
***Bahkan, sedetikpun kau tidak pernah hilang dari pikiranku. Semua orang bilang ini opsesi tapi aku selalu meyakini, ini adalah cinta sejati.
- Rendra***-
Ku lihat wanita cantik yang berjalan semakin mendekat ke arahku. Aku cubit tanganku sendiri. Aku pastikan kalau ini bukanlah mimpi. Apakah Tuhan sudah mendengar semua doaku?. Kini, di tempat ini, aku bertemu lagi denganmu. Wanita cantik dan baik yang selalu memenuhi ruang hatiku. Waktu yang ku lewati tidak mengubah rasa cintaku padanya. Ucap seorang pria yang terus memandang Clara. Pandangannya tidak lepas dari Clara walau sedetikpun.
Clara semakin mendekat berjalan ke arah pria tersebut. Jantung nya semakin berdegup kencang. Tapi ia berusaha bersikap biasa saja di depan semua orang yang ada di ruangan tersebut.
"Ayo kemari Clara! Bapak kenalkan dengan rekan bisnis kita?" Pak Ahmad meminta Clara untuk berkenalan dengan rekan bisnis nya.
Clara berjalan mendekat ke arah pria yang di maksud Pak Ahmad. Di ikuti Meli dan Riza dari belakang.
"Perkenalkan Pak! ini Clara salah satu staf perwakilan dari kantor cabang Yogyakarta." Ucap Pak Ahmad memperkenalkan Clara kepada rekan bisnis nya tersebut.
"Saya sudah mengenalnya Pak." Ucap pria tersebut sambil tersenyum.
__ADS_1
"Benarkah itu?" Pak Ahmad begitu kaget melihat ekspresi rekan bisnis nya tersebut.
"Bagaimana kabarmu Ca?" Ucap pria tersebut sambil mengulurkan tangannya kepada Clara.
Clara tidak langsung menyambut uluran tangan Rendra. Pria yang ada di hadapan nya saat ini adalah Rendra, mantan pacar Clara.
"Baik Ren." Clara berucap sangat pelan. Hatinya seperti tersayat sembilu. Merasakan perih tapi luka tidak terlihat. Bagaimana tidak? Rendra masih memanggil dirinya dengan sebutan Ca. Itu adalah panggilan sayang untuknya.
Pak Ahmad dan yang lainnya hanya diam melihat mereka. Tidak ada satu orang pun yang berani menegur. Karena Rendra adalah rekan bisnis mereka.
"Kau tidak mau berjabat tangan denganku?" Rendra menyadarkan lamunan Clara.
Setelah Clara berjabat tangan dengan Rendra, kini giliran Meli dan Riza yang berkenalan dengan Rendra.
Mereka sudah duduk di kursi masing-masing karena rapat akan segera di mulai. Clara memberi masukan untuk mempromosikan produk nya lewat online. Karena sekarang media online adalah cara paling efektif untuk meningkatkan penjualan.
__ADS_1
Setelah rapat selesai Clara dan Meli berpamitan kepada Pak Ahmad dan Riza. Pasokan oksigen yang masuk ke paru-paru nya terasa kurang. Dia di hadapkan dengan Rendra. Seseorang dari masa lalu nya yang ingin ia lupakan.
"Ca! tunggu?" Rendra memanggil Clara yang mau pergi meninggalkan ruangan rapat.
Clara membuang napas kasar. "Ada apa bapak memanggil ku?" Clara menghentikan langkah nya, Ia berbalik melihat ke arah Rendra.
"Ayo kita makan siang bersama?" Ajak Rendra kepada Clara dan Meli.
"Maaf, tapi saya sibuk Pak." Clara menolak dengan halus tawaran Rendra. Tentu saja ia menolak, bagaimana bisa berlama - lama dengan orang yang di cintai ya di masa lalu. Dan bahkan, sebenarnya hubungan mereka belum ada kata putus.
"Ca!" Rendra berucap sambil memelas, sungguh ia merindukan wanita yang ada di hadapan nya saat ini. Hampir delapan tahun ia tidak bertemu Clara, nomor telepon tidak bisa di hubungi dan rumah Clara yang lama juga sudah di jual. Karena Clara ikut tante nya. Dan sekarang wanita itu di hadapan nya. Tentu saja ia tidak ingin kehilangan untuk yang ke dua kalinya.
" Maaf Pak, ini di kantor! jangan panggil saya seperti itu." Clara menekankan kata Pak, karena ia tidak ingin ada yang salah paham di kantornya saat ini. Karena banyak rekan kerja nya yang melihat perlakuan Rendra saat ini.
"Baiklah nanti aku tunggu di luar." Rendra tidak menerima penolakan dari Clara. Ia harus menjelaskan kejadian delapan tahun yang lalu. Kenapa ia telat menemui wanita yang di cintai nya saat ini. Dan akhirnya ia kehilangan Clara.
__ADS_1
Terimakasih sudah menyempatkan diri membaca karyaku 🙏
Jangan lupa like dan komen ya...