With You Again

With You Again
Cewek itu, maha benar.


__ADS_3

Riza masih tak henti mengetuk pintu kamar hotel tempat Meli menginap. "Mbak! Tolong buka pintu ya? Maafkan aku mbak?"


Riza akhirnya memutuskan untuk menghubungi Clara. Mungkin, Meli akan luluh kalau di bujuk Clara.


[Halo Mbak Clara?]


[Halo Riza, ada apa?]


[Mbak Meli mengunci diri di kamar Mbak,]


[Menangnya kenapa?]


[Ada sedikit masalah Mbak, bisakah Mbak Clara membujuk mbak Meli?]


[Aku akan ke sana, tunggu sebentar ya?]


[Iya, Mbak. Makasih]


Riza mengakhiri panggilan ya dengan Clara.


"Kenapa sayang?" Dimas bertanya kepada Clara, saat melihat istrinya segera bangun dari tempat tidur.


"Riza memintaku untuk menemuinya Mas, katanya ada sedikit masalah dengan Meli."


"Oh, aku pikir kenapa. Kau mau mandi?"


"Iya,"


"Ayo mandi bersama?" Dimas menggandeng Clara untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"Mandi saja, jangan macam-macam, ya?"


"Ngga janji." ucap Dimas sambil menggandeng Clara ke kamar mandi.


Clara hanya tersenyum yang melihat suaminya seperti itu. Dan dia tidak bisa menolak tentunya, karena itu sudah menjadi kewajibannya untuk melayani suaminya.


Clara keluar dari kamar hotel bersama dengan Dimas.

__ADS_1


"Ada apa, Za? Meli kenapa? Perasaan tadi masih baik-baik saja," ucap Clara dengan langkah yang tergesa-gesa mendekat ke arah Riza.


"Eh, Mbak Clara," Riza sedikit kaget karena tadi sedang melamun, lalu berjalan ke arah Clara dan Dimas.


"Tadi, emm... itu Mbak," Riza seketika tergagap.


Ia rasanya malu sekali untuk bicara kepada Clara soal ciuman yang tidak sengaja tadi.


"Kau ini kenapa?" Clara sedikit heran dengan sikap Riza.


"Tadi aku tidak sengaja mencium Mbak Meli, kejadian di mobil tadi tidak sengaja Mbak," ucap Riza sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apa?" Clara dan Dimas berucap bersamaan.


"Wah, apa kabar Meli yang dapat ciuman ya?" Dimas tertawa membayangkan reaksi Meli yang menerima ciuman dari Riza.


"Tentu saja dia marah Mas. Aku tahu betul prinsip Meli. Apalagi ini ciuman pertama untuknya."


"Ha... serius Mbak? Ini ciuman pertama untuk Mbak Meli? Tapi, aku beneran ngga sengaja Mbak, sumpah!" ucap Riza sambil mengarahkan keatas kedua jarinya.


Clara menghela napas panjang. Ada-ada saja Riza ini, ciuman yang tidak sengaja. Di dalam mobil lagi, dan sebenarnya memang itu bukan salah Riza karena dia juga tidak berniat mencium Meli.


"Mel! Buka pintunya? Aku mau bicara sebentar,"


Ceklek, suara pintu terbuka. Terlihat Meli dengan mata yang sembab seperti habis menangis.


"Apa? Aku ditinggal lagi, kamu tega banget sih," ucap Meli sambil mengusap air matanya.


"Iya, maaf ya? Tadi Mas Dimas datang jadi, aku pulang duluan. Kau kenapa menangis?"


Meli langsung memeluk Clara. Ia semakin menangis tersedu-sedu. Rasanya ia malu sekali. Bagaimana mungkin ia bisa ciuman dengan laki-laki asing yang baru dikenalnya.


"Mbak Meli? Maaf aku tadi tidak sengaja. Aku tidak bermaksud kurang ajar sama Mbak. Dan kejadian tadi juga di luar dugaan ku Mbak," jelas Riza panjang lebar.


Meli menarik tubuhnya dari pelukan Clara. Ia menatap ke arah sumber suara tersebut. Pandangan Meli berubah tajam, ia rasanya ingin menampar pipi laki-laki tersebut.


" Mel, Riza sudah bilang kalau itu tidak sengaja, apa kau tidak ingin memaafkan Riza?" tanya Clara.

__ADS_1


Meli mendekatkan wajahnya ke telinga Clara. Sambil berucap. "Aku, malu."


Clara spontan tertawa mendengar apa yang di bisikkan sahabatnya tersebut. Ternyata Meli hanya malu. Apakah mungkin Meli menyukai Riza dari pertama bertemu? Clara menebak sendiri pikiran sahabatnya.


"Clara! Kenapa kau malah tertawa ha?"


"Ngga apa-apa, maaf Mel. Za! Dia hanya malu. Meli bukan perempuan yang gampang marah. Pasti kejadian di mobil tadi juga tidak sengaja kan?"


"Dia yang salah, kenapa tadi posisinya seperti itu? Jadi bibirmu nempel di bibirku, kan? Jadi ngga suci lagi tahu,"


"Iya, aku tanggung jawab Mbak. Jadi jangan marah-marah lagi. Apalagi sampai nangis gitu, ngga tega aku lihatnya Mbak,"


" Perempuan itu beda ya sama laki-laki. Kalau kalian habis ciuman sama perempuan lain yang bukan istri kalian hal itu biasa kan? Kalau kami perempuan baik-baik beda tahu!"


" Beda gimana Mbak? Sama-sama ciuman juga?" jawab Riza asal.


" Berarti ini kamu tadi sengaja ya? Kamu mainin aku ya? Jangan kurang ajar kamu ya Za?" Meli tanpa sedikit berteriak tanpa menjeda ucapannya.


" Iya, Mbak maaf. Aku ngga sengaja tadi."


" Sekarang udah ngaku salah?"


" Iya, aku salah Mbak. Memang cewek itu kan, maha benar Mbak,"


" Apa?" teriak Meli.


Maaf ya sayang-sayangku baru update 🙏


Ada yang udah kangen sama aku ngga nih... eh... karyaku maksudnya 🤭


Real life ku sedikit sibuk 😔


Follow akun ig ku yuk.. @indri_diandra


Aku biasanya share update di sana. Ada quote ala-ala aku juga 🤭


Dan terima kasih banyak yang sudah menyempatkan membaca karyaku 🙏❤️

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya...


salam sayang dariku 🥰


__ADS_2