
Waktu tidak mengizinkan kita bersama, tidak dulu ataupun sekarang.
~***Rendra*** ~
Clara membulatkan matanya. Ia tercengang dengan kalimat yang di utarakan oleh Rendra. Teman tapi mencintai? apa maksud dari ucapannya. Dan ini mereka sedang di tempat umum. Apakah ini bisa di katakan selingkuh? pergi berdua dengan mantan kekasih yang sudah menjadi teman. Dan, ternyata masih mencintai dirinya.
"Dertt... dertt..." Getaran dari benda pipih yang di pegang Clara menyadarkan nya dari lamunan. Ternyata ada telepon dari suaminya. Ia sedikit menjauh dari Rendra.
"Halo Mas?"
" Sayang, kau sudah selesai meeting?"
"Sudah, barusan selesai."
"Makan dulu sana ? Lusa, mas ke sana ya?"
"Iya, aku tunggu ya? Bye Mas?"
Clara melihat ke arah Rendra, sesaat setelah ia memutuskan panggilan telepon dengan suaminya. Rendra membuang muka ke arah lain.
__ADS_1
"Ayo kita cari makan? aku sudah lapar sekali Ca?" Rendra berucap sambil memegang perutnya.
Clara segera masuk ke salah satu restoran yang ada di mall. Tanpa memperdulikan Rendra. Ia memesan makanan dan segera mencari tempat duduk.
"Kenapa tidak pilih makanan yang lain?" tegur Rendra saat melihat makanan yang di makan Clara makanan cepat saji.
"Pengen ini aja."
"Baiklah, tapi jangan sering-sering ya?" Rendra segera ikut duduk dan menikmati makanan yang di pesan Clara tadi untuknya.
Ini adalah momen dimana dulu mereka sering bersama. Makan makanan yang di pesan Clara, apapun itu makanannya karena Rendra adalah tipe pria yang tidak pilih-pilih makanan.
"Ca? Apakah kau bahagia bersama suamimu?"
"Kau tidak bahagia?" Ulang Rendra.
"Bahagia Ren." Jawab Clara lemah. Ia tidak pintar berbohong, dan Rendra adalah orang yang pernah dekat dengannya. Pasti pria itu bisa menebak apa yang terjadi dengan dirinya.
"Aku adalah orang yang paling senang jika kau bahagia Clara, tapi kalau kau tidak bahagia aku akan merebut dirimu dari suamimu!"
__ADS_1
"Ren! Kau bilang kita teman kan? Kenapa kau seperti ini? Masih banyak wanita yang baik dan cantik di luar sana kau bisa mendapatkan yang lebih baik dari ku Ren!"
"Kalau saja itu bisa ku lakukan, sudah dari lama aku melakukan nya Ca."
Clara meletakkan makanan nya. "Ren, berdamai lah dengan keadaan? Kau jangan seperti ini!"
"Iya, aku minta maaf Ca?"
"Inilah Rendra yang aku kenal. Selalu berbesar hati." Clara tersenyum memandang wajah tampan Rendra. Senyum tulus kepada seorang teman.
Rendra ikut tersenyum. "Dan memang waktu tidak mengizinkan kita untuk bersama Ca."
Setelah selesai makan, Clara segera pulang kembali ke hotel di antar oleh Rendra. Rencana yang semula ingin mengajak Clara bermain harus batal. Karena Clara tiba-tiba mengeluh pusing dan mual.
"Ca, aku antar sampai ke dalam ya?" Rendra menahan tangan Clara agar tidak turun dari mobil. Ia merasa khawatir melihat kondisi Clara yang terlihat pucat.
" Ngga usah Ren, aku baik-baik saja, mungkin hanya masuk angin." Tolak Clara, Ia melepas tangan Rendra dan segera keluar dari mobil. Bagaimana mungkin ia masuk hotel dengan pria yang bukan suaminya. Membayangkan saja malah justru membuat dirinya merasa tambah pusing.
Rendra tidak bisa membujuk Clara. Ia melihat Clara yang semakin menjauh darinya. Dulu, ia tidak bisa meraih Clara, dan sekarangpun sama seperti itu. "Kau bukan untukku Ca." Ia berucap kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya...
Terimakasih 🙏