War In Solitude

War In Solitude
Chapter 08. Mengambil Kebahagiaan 1


__ADS_3

Setelah sampai di restoran Aoki dan Alui makan ayam goreng dan ramen, Entah mereka berdua memiliki standar makanan yang aneh


"Oke loe pesan apa biar gue yang bayar hari ini" Kata Alui sambil memamerkan kartu kredit baru nya


"Wih loe nyolong dimana?" Jawab Aoki sambil tertawa


"Dasar anak setan"


"Udah sana pesan makanan nih kartu nya, Aku mah di samain aja kayak kamu"


"Oke aku ke sana dulu ya"


"Ya jangan Lama-lama"


Habis Aoki pesan makanan, Aoki dan Alui berbincang mengenai habis kelulusan mereka ingin kemana


"Kamu habis lulus mau kerja apa kuliah?" Tanya Aoki


"Kayak nya aku langsung kerja buat bantuin keluarga di rumah"


Alui adalah anak orang kaya tapi dia hidup tidak menggantungkan seluruh hidup nya pada keluarga yang kaya raya, Dia ingin mencari uang sendiri dengan keringat nya


"Napa kamu enggak kuliah aja Lui?"


"Gapapa pengen aja kerja"


"Kenapa juga harus Cape-cape kerja, Keluargamu lebih mapan dari keluargaku"


"Aku pengen hidup sendiri dan melakukan nya sendiri, Dan ingin menjadi kaya seperti keluarga ku dengan kerja kerasku sendiri, Apa-apa akan ku lakukan sendiri mulai lulus nanti" Jawab Alui dengan Bersungguh-sungguh ingin menjadi orang yang sukses dengan tanganya itu


Hampir 20 menit menunggu makanan akhir nya datang ke meja yang mereka berdua duduki


"Permisi ini pesanan nya 2 ramen Ichiro dan 1 porsi chicken berukuran sedang, Dan minumnya 2 buah Coca-cola" Kata sang pelayan sambil menaruh pesanan di atas meja


"Iya mbak makasih banyak" Kata Aoki sambil tersenyum


"Cantik ya ceweknya kayak nya seumuran dengan kita?" Tanya Aoki pada Alui


Tetapi pertanyaan itu tidak di gubris oleh Alui, Karna Alui terus melihat cewek tersebut dengan perasaan yang dia tidak ketahui


"Oi aku lagi bicara denganmu mata mesum" Lanjut Aoki


"Apa-apa aku tadi enggak dengar, Mau mati kau bilang aku mesum setan?" Jawab Alui sambil menampar Aoki


"Sakit tau tamparan mu, Dari dulu enggak pernah berubah tuh tangan suka banget nampar orang"


"Maka nya aku sayang banget sama nih tangan"


Di tempat restoran inilah Alui baru pertama kali merasakan suka terhadap seseorang dan orang itu adalah orang sederhana


Selesai makan Aoki dan Alui membayar makanan nya


"Yuk bayar dulu makanan nya"


"Hah? Bukanya tadi sekalian bayar ya?" Tanya Alui sambil keheranan


"Tadi kata mbak nya bayar nya tuh nanti selesai makan"


"Baru tau ada restoran yang kek gitu di Korea" Sambil Garuk-garuk kepala


"Sama Aing juga"


Alui sekali lagi melihat cewek yang tadi mengantarkan makanan ke meja nya dan Alui menanyakan nomer telepon ke mbak kasir yang sedang bertugas malem itu

__ADS_1


"Mbak-mbak mau nanya itu cewek orang baru ya di restoran ini" Melontarkan pertanyaan kepada kasir itu


"Iya mas dia anak baru, Dia rajin terus juga anak nya cekatan, kenapa nanya begitu mas nya, Suka ya mas nya" Kata kasir tersebut sambil menggoda nya


"Ehh enggak kok cuma nanya aja" Alui merasa malu dan langsung to the point saja


"Cummaaa mau nanya aja berapa nomer handphone nya hehehe" Ketika itu juga pipi Alui memerah


"Maaf mas saya enggak bisa ngasih tau nomer pelayan di sini, Sekali lagi saya minta maaf"


Mendengar jawaban kasir itu Alui merasa kecewa dan Impian untuk mendekati cewek tersebut hilang seketika


"Ya udah gapapa mbak makasih ya atas pelayanan hari ini, Enak banget tadi makanan nya" Alui pun Pura-pura tidak kecewa sambil memegang perut nya menandakan kenyang dan menikmati hidangan di restoran tersebut


"Makasih nanti mampir lagi ya di restoran kami"


Keluar dari restoran itu Aoki izin pengen buang air kecil dulu dan masuk lagi ke dalam restoran, Sementara Alui menunggu di luar


"Eh bentar aku kebelet buang air kecil nih, Tunggu di sini dulu ya aku mau masuk lagi, Bentar aja"


"Oce"


Selesai Aoki buang air kecil, Aoki menghampiri cewek yang tadi Alui berusaha dapetin nomer handphone nya


"Mbak-mbak maaf boleh nanya enggak nama nya siapa?"


