Berhenti lah bicara Argus, Apa kau tidak melihat aku sedang berbicara?" Ucap dewi Ledy
"Wah wah, Apa kau memanggil ibu mu Value?" Tanya Hisoka
Belum sempat mengeluarkan satu kata, Kepala Value langsung terpotong oleh kuku panjang milik Hisoka
"Jika kau ingin menjadi dewa, Maka lakukan lah dengan benar" Hisoka sambil membelakangi badan Value yang sudah jatuh ke tanah
"Baiklah lagi pula aku tidak membutuhkan sampah seperti dia lagi, Kedatangan ku kemari hanya ingin memberitahu bahwa dewi Seren sebentar lagi akan menggunakan Putri sebagai senjata penghancur bumi, Maka dari itu 4 hari setelah ini akan ada gerhana matahari total dan saat itu lah perang besar akan terjadi, Maka persiapan kan lah pasukan sampah mu itu dewa Eternal"
Aoki yang mendengar nama anak nya di sebut dia langsung memberanikan diri untuk menyerang dewi Ledy, Dengan kecepatan maksimal nya Aoki menyerang dewi Ledy Dengan pedang andalan nya, Sedikit lagi mengenai badan dewi Ledy Tiba-tiba saja Aoki di lempar oleh dewa Hisoka ke arah pinggir medan latihan
"Apa yang kau lakukan bodoh, Kau bukan tandingan dia, Ingat lah kau hanya dewa yang baru saja bangun dari tidur panjang mu"
Dewi Ledy mengetahui kalo yang menyerang dia tadi adalah Aoki dewa yang dulu anak nya pernah di ambil oleh dewi Seren
"Apa kau sudah bangun dari tidur panjang mu Aoki?"
"Apa yang kau lakukan pada anak ku?"
"Dewi Seren hanya ingin Putri anak mu...."
Itu lah Kata-kata terakhir yang Aoki dengar sebelum badan dewi Ledy remuk hancur berantakan dan badan itu tidak lah nyata hanya duplikat saja
"Apa yang dewa lakukan?" Tanya dewa Argus
__ADS_1
"Tidak ada hal yang harus kita dengar dari dia, Sebaik nya kita bergegas untuk merencanakan hal yang sebenar nya"
Aoki kebingungan kenapa badan dewi Ledy bisa hancur sendiri tanpa ada sebab dan Kata-kata yang dewi Ledy ucapkan tadi belum sempat Aoki dengar sepenuh nya