When Mr. Tricky Meet Alindya

When Mr. Tricky Meet Alindya
Bab 24: Pria Masa Lalu Alice


__ADS_3

Penyesalan memang selalu datang pada saat kita telah melakukan suatu tindakan yang salah tetapi kita anggap itu benar karena sudah menimbulkan kesenangan pada diri kita sendiri.


Kevin, telah menyesali perbuatannya setelah ia mendekam di balik jeruji besi atas perbuatannya menganiaya dan menelantarkan istrinya yang tengah hamil. Ia menyadari kesalahannya dan berniat untuk memperbaiki hubungan dirinya dengan sang mantan istri, Alice.


Kevin yang selalu membangkang terhdap kedua orang tuanya memutuskan untuk pergi dari rumah. Ia bertemu dengan Alice dan memulai perjalanan cinta mereka hingga berjanji akan saling menjaga satu sama lain, hal itu membuat Alice memilih untuk ikut dengan Kevin walau telah di larang oleh orangtuanya yang hendak menjodohkannya.


Hingga mereka memutuskan untuk menikah tanpa sepengetahuan orang tua mereka, Alice membayangkan mereka akan memulai kehidupan baru yang selalu dalam kebahagiaan, tetapi sayangnya itu hanyalah sebatas impian Alice.


Kevin yang masih ingin menghabiskan masa mudanya tidak pernah memikirkan keadaan istrinya yang tengah mengandung. Ia malah bersenang-senang dengan teman-temannya, ia bahkan tidak segan melakukan kekerasan kepada Alice jika istrinya itu menegurnya.


Awalnya Alice hanya diam karena ia tahu jika itulah jalan yang telah ia pilih, maka ia harus menerima semua konsekuensinya. Tetapi semakin hari Alice semakin merasa tersiksa, bukan hanya luka fisik yang ia rasakan, kali ini ia melihat sendiri jika Kevin bersenang-senang dengan wanita lain di belakangnya.


Alice sudah tidak tahan lagi, ia memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya dengan keadaan perut yang membesar karena memang ia tidak tahu harus kemana lagi ia pergi, ia tidak punya pilihan lain selain ke rumah orang tuanya.


Pada akhirnya Kevin harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Selama menjalani hukuman, Kevin teringat akan Alice yang selalu membela dirinya tetapi ia malah menyakiti hati Alice yang seharusnya ia jaga.


Setelah menjalani hukuman, Kevin berniat untuk memulai semuanya dari awal lagi. Ia ingin meminta maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya, ia sadar jika kesalahan terbesarnya adalah dirinya yang dulu selalu melawan orangtuanya.


Kevin berhasil menemui orang tuanya, ia bersimpuh di hadapan sang ayah untuk meminta di ampuni semua kesalahannya.


"Untuk apa kau ke sini? bukankah kau sendiri yang memilih untuk pergi?" Pak Baskoro sama sekali tidak menatap wajah anak satu-satunya itu.


Sementara sang ibu segera memeluknya dengan erat, walau ia telah di kecewakan oleh anaknya tetapi bu Riana tetap memaafkan kesalahan sang anak, bahkan sebelum Kevin meminta maaf pun telah di maafkan oleh sang ibu.

__ADS_1


"kamu kemana aja, nak? ibu kangen," lirih bu Riana.


Deraian air mata terus mengalir dari kedua mata Kevin, ia teringat akan masa di mana selalu menyakiti hati ibunya.


"Maafkan aku, bu!" Kevin kembali memeluk erat tubuh sang ibu, tetapi tidak dengan sang ayah.


Pak Baskoro terus berdiri membelakangi Kevin, ia tak ingin melihat wajah anak yang selalu mengecewakannya.


"Ayah, aku mohon maafkan aku. aku menyesal. mulai saat ini aku berjanji akan selalu mematuhi perintah ayah dan juga ibu." Kevin berdiri di belakang sang ayah berharap pak Baskoro juga bisa memaafkannya seperti bu Riana.


Pak Baskoro terdiam, ia tetap membelakangi Kevin yang sudah mengecewakannya, seolah tidak ada lagi kata maaf untuk Kevin, ia tidak bisa dengan mudahnya memaafkan Kevin.


