With You Again

With You Again
Kabar bahagia.


__ADS_3

Seorang pria sedang berjalan dengan gontai. Langkahnya tak tentu arah, pikirannya kalut. Ia sendiri tidak tahu apa yang ia lakukan. Kenapa ia bisa seperti itu pada istrinya. Emosi mengalahkan akal sehatnya. Ingin mengejar istrinya tapi hati begitu berat. Egonya terlalu tinggi, sampai mengalahkan rasa cintanya kepada sang istri.


Hubungan yang terjalin lama, melewati suka dan duka bersama tidak akan jadi jaminan bertahannya suatu hubungan. Apakah pondasinya? Cinta, kesetiaan, saling menghargai, saling memberi, saling menerima. Dimas melupakan semua itu. Ia lupa bagaimana dulu awal menjalin hubungan bersama sang istri. Dimas lupa baiknya sang istri. Dimas lupa istrinya terlalu berharga untuk di sakiti. Dimas lupa istrinya selalu ada saat ia susah. Lupa saat masa terpuruk, istrinya lah yang selalu setia mendampingi. Lupa, satu kata menghapus semua kebaikan Clara.


Di rumah sakit Rendra masih setia mendampingi Clara. Ia melihat wajah cantik Clara yang sembab karena menangis. Sungguh meneduhkan untuk ia pandang. Rendra tidak berkedip, rasanya ingin memandang wajah tersebut dengan lama.


"Ca, jangan kau bilang seperti itu. Aku akan selalu ada untukmu," Rendra berucap sambil memegang tangan Clara.


"Aku baik-baik saja, Ren. Hanya lelah, kaki ku melangkah terlalu lebar jadi aku lelah. Dan pundak ku menanggung beban yang terlalu berat jadi aku akan menaruh sedikit beban itu sekarang."


"Ca! Kau bisa menggenggam tanganku. Biarlah aku yang merasakan beban beratmu,"


"Tidak ada yang bisa kau lakukan, Ren. Dan aku tidak merasa beban ku berat. Bukankah berat atau tidaknya tergantung kita yang menjalani. Hanya menaruh nya sedikit, bukan berarti berat bukan," Clara memandang Rendra dengan sorotan tajam.


Hal yang paling di benci Clara adalah kalau ada orang yang mengasihani dia. Clara yang terlalu sensitif atau memang ia wanita yang tidak peka. Tidak bisa membedakan mana yang mengasihani dia, dan mana yang benar-benar tulus. Karena itulah Clara selalu menutup luka nya dengan canda dan tawa. Tidak ingin membuat orang sekitar tahu apa yang sebenarnya ia alami. Dan memang kadang kita selalu membuat orang lain tertawa karena kita berusaha menutup luka kita rapat-rapat. Clara nyaman dengan dirinya yang seperti itu. Entah sampai kapan hanya ia yang tahu.

__ADS_1


Rendra membuang napas kasar. Wanita baik yang bodoh dan keras kepala. Inilah kenapa ia selalu tidak bisa melepas Clara.


"Kau sudah tahu kalau hamil?" tanya Rendra tiba-tiba setelah beberapa saat hening di dalam ruangan tersebut.


Deg... Clara diam. Perasaan senang yang sulit untuk di ungkapkan dengan kata-kata. Hanya diam dengan jantungnya yang berdetak kencang. Senang dirinya hamil tapi sedih bagaimana ia menyampaikan kabar gembira ini kepada Dimas.


"Iya, kah Ren? Aku senang akhirnya aku hamil," tangannya memegang perut nya yang masih rata. Suaranya tertahan dan air mata nya keluar tanpa permisi.


Kali ini Clara menangis bukan karena kesedihan. Tapi, ia menangis karena bahagia. Bahagia akan hadirnya seorang anak di antara dirinya dan Dimas. Akan menjadi pelengkap kebahagiaan nya dalam hubungan yang di sebut pernikahan. Lagi dan lagi Clara akan memulai lagi.


"Makasih ya Ren," balas Clara sambil tersenyum kepada Rendra.


"Aku akan selalu ada untukmu. Aku mau menerima anakmu. Aku mau apapun yang ada dalam dirimu Ca?" ucap Rendra tiba-tiba dengan nada yang berat. Mata pria tersebut sudah berkaca-kaca. Ungkapan dari hati yang seharusnya tidak ia ucapkan. Tapi, rasa ingin menjaga Clara begitu kuat.


" Kan kita teman Ren. Maunya apa kamu? Kalau ngomong emang ngga pernah dipikir dulu ya? Kayak ngga ada wanita lain aja sih," jawab Clara sambil tertawa.

__ADS_1


"Ngga ada. Ngga ada yang seperti dirimu Ca."


Catatan author :


Aih... itu Mas Rendra ngapa ya? Gemes aku jadinya 🤭 Segitu cinta sama Clara ya Mas Ren? Okay lah terus berjuang ya Mas 😂 loh.. apa-apaan aku ini 🤣


Mau tahu sih kalian team mana nih? Rendra atau Dimas 🤭


Kurang lebih aku tahu kalian pilih mana berdasarkan komen ya kaka². Ada akibat pastinya ada sebab. Di next chapter akan ada alasan kenapa Dimas seperti itu he.. he... chapter nya ke berapa masih rahasia 🤭


Yang baca baru sedikit, tapi aku pribadi dari hati ku yang paling dalam sedalam cintaku padanya ea.. ea.. aku sangat bersyukur dan berterima kasih karena kaka² yang baca setia sama karyaku dan selalu tunggu aku up 🙏


Pokoknya big thanks ya kakak baik.


Terima kasih telah menyempatkan diri membaca karyaku jangan lupa like dan komen ya kakak 🙏

__ADS_1


Salam sayang dariku ❤️


__ADS_2