
Badan dewa Luis yang tersungkur jauh di bawah tanah masih sanggup untuk bergerak, Sangat di sayangkan bagi dewa Sonic dan dewi Gray karna pertarungan yang mereka pikir sudah selesai ternyata masih panjang untuk di ceritakan
Zirah yang di gunakan untuk melindungi badan dewa Luis lepas satu persatu karna hantaman diri nya dengan 15 lantai istana, Aneh nya zirah itu lepas karna badan dewa Luis makin lama makin membesar
"Ternyata dia belum juga mati!, Apa dia berinovasi dengan badan nya yang membesar itu, Sungguh menarik" Ucap Sonic
"Berhati-hati lah adik ku, Mungkin ini gaya bertarung dia yang sesungguh nya, Jangan lupa selalu ber......"
Belum selesai bicara dewa Luis sudah berada di samping dewa Sonic lantas membuat dia kaget Sampai-sampai dia lupa kalo dewa Luis berubah bentuk menjadi dewa yang di penuhi oleh Otot-otot besar nya
Dewa Luis langsung saja menghantam bagian tulang rusuk dewa Sonic, Kekuatan itu sudah mulai berubah tingkatan nya sampai bisa merusak bagian tulang rusuk milik dewa Sonic dengan sangat mudah nya, Badan dewa Sonic terpental hingga ke rumah penduduk istana
Sontak saja semua penduduk di sana kaget karna rumah mereka hancur karna terkena hantaman badan dewa Sonic
"Kakakk!!"
Gray yang melihat itu tidak percaya bahwa kakak nya bisa terpental hingga sejauh itu, Gray yang sangat emosi pun melancarkan Serangan ke muka dewa Luis, Belum sempat mengenai nya dewa Luis langsung pindah tempat ke belakang dewi Gray lalu menghantam kepala dewi Gray hingga jatuh ke permukaan istana seperti yang Sonic lakukan kepada Luis tadi
"Kalian berdua adik kakak yang sungguh menyusahkan" Ucap Luis
Kembali ke dewa Sau, Dewa Sau yang sudah mematahkan tangan dewa Jack bagian kanan bawah terus berusaha memotong dan mematahkan tangan yang lain
"Sial kau Benar-benar kuat, Apa kau keturunan malaikat pencabut nyawa?"
"Jika iya apa yang akan kau lakukan terhadap ku?"
"Jika benar begitu ada nya, Kau akan ku buat mati di sini dan akan ku tunjukan kepada leluhur mu kalau keluarga mereka sungguh rendahan"
"Lakukan lah sesuka mu, Akan ku tunggu tindakan mu itu dewa Jack!"
__ADS_1
Dewa Jack berusaha memotong setiap kaki tangan dan kepala dewa Sau tapi dengan gampang nya dewa Sau berhasil menghindari Serangan-serangan dewa Jack
"Kau sungguh tidak cepat sekali, Tidak ada dewa yang selama itu jika menyerang"
"Oh iya badan mu sebesar itu bagaimana ingin mengalahkan ku yang lincah seperti ini" Lanjut Sau
Sekali lagi Jack kemakan omongan dari dewa Sau lalu mata dewa Jack berubah menjadi merah, Tanda itu berarti dewa Jack sudah mulai serius dengan pertarungan kali ini
"Lihat lah tangan ku sudah kau potong 2, Ini adalah akhir dari hidup muu!" Ucap Jack
Kecepatan tangan dewa Jack bertambah tapi dewa Sau juga tidak kalah cepat nya dalam menangkis semua serangan yang Jack berikan pada dewa Sau
20 tahun yang lalu Jack adalah kalangan monster yang hidup sengsara di sebuah desa yang cukup jauh dari istana, Ketika Jack sedang mencuri makanan untuk di makan bersama-sama dengan Adik-adik nya, Jack bertemu dengan dewi Lusiana yang sedang mencari info tentang negara yang sekarang di duduki oleh Jack
Dewi Lusiana berusaha membunuh pemimpin yang berani menolak ajakan nya dalam menguasai dunia bersama dewi Seren, Di saat itu lah Jack di asuh oleh Dewi Lusiana dan di jadikan nya pemimpin sebuah istana yang megah
Serangan-serangan itu masih terus di tahan oleh dewa Sau, Dewa Sau berfikir tidak ingin terus seperti ini dan membuang-buang waktu yang sangat berharga bagi nya, Ketika dewa Jack membuka badan nya sedikit di situ lah dewa Sau mengambil Ancang-ancang
"Kau begitu lemah Sampai-sampai membuka celah sebegitu besar nya untuk ku" Ucap Sau
Jack tidak sadar bahwa senjata sabit punya dewa Sau sudah menancap pada tubuh nya, Jack mengeluarkan darah dari mulut besar nya itu, Sau yang tidak tega melihat Jack kesakitan langsung saja merobek isi perut milik Jack, Sebelum itu Jack berkata pada Sau
"Terima kasih sudah menjadi lawan yang memberikan arti hidup buat ku"
Itu lah Kata-kata terakhir Jack untuk Sau, Badan yang sudah robek itu jatuh di pundak Sau, Sau yang mendengar Kata-kata terakhir dari mulut Jack begitu merasa kasihan karna dengan melihat mata nya saja dewa Sau tau bahwa Jack selama ini hidup dalam kesepian
Dewa Sau membaringkan badan Jack yang sudah tertutup oleh darah nya sendiri, Di situasi yang sudah tenang Altis Tiba-tiba saja datang dari belakang dan alangkah kaget nya dia melihat badan dewa Jack yang sudah terbelah menjadi 2 di bagian perut nya itu
"Kakak dia sudah kalah?" Tanya Altis
__ADS_1
"Iya dia sudah tidak bernyawa lagi dan sudah mati dalam kesendirian, Aku akan memberikan penghormatan terakhir untuk nya, Bagaimana pun dia dewa yang sangat kuat, Aku tidak pernah melihat keteguhan hati nya"
"Berarti kita sudah menang kak?"
"Ya, Kita sudah menang"
Sebelum dewa Sau dan dewa Altis keluar dari istana, Dia memberikan penghormatan terakhir untuk dewa Jack, Selesai memberi penghormatan terakhir mereka berdua pergi keluar dan mereka berdua tidak percaya apa yang mereka lihat, Semua panglima dan pasukan nya sudah di bunuh tidak ada siapapun lagi di sana, Tidak hanya pasukan milik Sau dan Altis saja yang mati tapi semua penduduk dan prajurit istana milik dewa Jack juga habis mati terbunuh
"Tunggu sebentar kak, Pasukan kita mati bukan karna ledakan yang kita dengar pas pertama kali kan?" Tanya Altis
"Aku melupakan sesuatu"
"Apa yang kau lupakan kak?"
"Mereka buka 3 bersodara, Mereka berempat!"
"Apa yang kau maksud mereka berempat?"
"Ledakan yang kita dengar ketika memasuki istana adalah ledakan yang mirip dengan apa yang Lang lakukan"
"Mereka semua mati karna tindakan dari dewa Brahma" Lanjut Sau
"Tidak ada yang perlu di bicarakan saat ini, Kita harus mencari prajurit yang selamat kak"
"Kita harus membuat duplikat diri kita sebanyak mungkin, Kau masih memiliki tenaga yang besar kan Altis?"
"Akan ku buat sekarang" Ucap Altis
Mereka berdua pun mencari prajurit yang masih selamat dan membawa nya pulang kembali ke istana, Misi yang di lakukan dewa Sau dan dewa Altis akhir nya sudah mencapai puncak nya, Mereka pulang dengan membawa kemenangan
__ADS_1