With You Again

With You Again
Hanya terlihat baik-baik saja.


__ADS_3

Clara tidak menanggapi ucapan Rendra. Apapun yang di katakan Rendra tidak ada artinya untuk Clara. Dia sudah tidak ada perasaan apapun kepada Rendra. Karena hati dan jiwanya semua utuh untuk Dimas.


"Sudah selesai ngomong nya?" tanya Clara.


"Aku serius Ca. Aku mau menerima kamu apa adanya."


"Jangan mulai lagi ya, Ren! Aku masih sah menjadi istri Dimas," jawab Clara lirih sambil menatap ke arah jendela.


Rendra membuang napas. Wanita di hadapannya ini luar biasa baginya. Inilah kenapa Rendra tidak bisa lepas dari pesona seorang Clara.


Dimas sudah berada di kamar hotel tempat ia dan Clara menginap dan menghabiskan malam panas beberapa jam yang lalu. Pikirannya kembali ingat betapa ia sangat menikmati malam yang panas tadi bersama sang istri. Tapi, beberapa jam kemudian ia dikejutkan dengan perbuatan Clara. Dimas mendudukkan tubuhnya di ranjang hotel. Ia berkali-kali menghela napas.


"Clara ngga mungkin selingkuh. Aku sudah salah paham kepadanya," ucap Dimas lirih sambil tangan mencengkram erat rambut.

__ADS_1


Dimas mencari benda pipih yang ada dalam saku celananya. Ia segera mencari nomor yang akan ia hubungi. Beberapa kali ia mencoba, tapi tidak ada jawaban dari nomor telepon yang di hubungi Dimas.


" Kenapa Meli tidak mengangkat panggilan telepon ku," ucapnya lirih sambil menekan nomor telepon yang ada di ponselnya berulang kali.


Masih dengan perasaan bersalah, Dimas berkali-kali mencoba melakukan panggilan kepada Meli, tapi tidak ada jawaban dari Meli. Ia berlari keluar dari kamar hotel. Berlari sekencang mungkin. Berharap istrinya baik-baik saja. Berharap tidak terjadi hal buruk kepada istrinya. Emosi sesaat, menjadikan Dimas suami yang tidak tahu diri.


Kini Dimas sudah berada di tempat di mana Clara kecelakaan. Sepi, karena sudah cukup malam. Dan bodohnya Dimas bukankah istrinya pasti sudah di bawa ke rumah sakit. Dimas semakin bingung, ia bertanya kepada orang yang sesekali lewat di jalanan tersebut untuk menanyakan alamat rumah sakit terdekat. Dia harus segera ke rumah sakit sekarang. Ia yakin istrinya sudah di bawa ke rumah sakit sekarang.


Setelah menempuh jarak sekitar dua puluh menit. Dimas sampai di sebuah rumah sakit tempat Clara di rawat. Dimas berlari sekencang mungkin, ia ingin segera bertemu dengan istrinya. Ia berharap kondisi Clara baik-baik saja.


"Clara!" panggil panggil Dimas saat membuka pintu.


Clara dan Rendra secara bersamaan menoleh ke arah suara tersebut.

__ADS_1


Rendra langsung berdiri dari tempat duduknya. Rahangnya mengeras, tangannya sudah mengepal erat. Lalu ia berjalan ke arah Dimas.


"Kau! Mau apa kesini? Apa masih kau menganggap Clara istrimu? Lepaskan dia kalau kau tidak bisa menjaganya dengan baik," Rendra menekan suaranya sekecil mungkin, sambil tangan kanan nya mencengkram erat kerah baju Dimas. Ingin rasanya memukul laki-laki yang ada di hadapannya saat ini. Tapi, mengingat kondisi Clara ia tidak ingin membuat Clara khawatir.


"Dia masih istriku," jawab Dimas sambil menepis tangan kanan Rendra. Ia abaikan Rendra. Dimas berjalan mendekat ke arah Clara.


"Clara! Kau baik-baik saja?" tanya Dimas saat sudah berada di samping ranjang.


Clara menoleh ke arah suara tersebut. Suara yang begitu ia rindukan dan suara yang selalu membuat hatinya nyeri. Pandangan Clara tertuju kepada Dimas. Ia tidak menjawab suaminya. Dia rasa, suaminya hanya basa basi saja.


Dimas memegang tangan Clara sambil berucap. "Kau baik-baik saja?"


"Bukankah, aku selalu terlihat baik-baik saja di matamu? Saat hatiku sakit, saat aku kecewa atau aku marah pun, bukankah kau selalu menganggap aku baik-baik saja?"

__ADS_1


Terima kasih telah menyempatkan diri membaca karyaku jangan lupa like dan komen ya🙏


Salam sayang dariku ❤️🙏


__ADS_2