With You Again

With You Again
Aku hanya rapuh sebentar.


__ADS_3

Rendra masih terus memeluk Clara dengan erat. Hati Rendra lebih sakit dari apa yang ia bayangkan. Melihat Clara mengungkapkan perasaannya. Clara mau menyerah, dia kalah. Apa maksud ucapan Clara. Apakah selama ini rumah tangga nya tidak bahagia.


"Menangis, lah? Walaupun menangis tidak menyelesaikan masalah, setidaknya itu akan membuatmu lebih baik," Rendra berucap sambil membelai rambut panjang Clara.


Tidak ada jawaban dari wanita cantik tersebut. Lidahnya kelu, ia hanya ingin menumpahkan air matanya di depan Rendra. Ingin bersandar sebentar di dada bidang pria yang pernah menjadi bagian dari hidupnya tersebut.


Meli, Riza dan Mama Rendra hanya menangis melihat pemandangan yang menurutnya membuat hati mereka ikut tersayat. Bagaimana mungkin suami setega itu. Salah paham? Kenapa hanya melihat masalah dari satu sisi. Bukankah harusnya suaminya lebih tahu soal istrinya. Dan menurut mereka Clara juga wanita yang tidak pernah macam-macam. Kalaupun istrinya bersalah, paling tidak sisi rasa kemanusiaan yang ada pada diri manusia akan tergerak sendiri bukan? Akan peduli walaupun hanya sedikit.


"Aku mau keluar sebentar," pamit Meli kepada Riza dan Mama Rendra. Ia segera keluar dari ruangan tersebut.


Riza mengikuti langkah Meli.


"Mbak, Meli mau kemana?" tanya Riza saat sudah mengikuti langkah kaki Meli.


"Aku mau cari udara segar Riza. Rasanya aku perlu lebih banyak oksigen. Di dalam ruangan tadi terlalu sesak untukku," ucap nya lirih sambil terus menghapus cairan bening yang keluar dari sudut matanya.


"Aku tahu apa yang Mbak Meli rasakan. Tapi, kita tidak bisa berbuat apa-apa mbak."


"Iya, aku tahu. Aku hanya bisa melihat semua tapi aku tidak bisa membantu banyak dan itu adalah hal yang aku benci," pandangan Meli mengarah ke sembarang arah. Dia bingung dan kacau melihat sabahat nya seperti itu.

__ADS_1


Langkah mereka terhenti di sebuah taman kecil yang terletak di rumah sakit. Meli dan Riza mendudukkan tubuhnya di bangku panjang.


" Aku tidak habis pikir dengan Clara. Dia bisa kuat seperti itu. Aku saja yang melihatnya sudah tidak sanggup," ucap Meli tiba-tiba sambil memandang ke segala arah.


"Mungkin, sebenarnya Mbak Clara memang benar-benar kuat mbak," saut Riza sambil memandang Meli.


"Dia pura-pura kuat dan dia juga keras kepala. Dan aku tidak suka dia seperti itu."


" Bukan keras kepala mbak. Mungkin, itu cara mbak Clara menutupi lukanya. Dan seorang wanita itu sebenarnya adalah makhluk yang kuat dan tegar. Lebih dari apa yang kita bayangkan. Hanya saja, mereka mudah menangis. Mereka kadang terlihat rapuh tapi hati dan jiwa mereka kuat mbak, " jelas Riza. Ia tersenyum sambil memandang ke arah Meli.


" Mungkin saja iya, mungkin saja tidak."


" Iya, mbak. Buktinya mbak Clara bisa melewati semua sendiri. Dan dalam waktu yang lama."


"Kau tahu, Clara selalu terlihat ceria di kantor. Bahkan dia selalu menghibur kita dengan candaannya. Kalau dia tidak ada rasanya sepi," ucap Meli tiba-tiba.


"Itu hanya cara mbak Clara menutupi lukanya. Kadang kita saat menghibur orang lain. Itulah saat kita merasa rapuh, sakit dan itu cara kita untuk menghibur diri sendiri sebenarnya," jelas Riza.


" Iya, dia selalu seperti itu dan aku tidak suka."

__ADS_1


" Kenapa tidak suka? Itu cara mbak Clara, dan mungkin juga itu sifat mbak Clara yang memang dia ceria."


" Aku tidak suka dia menutup lukanya sendiri."


" Artinya mbak Clara memang kuat dan tegar mbak. Dia hanya rapuh sesaat pasti akan bangkit lagi, aku yakin itu."


Wanita katanya makhluk lemah, tapi tidak untuk Clara. Ia hanya rapuh dan lelah, istirahat sebentar akan membuatnya baik lagi. Mungkin saat ini adalah sakit yang teramat selama beberapa tahun yang membuatnya menunjukkan sisi lemahnya. Tapi, ia jauh lebih kuat dari apa yang terlihat. Jauh lebih tegar dari apa yang di bayangkan orang-orang sekitar. Hanya selalu berpikir lelah rebahkan sebentar. Kaki melangkah terlalu jauh? Berhenti sebentar lalu jalan lagi. Terlihat sederhana tapi sangat membantu Clara untuk melewati semuanya.


"Makasih, Ren?" ucap Clara sambil melepas pelukan nya dari Rendra.


"Aku akan selalu ada untukmu. Saat kau lelah, saat kau rapuh, saat kau sakit. Aku selalu berdiri di belakangmu. Saat kau merasa tidak baik, aku ada untukmu Ca."


" Aku hanya rapuh sebentar, istirahat sebentar juga baik lagi kok. Jangan khawatirkan apa yang tidak perlu kau khawatirkan Ren," ucap Clara sambil menatap Rendra.


Catatan author : Terima kasih telah menyempatkan diri membaca karyaku πŸ™Jangan lupa like dan komen ya πŸ€—


Btw, aku suka komentar kalian membuat aku semangat nulis terus. Maaf yang aku hanya author remahan kerupuk ini yang kadang up date lama. Masih sibuk, iya sibuk menyibukkan diri 🀭. Aku kalau nulis suka dengerin musik yang melo gitu. Salah satunya seluruh cinta versi cover biar feel-nya dapat aja. Aku bisa dengerin musik sampai malam banget.


Baca juga cerita ku yang lain ada yg cinta manis semanis senyumku πŸ˜‚ astaga.. mulai deh aku terlalu percaya diri. Maafkan ya.. besok ku ulangi lagi deh πŸ˜‚

__ADS_1


Ada cerita remaja juga yang penuh perjuangan dan cinta 🀭.


Pokoknya terimakasih banyak ya sayang ku β€οΈπŸ™


__ADS_2