War In Solitude

War In Solitude
Chapter 29. Berjanji


__ADS_3

"Apa kah kalian sudah selesai?" Tanya Angel


"Bentar lagi kak kami sedang bersiap-siap" Jawab Justin


"Kalo sudah selesai aku dan Aoki akan menunggu kalian di luar, Jangan Lama-lama karna sebentar lagi perjamuan akan di mulai"


"Baik kak"


Lucas bertanya kepada Justin sejak kapan Angel berani memerintah kita yang anak dari sang raja dewa


"Apa kau ikhlas di Suruh-suruh seperti itu Justin?" Tanya Lucas


"Ya bagaimana pun dia adalah istri dari kakak kita, Kita tidak boleh menolak ajakan kak Angel atau perintah nya"


"Kau sebagai adik ku begitu menyedihkan"


"Ya seperti itulah aku kak hehe"


Lucas dan Justin menyusul Angel dan Aoki yang sudah menunggu di depan, Panglima memandu perjalanan mereka ke meja perjamuan yang ada di lantai ke 25 istana


"Para dewa mari saya antar ke atas untuk perjamuan makan malam dan biarkan saya yang memandu para dewa dan dewi ke lantai atas"


"Terima kasih atas jamuan yang pemimpin tertinggi berikan kepada kami" Ucap Aoki


"Ini hanya sebuah keharusan yang kami berikan kepada negara sekutu"


Setelah sampai di lantai 25 para petinggi berkumpul untuk makan malam, Ketika Catalika melihat keluarga nya dia melambaikan tangan pada mereka dan menyuruh keempat sodara itu untuk duduk di sebelah nya


"Bagaimana tadi diskusi rencana untuk perang nya?" Tanya Lucas


"Biarkan kalian mendengar sendiri dari pemimpin atasan, Kami hanya menyampaikan yang tidak di sampaikan pemimpin saat nanti di kastil"


Satu persatu keluarga lain datang ke perjamuan makan malam yang di pandu oleh panglima, Ada satu dewi yang memancing perhatian Aoki karna penampilan nya begitu dark bahkan lebih mengerikan dewi tersebut dari pada Justin, Dia adalah dewi Seli


"Muka itu kayak tidak familiar di lihat, Apa aku pernah bertemu dia sebelum nya tapi di mana?" Batin Aoki

__ADS_1


"Apa kau pernah melihat dia Justin?"


Aoki bertanya pada Justin tapi Justin hanya diam dan tidak menggubris omongan Aoki dan hanya fokus menatap Seli dengan tatapan sinis nya


"Justin!!" Aoki menyenggol dikit pundak Justin


"Oh iya kak ada apa, Apa kau bertanya sesuatu?"


"Tidak lupakan saja omonganku barusan"


"Maafkan aku kak tidak fokus"


"Iya tidak Apa-apa"


Selagi semua nya menunggu kehadiran dewa Eternal, Zoa yang dari tadi mencuri-curi pandangan ke arah Lucas, Lucas pun mengerti kalo dia di perhatiin oleh Zoa tapi Lucas tidak ingin melihat nya juga karna sangat memalukan buat dia


Sesekali Lucas membalas tatapan Zoa tapi balasan ini membuat Zoa kecewa karna Lucas menatap nya dengan tatapan sinis penuh emosi, Zoa bertanya pada Xera kenapa Lucas dari dulu tidak pernah berubah


"Kak, Kakak apa kau tahu kenapa Lucas sangat membenci ku?"


Zoa memukul kepala kakak nya itu sampai terkena meja perjamuan, Xera sangat malu karna semua yang berkumpul memerhatikan diri nya yang di pukul oleh Zoa


"Apa kau tidak bisa menahan diri mu?" Sambil mengecilkan suara nya


"Kau yang memulai duluan, Aku tidak senang kalo perjuangan ku di hina oleh sodara sendiri"


Xera hanya terdiam karna tidak mau salah ucap lagi untuk ke 2 kali nya


Akhir nya yang di Tunggu-tunggu pun datang ke perjamuan makan malam, Dewa Eternal yang sangat di hormati oleh Petinggi-petinggi lain nya, Aoki yang baru pertama kali melihat dewa Eternal sangat kagum karna dewa Eternal memiliki karisma yang tidak di miliki dewa lain dengan melihat bola mata nya saja Aoki percaya dewa Eternal memang dewa yang tidak ada tandingan nya