Tak ingin keluarganya kembali pecah, bu Riana berusaha membujuk pak Baskoro untuk memaafkan penerus keluarganya itu. Di tengah obrolan bu Riana yang tengah berusaha membujuk pak Baskoro, tiba-tiba saja Kevin mengatakan sesuatu yang membuat kedua orang tua mereka terkejut.


"apa? gadis mana yang telah kau nikahi?" tanya pak Baskoro terkejut.


Kevin pun menceritakan semuanya dari awal dan atas bujukan bu Riana akhirnya pak Baskoro mau memaafkan Kevin.


Pak Baskoro merasa kasihan kepada cucunya yang memiliki ayah tidak bertanggung jawab seperti Kevin, ia akan membantu Kevin untuk bisa bertemu lagi dengan anaknya untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahannya.


Saat ini Kevin di percaya untuk mengelola perusahaan milik ayahnya yang sejak dulu pula akan di wariskan kepadanya, tetapi karena Kevin memilih jalannya sendiri akhirnya perusahaan itu masih di kelola oleh pak Baskoro dan kini saat Kevin menggantikan ayahnya yang sudah menua.


Sejak saat itu Kevin bekerja keras mengelola perusahaan sang ayah sambil menunggu kabar dari orang suruhan ayahnya yang sedang mencari tahu keberadaan anak dan mantan istrinya itu.

__ADS_1


"halo bos, ada kabar baik!" suara seorang pria dari balik telepon yang memberitahu Kevin jika Alice dan Rasya tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan.


Mendengar kabar itu, Kevin merasa sangat bahagia. Ia segera menuju tempat di mana Alice dan Rasya berada untuk sekedar menanyakan kabar mereka, sungguh Kevin benar-benar merindukan Alice.


Sesampainya di pusat perbelanjaan, Kevin segera mencari keberadaan Alice ke setiap sudut pusat perbelanjaan tersebut hingga akhirnya ia merasa lelah dan memilih beristirahat sejenak.


Saat ia tengah duduk, pandangannya tiba-tiba mengarah pada seorang ibu dan anak laki-lakinya tengah berjalan bergandengan tangan sambil bersenandung, tampak kebahagiaan di wajah mereka.


Kevin tersenyum melihat senyuman manis Alice yang tidak pernah berubah sejak dulu dan anak laki-laki di samping Alice begitu mirip dengannya semasa kecil dahulu.


Mata Kevin berkaca-kaca menatapnya, ia ingin sekali segera berlari menggendong Rasya dan memeluknya dengan erat.


Namun Kevin ragu, ia ragu Alice akan menerima permintaan maafnya setelah tubuh dan hatinya ia lukai. Kevin kembali mundur, ia takut jika Alice akan marah kepadanya dan membuat sang anak semakin membencinya.


Rasa rindu mengalahkan rasa takut yang ada di dalam diri Kevin, ia bergegas menghampiri Alice tanpa memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Benar saja, Alice marah kepadanya karena luka hatinya masih membekas dan sampai kapanpun akan selalu membekas walau Alice telah memaafkannya.


Alice pergi meninggalkan Kevin begitu saja tanpa memberikan waktu untuknya berbicara. Belum sempat Kevin memeluk tubuh mungil anaknya dan bahkan bertanya kepadanya, Alice sudah tidak mau lagi bertemu dengan nya.


Kevin tidak mau memaksa Alice, ia hanya bisa menunggu waktu yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati dengan Alice.


"Aku akan menunggumu sampai kapanpun, aku yakin kamu masih memiliki rasa yang sama seperti dulu." Kevin menatap kepergian Alice dengan wajah sendu.

__ADS_1


Sebenarnya kedua orang tua Kevin sudah mengetahui siapa sebenarnya orang tua Alice dan mereka juga sudah lama mengenalnya, bisa saja pak Baskoro membicarakan masalah ini kepada pak Bagaskara, tetapi orang tua Kevin membiarkan anaknya agar mencari cara sendiri untuk kembali mendapatkan cinta dari Alice.


__ADS_2