War In Solitude

War In Solitude
Chapter 42. Hanya Lelucon


__ADS_3

"Akhir nya kami menemukan mu dewa penghancur bumi" Ucap Sau


"Sudah ku tunggu kalian berdua datang kemari, Sungguh pertarungan yang menarik di lantai bawah"


"Kau sudah memperhatikan sedari tadi?" Tanya Sau


"Apa itu penting buat mu?"


Petinggi istana yang sebentar lagi akan melawan dewa Sau dan dewa Altis adalah salah satu bawahan dewi Lusiana, Dia sendiri termasuk ikut dalam penculikan terhadap anak Aoki, Dewa Jack memiliki badan yang cukup besar dan memiliki tangan 4 di sekujur badan nya, 2 tangan dewa Jack memegang trisula yang konon berasal dari pohon suci di daerah bagian barat yang terkenal gersang


"Tidak ada waktu untuk berdiam diri saja di sini, Mari kita selesaikan sekarang juga" Ucap Sau


"Tenang lah sebentar, Tidak ada yang harus di Buru-buru"


"Bukan kah begitu Altis?" Lanjut dewa Jack


Altis yang hanya berdiam diri saja di belakang dewa Sau itu langsung menyerang kakak nya dengan senjata nya tersebut


"Kak awas!!" Ucap Altis sambil mengarahkan senjata nya pada kakak nya itu


"Apa yang kau lakukan Altis?" Tanya Sau


"Aku sendiri tidak tahu, Badan ku sekarang tidak bisa ku gerakan"


"Sial, Apa yang kau lakukan pada adik ku Jackk!!"


"Sebelum melawan ku, Lawan lah adik kesayangan mu itu haha" Ucap Jack


Dewa Sau berusaha membuat duplikat diri nya sebanyak 5 dewa dan memancing supaya duplikat itu membawa dewa Altis dari hadapan Sau dan Jack, Selesai duplikat itu membawa dewa Altis ke bawah lantai istana sekarang giliran dewa Sau melawan dewa Jack, 1 lawan 1 pun akan di mulai


"Wah apa kau membuang sodara mu sendiri?" Tanya Jack


"Dia akan kembali setelah aku mencari titik lemah mu itu"


"Apa kau seyakin itu dewa rendahan"


"Kau sebut aku rendahan, Lihat lah badan mu yang menjijikan itu"


"Apa kau pantas di sebut dewa?" Lanjut Sau


Dewa Jack mendengar julukan yang tidak seharus nya keluar dari mulut Sau itu langsung murka karna dewa Sau sudah Menjelek-jelekan nya


"Apa kau bilang tadii!!"


Dewa Jack akhir nya terperdaya dengan omongan yang singkat itu, Badan nya mulai melancarkan serangan-serangan yang mengarah pada dewa Sau, Dewa Sau hanya menahan kecil serangan dewa Jack

__ADS_1


"Apa ini kekuatan yang kau punya?, Kau hanya bisa bertahan saja tanpa ada nya perlawanan dari ku"


"Cih sungguh menyedihkan" Ucap Sau


Sudah 5 menit dewa Sau terus menahan serangan yang bertubi-tubi itu dan yang di Tunggu-tunggu pun akhir nya muncul, Kekuatan yang sebenar nya dewa Sau


"Akan ku cabik kau hanya sekali ayunan senjata sabit ku ini"


Tidak di Sangka-sangka dewa Sau menangkap trisula milik dewa Jack dengan tangan kiri nya dan membalas serangan menggunakan senjata andalan milik dewa Sau


1 Tangan kiri bawah milik dewa Jack terpotong dengan mudah nya, Jack yang awal nya tidak bereaksi pun Tiba-tiba mengerang kesakitan karna tangan nya terpotong 1


Aakkhhh!!!


"Apa yang kau lakukan dengan tangan ku ini sialan" Ucap Jack


"Sudah ku bilang, Aku tidak ada waktu untuk terus bermain dengan mu, Berhenti lah merengek seperti anak kecil, Kau bukan lah dewa sungguhan, Kau hanya monster yang di peralat oleh dewi Lusiana


"Bi..bisa kahh kau berhenti bicara!!"


Jack pun murka mendengar Ucapan-ucapan yang membuat hati nya terluka, Memang pikiran dewa Jack yang sekarang sudah tidak sebagus dulu ketika ada di samping dewi Lusiana lalu pernah sesekali dewa Jack berfikir kalo diri nya hanya lah alat yang di gunakan oleh dewi Lusiana untuk menguasai bumi


Dewa Jack mengeluarkan skill yang biasa di gunakan untuk membuat musuh nya terbelah menjadi 2 dalam 0,1 detik saja


Gerakan yang sangat cepat itu menyambar kepala dewa Sau tetapi dewa Sau berhasil menghindar dari serangan barusan


