
Clara membuka mata lalu ia bangun dari tempat tidur nya. Suara Meli yang kencang memaksanya intuk bangun.
"Mel," ucap Clara lirih. Wanita ini seolah tidak punya tenaga lagi untuk bicara. Karena semua akan sia-sia saja. Pada akhirnya dirinya lah yang akan mengalah. Dia yang akan mengorbankan perasaan nya. Akan menganggap semua baik-baik saja.
"Aku tidak bisa diam saja Clara. Dia sudah sangat keterlaluan padamu. Bagaimana mungkin seorang suami bisa mengabaikan istrinya seperti ini. Dimana rasa cinta dan sayangnya untukmu, Ca? Dimana?" teriak Meli lebih keras. Sambil tangan kanan nya mengusap air mata yang berjatuhan silih berganti dari sudut mata indahnya.
" Ingat ya! Aku tidak akan tinggal diam kalau terjadi sesuatu pada sahabatku," ancam Meli kepada Dimas.
"Kau pikir aku akan menyakiti istriku sendiri Mel? Aku tidak akan setega itu Meli."
"Buktinya kau tega membiarkan Clara sendiri terkapar di jalan kan? Apa itu bentuk sayang dan cintamu?" ucap Meli sambil menekan suaranya sambil tersenyum mengejek.
Kesabaran Meli sudah habis. Ia tidak terima akan perlakuan orang tua Dimas selama ini. Di tambah sekarang Dimas tega kepada Clara. Sahabat Meli ini terlalu berharga untuk di sakiti Dimas dan keluarganya. Waktu tujuh tahun terlalu lama untuk Meli melihat Clara yang selalu terlihat baik-baik saja, namun hatinya hancur berkeping-keping. Selalu tersenyum dan bercanda di depan banyak orang adalah cara Clara untuk menutupi sisi rapuhnya.
"Mel, aku baik-baik saja. Kau bisa pulang dan istirahat di hotel sekarang!" pinta Clara kepada Meli.
"Tapi, Clara?" tolak Meli sambil berjalan mendekat ke arah Clara.
Clara menggenggam tangan Meli. Sambil tersenyum. "Percayalah padaku aku baik-baik saja,"
Meli menggelengkan kepalanya. Ia tidak akan tega meninggalkan sahabatnya dalam kondisi seperti ini.
"Tidak!" ucap Meli cepat sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tenanglah, dia suamiku. Tidak akan terjadi apa-apa padaku."
"Riza! Tolong kau antar Meli ke hotel agar ia bisa istirahat," pinta Clara.
__ADS_1
"Baik mbak," jawab Riza sambil melangkah mendekat ke arah Clara dan Meli.
"Pulanglah! Aku baik-baik saja. Istirahat saja kau di hotel malam ini. Besok kita pulang ke Yogyakarta," Clara berucap sambil memeluk sahabatnya.
Meli melepas pelukan Clara. Ia tidak membalas perkataan sahabatnya tersebut. Dengan langkah cepat Meli meninggalkan ruangan Clara.
" Riza tolong jaga Meli untukku ya!" pinta Clara.
" Baik mbak, aku pamit ya? Lekas sembuh mbak," Riza berucap dengan tulus kepada Clara. Lalu ia berlari mengejar Meli yang sudah lebih dulu meninggalkan ruangan.
Hening...
Tidak ada percakapan antara suami istri yang ada di ruangan tersebut. Clara ataupun Dimas sama-sama bungkam. Seolah kini mereka menjadi orang asing. Dimas yang tidak pandai merayu atau Clara yang sudah mulai mati rasa? Hanya mereka yang tahu apa isi hati mereka.
Suara jarum jam dinding begitu terdengar jelas di telinga keduanya. Sepasang suami istri yang harusnya bercanda mesra saling merayu. Kini hanya diam seribu bahasa. Clara yang salah atau Dimas yang tidak peka? Setelah malam ini terlewati akan ada yang berubah di antara hubungan mereka. Entah Clara yang pergi? Atau Dimas yang lebih mencintai istrinya.
