War In Solitude

War In Solitude
Chapter 45. 2 Kemenangan


__ADS_3

"Kekuatan mu lumayan untuk menandingi kelincahan ku" Ucap Noki


Dracule tidak menghiraukan apa yang Noki ucapkan dia hanya fokus menahan serangan dari Noki, Noku yang sedari tadi terus menarik busur panah nya mengarahkan bidikan tersebut ke arah badan Dracule, Belum sempat meluncurkan panah milik nya ternyata anak panah dari Sunny sudah melesat ke arah Noki


Panah itu berhasil mengenai bagian otot lengan kiri milik Noki, Sunny sekali lagi mengfokuskan anak panah nya pada Noki yang sedang bertarung melawan Dracule


Serangan Noki hanya di tahan oleh senjata sabit rantai milik Dracule dan akhirnya Noku melesatkan anak panah itu yang mengeluarkan api berwarna biru kehitaman tapi sayang nya panah itu dengan gampang nya di tangkis oleh rantai yang keluar dari bawah tanah


"Apa!!" Ucap Noku


"Adik mu kurasa kurang ahli dalam membidik sasaran" Ucap Dracule


"Jangan senang dulu kau Dracule"


Panah yang Noku arahkan pada Dracule berubah menjadi lima anak panah sekaligus, Dengan kekuatan yang seperti itu Dracule akan sangat kerepotan menangkis serangan Noku dan serangan dekat Noki


Ketika panah itu terbang ke arah Dracule dengan sangat cepat panah milik Sunny menangkis lima panah Noki


"Untung saja Sunny melindungi ku" Batin Dracule


"Waktu tinggal sepuluh menit lagi apa yang harus ku lakukan untuk mengalahkan nya" Batin Noki


Dracule tidak ingin di ganggu oleh Noku, Di mengeluarkan skill yang membangkitkan manusia menjadi vampir dari peti mati milik nya


Rise Vampire


"Apa yang kau lakukan dengan peti mati itu?" Tanya Noki


"Keberadaan adik mu sangatlah menggangu ku dalam bertarung, Maka dari itu vampir-vampir ini akan ku hidupkan dan membiarkan dia menggigit adik mu yang berada di atas pilar"


"Jangan khawatir mereka akan membuat adik mu tidak sadarkan diri" Lanjut Dracule


"Bukan kah itu curang nama nya?"


"Bukankah di pertarungan ini kita boleh menjatuhkan pemanah dengan cara apapun?"

__ADS_1


"Dia benar, Harus nya aku buat peraturan seperti itu" Batin Noki


"Akan ku akhiri ini dengan cepat" Ucap Dracule


Zirah yang di gunakan oleh Noki di lepas oleh diri nya, apa yang di lakukan oleh Noki menandakan dia sudah ingin memulai pertarungan dengan serius, Tidak ingin bermain-main lagi Dracule juga mengikat rambut panjang nya itu dengan sehelai benang yang selalu tersimpan di dalam baju milik nya


"Rupa nya kau juga ingin bertarung serius dengan ku" Ucap Noki


"Biarkan mereka berdua berdiam diri saja di sana dan menonton pertunjukan yang sebentar lagi akan menghancurkan arena ini" Ucap Dracule


"Aura dia sudah menyelimuti semua arena ini dan aura ku hanya melindungi diri ku sendiri, Apa-apa kekuatan dewa ini" Batin Noki


"Kenapa kau hanya diam di sana, Kemari lah dan bertarung lah"


Tidak ingin kalah dengan kekuatan milik Dracule, Noki menaikan tenaga dengan kekuatan penuh milik nya, Walaupun aura Noki sudah setengah arena tetap saja Dracule masih tenang untuk menghadapi nya


"Ingatlah pertarungan ini hanya untuk memilih pihak mana yang akan menentukan nasib masa depan keluarga mu, Jangan terlalu memaksakan diri mu"


"Dari cara mu mengeluarkan semua kekuatan dan aku hanya melihat mu dengan santai, Kita harus nya sudah tahu bahwa aku lah pemenang dari pertarungan ini" Lanjut Dracule


"Akan ku lakukan untuk mu Draculeee!!"