"Oh mas yang tadi mesen makanan di meja itu ya" Sambil nunjuk meja yang di tempati Aoki tadi


"Iya bener"


"Nama saya Lea"


"Hm nama yang bagus, Oh ya nama aku Aoki"


"Boleh kok mana handphone nya?" Tangan cewek itu pun meminta handphone nya Aoki


"Oh iya Maaf-maaf" Tangan Aoki langsung masuk kedalam saku celana untuk mengambil handphone nya


"Ini handphone nya" Lanjut Aoki


Selagi cewek itu mengetik nomer nya Aoki melihat Alui yang sudah menunggu lama di luar


"Nih udah aku masukin, Udah aku kasih nama juga kok"


"Oke makasih nanti aku hubungin ya" Aoki meninggalkan restoran sambil melambaikan tangan pada cewek itu


Alui merasa cape dan kesal merasakan kaki nya yang kesemutan menunggu Aoki keluar


"Oi jangan bengong Napa" Aoki yang menepuk pundak tema nya


"Lama banget sih, Buang air kecil apa besar maneh tuh?"


"Udah enggak usah ngambek napa, Aku tadi lama minta nomer cewek itu"


"Beneran dapet?" Tanya Alui sambil mengambil handphone Aoki yang ada di tangan nya


"Ini anak beneran enggak sabaran, Semenjak kapan loe bisa suka sama cewek?"


"Gue juga manusia ya" Tangan Alui yang hampir menampar Aoki tetapi Aoki menutupi muka yang dikit lagi mengenai wajah tampan nya


"Gila nih orang ringan tangan banget, Apa iya loe nanti punya istri ringan tangan, Tak peringatin ya jangan sampe loe ringan tangan ke cewek"


"Iyalah tau, Tangan gue eksklusif buat nampar muka loe aja"

__ADS_1


"Di sini sapa sih yang setanya loe apa gue?"


"Loe aja, Gue mah malaikat "


"Nih handphone loe makasih ya, Dah yuk pulang mau mandi terus tidur" Lanjut Alui sambil mengembalikan handphone nya


Di jalan mereka membahas masa depan Masing-masing


( KEMBALI KE MASA SEKARANG )


Di perjalanan Aoki Buru-buru ke kantor karna baru inget ada meeting yang harus di lakukan nya, Dia pun mengecek handphone nya dan sudah banyak telepon masuk yang tidak di angkat


"Yaallah aku sampe lupa kalo hari ini ada meeting penting, Harus cepetan sampe ke kantor"


Sudah sampai kantor Aoki bertemu Lucas yang berada di parkiran menunggu nya, Lucas berjalan menuju mobil Aoki dan langsung menyuruh nya ke cafe depan untuk meeting


"Pak dari mana saja bapak kami sudah menunggu bapak satu jam setengah"


"Iya maaf saya tadi tidak liat jam dan malah asik ngobrol dengan orang di taman"


"Bapak mementingkan ngobrol dari pada perusahaan bapak sendiri?" Tanya Lucas sambil mengeluarkan nada tinggi


"Iya saya minta maaf saya enggak tau kalo sudah siang"


"Baiklah jangan sampai ini keulang lagi, Kita langsung jalan aja ke cafe depan sudah banyak yang menunggu bapak di sana"


"Ini berkas nya pak" Lanjut Lucas yang langsung memberikan berkas laporan untuk meeting


"Makasih" Sambil menepuk bahu Lucas


Ketika sampai di cafe semua orang sudah kelihatan lesu dan tidak semangat lagi untuk meeting


"Maaf saya telat, Boleh kita mulai meeting nya?"


Aoki yang sedari tadi memperhatikan karyawan nya yang sudah tidak ada semangat lagi untuk meeting pun menunda meeting pada hari ini dan Menganti nya besok hari


"Oke deh karna kesalahan saya hari ini, Maka kita ganti saja meeting nya besok hari, dan jam juga sudah menunjukan pukul 11:30 yang artinya sudah jam makan siang"


"Kalian boleh makan sepuas nya dan saya yang akan bayar" Aoki melakukan itu karna merasa bersalah sudah membuat karyawan nya patah semangat


Semua karyawan memesan makanan tapi tidak untuk Lucas, Lucas bertanya pada Aoki kenapa Akhir-akhir ini dia sering sekali pulang cepat


"Pak maaf saya sudah memperhatikan bapak dua hari ini, Saya ingin bertanya kenapa bapak Akhir-akhir ini pulang siang terus, Sedangkan karyawan lain pulang sore dan malem terus"


"Saya minta maaf tidak pernah ngomong kalo saya sedang mencari istri saya yang hilang, Maafkan saya tidak pernah memberi tahu kamu"


"Istri bapak HILANG!!!!?"


"Ssuuttt jangan Keras-keras nanti yang lain pada tau, Makanya saya enggak pernah mau kamu tau tuh karna saya enggak mau kamu khawatir karna saya"


"Sudah bapak fokus aja cari istri bapak biar saya sama karyawan yang mengurus perusahaan"


"Enggak saya enggak mau kelihatan lemah di sini, Saya harus bisa bikin karyawan saya terus semangat untuk kerja"


"Saya cuma enggak mau bapak Kenapa-kenapa pak, Biarkan saya saja yang mengurus nya" Lucas mengucapkan itu sambil memegang tangan Aoki


"Saya cuma butuh beberapa hari cuti paling juga seminggu, Kamu urus perusahaan ya Lucas" Aoki menyetujui apa kata Lucas


Lucas langsung memesan makanan untuk Aoki yang sudah kelihatan lemas


"Pak saya mesen makanan dulu ya buat kita berdua"


"Iya silahkan, Apa aja saya mah, Samain kayak kamu juga enggak papa"

__ADS_1


__ADS_2