"Ayo mbak! Aku antar ke hotel," ajak Riza sambil menggandeng tangan Meli.
Tanpa memperdulikan Meli, Riza terus melangkah meninggalkan rumah sakit. Ia segera menuju tempat parkir mobil.
"Masuk!" perintah Riza kepada Meli setelah ia membukakan pintu mobil untuk Meli.
Tidak ada penolakan dari Meli. Pikirannya kacau, ia tidak tahu harus bagaimana. Pikirannya diselimuti rasa khawatir terhadap sahabatnya.
Riza melajukan mobil dengan cepat sesekali ia melirik ke arah Meli yang sedari tadi hanya diam dan tatapannya kosong ke arah jendela. Tidak butuh waktu lama mereka telah sampai di hotel.
"Ayo, Mbak turun!" sambil mengulurkan tangan kanannya kepada Meli, Riza berucap dengan lembut.
__ADS_1
Meli nerima uluran tangan Riza. Sambil ia berucap. "Makasih,"
Riza mencekal tangan Meli. "Mbak, aku antar sampai ke kamar ya?"
Dengan anggukan kepala Meli menjawab pertanyaan Riza. Ini lebih baik dari pada dirinya sendiri masuk ke dalam kamar hotel. Setidaknya Riza dari tadi sudah menjadi tempatnya berkeluh kesah. Dan sekali lagi Meli membutuhkan pundak Riza untuk bersandar.
" Masuklah mbak! Aku akan pulang," pinta Riza kepada Meli saat mereka berada di depan kamar hotel. Riza segera berbalik badan dan segera meninggalkan Meli.
"Jangan tinggalkan aku!" Meli menghentikan langkah kaki Riza dengan memegang baju Riza dari belakang. Ia tidak ingin di tinggalkan oleh pria yang sedari tadi menemaninya.
"Masuklah! Dan temani aku sebentar. Aku mohon!" Meli berucap sambil menundukkan kepala. Rasanya ia menjadi wanita tidak tahu diri mengajak pria yang belum menjadi suaminya untuk masuk ke kamar hotel bersama. Tapi, ia tidak ada pilihan lain. Hatinya terlalu sedih memikirkan sahabatnya Clara. Terlalu rapuh untuk berdiri sendiri.
"Baiklah mbak."
Mereka berdua masuk kedalam kamar hotel yang di dominasi warna putih tersebut. Jantung Riza berdegup kencang ia berusaha menutupi kegugupannya. Bukan pikirannya ingin macam-macam. Tapi, ini pertama kali ia berada di kamar hotel bersama lawan jenis.
" Maaf kan aku?" ucap Meli merasa tidak enak kepada Riza. Meli mulai menyadari tindakan bodohnya mengajak Riza masuk ke dalam kamar hotel.
"Aku tahu mbak Meli dalam kondisi tidak baik. Aku tidak keberatan menemani mbak Meli malam ini."
Catatan author : Terimakasih telah menyempatkan diri membaca karyaku 🙏
Aku ingin segera menyelesaikan kisah Clara, Dimas, dan Rendra. Rencana akhir september kemarin, tapi apalah daya, aku hanya manusia biasa yang punya banyak cinta buat kalian 🥰. Jadi, tidak sesuai prediksi ku 😭. Rencana tinggal rencana, semoga bulan ini kelar kisah Dimas dan Clara tanpa ada pertikaian di antara mereka, eh... aih, aku jadi kasih spoileerrrr kan 😂. Aku yakin banyak sekali yang menginginkan Clara berpisah dengan Dimas. Tapi, apapun endingnya nanti tolong jangan kecewa ya sayang? Cukup aku yang kecewa kalian jangan 😂.
Ayo kita tebak-tebak tidak berhadiah lagi yuk...Pada siapa nanti Clara akhirnya.
Sendiri kah? Bersama Rendra kah? 🤔
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya 🙏
Aku sayang kalian ❤️🙏