Semua dewa dan dewi berdiri menyambut kedatangan dewa Eternal, Petinggi sekaligus pemimpin perang nanti


"Salam dewa tertinggi" Ucap semua dewa yang ada di meja


"Salam, Semoga yang di atas memberkati perjamuan pada malam ini, Silahkan duduk"

__ADS_1


"Baik dewa"


"Selagi kita menunggu hidangan makan malam saya ingin menyampaikan pada kalian semua yang hadir di sini, Karna semua yang ada di meja ini adalah bagian keluarga sekarang, 5 Tahun yang lalu kita semua sudah pernah bertarung melawan dewi Seren dan banyak sekali dewa yang gugur dalam pertempuran itu termasuk ayah saya dan ayah dari Argus"


"Apa yang kita dapat 5 tahun lalu hanyalah Sia-sia dan saat ini lah kita sebagai penerus negara harus bisa memenangkan pertarungan kali ini, Tidak ada lawan di meja ini kita bersatu bukan sebagai sekutu tapi kita bersatu karna perasaan senasib yang kita alami, Tolong bantu kami mencapai perdamaian" Lanjut Eternal


Tiba-tiba saja para petinggi berdiri dan menundukan kepala mereka seraya meminta kekuatan dari semua dewa dan dewi yang berkumpul saat itu, Sontak saja mereka terkejut karna para petinggi yang kekuatan di atas Rata-rata mau menundukan kepala hanya karna ingin meminta kekuatan dari sodara mereka Masing-masing


Dewi Rose pun menjawab pertanyaan pemimpin tertinggi yang sedang menundukan kepala sambil mengangkat pedang nya


"Kami berjanji dan bersumpah atas nama dewa dan dewi kami akan membangun kedamaian dari 10 negara besar, KAMI BERJANJI!!!"


Semua dewa dan dewi pun mengangkat pedang mereka dan bersumpah atas nama dewa dan dewi untuk membangun mimpi sebuah perdamaian


Para petinggi tersenyum karna tidak ada lagi rasa dendam dan dengki terhadap negara lain, Mereka juga mengangkat pedang dan bersumpah atas nama diri nya


"Terima kasih atas sumpah yang kalian berikan untuk kedamaian ini, Kita akan menjaga bumi ini dari kekerasan"


Makanan yang mereka tunggu pun datang di bawakan oleh para pelayan di sana, Semua menikmati perjamuan makan malam tersebut, Selesai makan malam dewa Eternal menyampaikan sesuatu pada Aoki


"Dengarkan semua, Mungkin ada hal yang kalian belum ketahui tapi perang kali ini adalah untuk merebut anak Aoki yang di culik, Karna di dalam anak Aoki terdapat kekuatan yang besar karna itu dewi Seren mengambil anak tersebut untuk di jadikan penguasaan dunia maka dari itu juga perang ini tercipta"


"Sudah 5 tahun Aoki terbaring di atas kasur maka tolonglah dia supaya seperti dulu lagi, Sekali lagi pinjam kan kekuatan kalian"


Sebenar nya para petinggi sebelum ke negara Vanisuela mereka di beri tahu tentang perang ini kenapa bisa terjadi karna itu mereka tidak terlalu terkejut ketika di beritahu oleh dewa Eternal


"Baik kami 40 dewa siap membantu Aoki" Jawab Seli dewa yang di perhatikan oleh Aoki tadi


"Benar kami semua akan membantu mu" Semua juga mendukung keputusan tersebut


Aoki berdiri dan berterima kasih pada mereka semua yang mau membantu dalam perang kali ini dan ingin menyelamatkan dunia


Rumor itu pun benar ternyata Aoki yang sekarang sudah berubah terus juga bisa berterima kasih


"Besok setelah pagi kita akan berkumpul lagi di sini dan siang hari kalian akan berlatih dengan para petinggi" Ucap Eternal

__ADS_1


Makan malam pun selesai, Semua nya membubarkan diri Masing-masing dan kembali ke kastil mereka tapi para petinggi seperti kak Argus, Basium, dan kak Catalika masih mendiskusikan rencana perang, Sungguh melelahkan menjadi petinggi, Itu lah suara yang ada dalam hati Aoki


__ADS_2