Mereka berdua mengasih Aba-aba untuk Sunny dan Noku supaya menjauhi istana ini, Sunny dan Noku pun mengerti apa maksud dari kedua belah pihak, Mereka pergi sangat jauh dari istana dan menyaksikan pertarungan yang akan menghancurkan seluruh isi istana


"Jangan menyesali keputusan mu!!"


AAKKKHH!!!


Dracule dan Noki bertarung Habis-habisan Sampai-sampai langit yang ada di atas menara istana berbentuk seperti pusaran tornado dengan campuran petir merah, Rantai-rantai yang sangat besar juga melilit istana tersebut dengan erat nya, Sunny, Noku dan semua yang berada di luar menyaksikan pertarungan yang sangat tidak masuk akal itu


Entah apa yang mereka berdua lakukan di dalam istana yang jelas pertarungan itu adalah pertarungan yang memperebutkan sebuah janji yang sudah di buat, Sepuluh menit berlalu dan lonceng bel pertarungan sudah berbunyi, Semua kembali ke awal di mana langit sudah kembali membiru dan rantai yang membalut menara sudah hilang secara perlahan


Sunny dan Noku kembali ke dalam istana yang sudah setengah hancur oleh pertarungan dua dewa yang merebutkan perjanjian


Ternyata yang mereka berdua lihat pertama kali adalah Noki yang tersungkur ke lantai dan badan Dracule yang masih berdiri tegak sambil tersenyum ke arah Noki

__ADS_1


Noku berlari ke arah kakak nya yang terjatuh ke lantai dan berusaha membangunkan nya dengan terus menepuk-nepuk pipi kakak nya itu


"Kak bangun, Kenapa kau bisa kalah dengan dewa rendahan seperti dia"


Tidak lama menunggu Noki akhirnya sadarkan diri tapi kondisi nya masih belum stabil seperti biasa, Noki pun menepati janji nya itu akan mengikuti jejak Dracule untuk melindungi bumi


"Uk Uk Uk" Noki batuk dan masih merasakan sakit di perut nya


"Kau adalah lawan yang hebat Dracule, Jika kau saja sudah sehebat ini apalagi dengan pemimpin kalian haha"


Dracule yang mendengar itu langsung pergi ke arah tembok yang sudah bolong akibat pertarungan tadi, Dracule duduk di tempat itu sambil menatap langit yang sebentar lagi akan menghitam karna pergantian matahari dan bulan


Di saat Dracule menatap indah nya senja dia berkata..


"Kau juga lawan yang menyenangkan"


Mereka berempat akhir nya menatap terbenam nya matahari dengan bersama-sama sambil merasakan hangat nya suasana


Di saat dua kemenangan sudah ada di tangan Sau dan Dracule, Di sisi lain Sonic masih belum bisa mengalahkan kekuatan Luis yang berinovasi menjadi dewa dengan kekuatan tinggi


"Kalian berdua adik kakak yang sungguh menyusahkan" Ucap Luis


"Akkhh! apa kau tadi melakukan itu hanya sebuah permainan" Ucap Sonic


"Ya tadi hanya lah sebuah lelucon dan ingin membuat kalian merasa senang sementara, Apa itu menyenangkan buat mu?"


"Kau sudah membuat keputusan yang salah, Kau sudah menghancurkan tulang rusuk ku dan menghantam kepala adik ku, Siapkan badan mu untuk menahan pukulan ku"


Sonic memukul tulang rusuk nya yang sudah patah dan mengembalikan nya ke tempat semula, Selesai dengan tulang rusuk nya, Sonic mengeluarkan sayap nya kembali dan menyerang dengan kecepatan power full nya Sampai-sampai Luis tidak bisa membaca gerakan Sonic


Sonic yang sudah di belakang Luis ingin sekali membalas dendam dengan mematahkan tulang rusuk nya seperti yang iya lakukan sebelum nya, Tapi dengan reflek tingkat tinggi Luis bisa menahan tendangan yang di lontarkan untuk nya menggunakan kedua tangan Luis, Sial nya tulang Luis patah menjadi dua bagian


"Tidak akan ku maafkan jika ada yang berani membuat adik ku terluka" Ucap Sonic


"Adik mu dan kau akan ku buat hancur seperti bongkahan marmer yang di panaskan"

__ADS_1


"Maju lah dan gunakan semua kekuatan mu untuk melawan ku, Kita liat siapa yang akan hancur terlebih dahulu" Ucap Sonic


__ADS_2