"Kau ingin memotong kepala ku?" Tanya Sau


"Butuh 1000 tahun untuk melakukan hal itu" Lanjut Sau


Pertarungan antara 2 dewa yang terkuat terus berlanjut hingga malam tiba, Sedangkan dewa Sonic dan dewi Gray juga sudah menemui dewa tertinggi istana yaitu dewa Luis yang masih santai di singgah sana nya melihat Sodara-sodara nya di bantai oleh Sonic dan Gray


"Lelah juga sampai ke puncak istana dengan berjalan kaki" Ucap Sonic


"Jadi kalian berdua berhasil melawan Sodara-sodara ku dengan mudah nya, Jangan bangga dengan kemenangan mu itu dewa karna aku bukan lah petarung yang mengandalkan daratan, Mari kita bertarung di atas langit sambil melihat indah nya pembantaian di luar sana" Ucap Luis


"Apa kau dewa yang mengandalkan udara, Bagus lah aku tidak perlu menahan gerakan seperti di dalam ruangan ini, Kita berdua di untungkan di udara"


"Bagaimana dengan ku kak?" Ucap Gray


"Bawah lah dia juga bertarung dan akan ku bunuh kalian berdua di atas sana"


"Jika itu yang kau mau, Ikut lah dengan ku Gray kita akan bertarung di atas udara"


"Pertarungan di atas udara tidak seperti di dalam ruangan, Dia bisa sangat leluasa dalam mengambil sebuah tindakan jadi berhati-hati lah adik ku" Lanjut Sonic

__ADS_1


"Sungguh keluarga yang tidak biasa, Ini lah yang aku inginkan"


Dewa Luis berkata seperti itu sambil menjulurkan lidah nya keluar bibir seraya ingin menyantap 2 Sodara itu dengan rasa rakus nya


"Mari kita terbang ke atas sana"


Dewa Luis menyuruh mereka berdua bersiap-siap untuk pergi ke atas menara dan akan melangsungkan pertarungan di sana, Sesampai nya di atas menara dewa Luis langsung menyerang dewa Sonic dengan cara menghilang dari hadapan Sonic, Serangan yang mendadak itu bisa di tangkis oleh Gray dengan pedang milik nya itu


"Jika kau ingin bermain dengan cara curang, Maka habis lah diri mu" Ucap Gray sambil terus menahan serangan Luis


Selagi Gray menahan serangan Luis, Sonic yang melihat kesempatan langsung berusaha memukul badan Luis tapi aneh nya badan itu berubah menjadi asap


Pukulan yang dewa Sonic berikan itu tidak berarti Apa-apa bagi dewa Luis


"Aku mengerti kenapa dia ingin bertarung di atas menara seperti ini, Jadi dia bisa memanfaatkan angin yang ada di udara untuk merubah tubuh nya menjadi asap" Batin Sonic


"Jadi kau memanfaatkan udara supaya bisa memanipulasi badan mu menjadi asap, Tidak ku sangka ada dewa yang seperti itu di dunia ini"


"Jadi kau sekarang mengerti apa maksud ku ingin bertarung di atas sini"


"Hm seperti nya aku pernah membaca di buku tentang dewa yang bisa memanfaatkan udara menjadi asap untuk tubuh nya itu, Apa kah dia dewa yang ada di buku itu" Batin Sonic


"Gray!, Terus lah menyerang sampai dia berubah 10x menjadi asap, Kakak punya rencana untuk mengalahkan nya"


"Baik kak akan ku lakukan"


Gray terus menyerang dewa Luis seperti rencana kakak nya tersebut, Tapi hanya 3 kali dewi Gray mengenai badan dewa Luis, Sonic yang hanya diam sambil mengingat-ingat kembali isi buku itu dia ingin mendapatkan cara supaya dewa Luis bisa di kalahkan dengan tangan nya


Selagi memikirkan hal tersebut Tiba-tiba saja Gray memanggil kakak nya tersebut yang hanya diam mematung


"Kakak aku sudah mengenai badan nya 8 kali, Tunggu sebentar di sana tinggal 2 kali serangan lagi dan kau harus memukul nya"


"Memukul?, Oh iya di catatan itu setelah 10 serangan dia akan mengisi energi nya selama 10 detik dan saat itu lah aku harus bisa mengenai badan nya" Batin Sonic


"Lakukan lah adik kuu!!!" Ucap Sonic


Setelah dewi Gray berhasil melakukan 10 serangan ke badan dewa Luis, Saat itu lah dewa Sonic beraksi dengan sangat keren nya


"Kak Lakukan lahhh!!" Ucap Gray


Dewa Sonic mengumpulkan seluruh kekuatan nya di bagian kaki nya itu lalu dengan kecepatan tingkat tinggi nya Sonic berpindah tempat di atas kepala dewa Luis dan saat itu lah dewa Sonic menendang Luis ke arah bawah


Boom Boom Boom


Semua lantai menara hancur hanya dengan sekali tendangan milik dewa Sonic, Dengan ini mengalahkan 1 negara sudah berhasil pikir dewa Sonic dan dewi Gray tapi sayang nya pertarungan tadi hanya lah sebuah lelucon bagi dewa Luis, Pertarungan yang sebenar nya akan segera di mulai...

__ADS_1


__ADS_2