With You Again

With You Again
Belajar menjadi tega.


__ADS_3

Masih di tempat yang sama Dimas meratapi kebodohannya. Usahanya untuk mendapat maaf dari sang istri sia-sia. Sebulan sudah Clara hidup sendiri. Tidak terhitung berapa kali Dimas memohon untuk kembali padanya. Tapi wanita yang hatinya sudah terkoyak sembilu tersebut tidak mau menerima Dimas kembali. Bahkan sang mertua juga beberapa kali datang untuk membujuk Clara tapi semua usaha mereka sia-sia. Yang sudah pergi tanpa ada amarah di hatinya tidak akan kembali lagi. Clara pergi dengan hati hampa tidak ada rasa karena terlalu lama mencinta memberi sayang untuk semua tapi dia tidak mendapatkan cinta. Bukankah cinta itu dua hal. Memberi dan menerima. Kalau kau hanya mendapatkan salah satu dari dua hal tersebut itu adalah suatu kebodohan.


"Clara ayo lah kita baikan. Perutmu semakin lama akan membesar dan sebentar lagi akan melahirkan. Ayo kita buat keluarga yang utuh." Bujuk Dimas yang sedang menemui Clara di tempat kos nya.


"Keputusan ku sudah bulat Mas. Kau pulanglah! Aku tidak akan melarang mu untuk bertemu anak kita."


"Tapi Clara, bukankah akan lebih kalau kita bersama kembali," suara Dimas bergetar. Matanya sudah di genangi cairan bening.


"Tidak mas."


"Clara ayo lah!"


"Mas, dulu kau pernah menangis seperti ini. Kau menangis karena aku merawat mu penuh cinta saat kau sedang sakit. Kau tahu betapa takutnya aku saat kau sakit. Dunia ku runtuh mas. Aku bukan orang baik, tapi aku akan melakukan yang terbaik untuk orang yang aku cinta. Dan, asal kau tahu aku rela Tuhan mengurangi umurku demi dirimu. Aku mau kau bahagia aku mau kau menemani aku dan kita menua bersama. Tapi, kenyataannya kau melukai ku lagi dan rasanya lebih sakit mas. Lalu apakah sekarang aku harus mengulang lagi kesalahan yang sama?"


" Clara pikirkan lagi, aku menyesal."

__ADS_1


" Tangisi lah penyesalan mu mas. Karena aku tetap pada keputusan ku. Di sana bersama mu bukan tempat ku. Aku ingin tidur kau pulang lah!" Clara segera berdiri dari duduknya ia sudah tidak tahan bertemu degan Dimas. Bukan ia benci, tapi ia takut air mata nya akan menetes melihat Dimas yang kalut dan kacau seperti itu. Bagaimana pun Dimas adalah pria yang pernah ia cintai.


Dimas berdiri dari tempat duduknya, ia segera berjalan keluar. Langkahnya terasa berat, baru kali ini ia merasa benar-benar hancur. Istri yang ia pikir begitu mencintai dirinya tidak akan bisa pergi tapi, kenyataan nya Clara bisa lepas dari dirinya. Sekarang yang tertinggal hanya penyesalan.


"Mas setelah aku melahirkan kita bercerai."


Langkah Dimas terhenti dengan ucapan Clara. Kata cerai seketika membuat Dimas sesak. Ia tidak menyangka bahwa di tinggal Clara adalah awal dari keterpurukannya.


"Kau tega sekali Clara."


"Baiklah setelah kau melahirkan kita cerai," saut Dimas. Ia segera berjalan ke luar.


Clara masuk ke dalam kamarnya. Ia menarik napas dalam-dalam. Perkataan Dimas yang mengatakan dia tega sedikit mengusik pikirannya. Ia dia belajar menjadi tega, karena dengan seperti itu hatinya akan lebih kuat lagi. Menjadikan ia tidak lemah lagi karena sekarang ia harus kuat sendiri bertumpu pada kedua kaki dan tangannya sendiri. Hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri.


***

__ADS_1


Seorang pria sedang melihat jam tangan nya berkali-kali. Ia menunggu wanita yang sudah beberapa bulan ini selalu mengusik pikirannya. Rasanya ia gugup sekali membayangkan wajah Meli yang sedikit judes. Riza datang ke Yogyakarta hanya untuk bertemu Meli. Hubungan mereka semakin dekat. Meli yang nyaman dengan perlakuan Riza mulai sedikit demi sedikit membuka hati untuk pria tersebut.


"Maaf mas, nunggu nya lama ya, apa kabar? " tanya seorang wanita yang baru tiba sambil mengulurkan tangan kanannya.


"Baik, ayo duduk! " jawab Riza.


"Makasih."


Kerasnya hati wanita akan luluh juga dengan perhatian dan sayang yang tulus dari seorang pria. Dan Riza mampu meluluhkan hati Meli. Semua orang punya masa lalu, dan itu menjadikan rasa takut untuk membina hubungan akan selalu melintas di pikiran. Meli melihat kegagalan orang tuanya, sehingga ia takut menjalin hubungan. Tidak ada hubungan yang berjalan tanpa pertengkaran ataupun masalah. Jadi cukup lakukan yang terbaik yang kau bisa saat kau membina hubungan bersama pasangan. Karena pasanganmu tidak bisa menjadi sempurna seperti apa yang kau mau. Cukup terima pasanganmu apa adanya. Bukan adanya apa. Karena cinta itu memberi tanpa syarat dan menerima tanpa mencela.


***


Tiga tahun kemudian.


Seorang wanita terlihat cantik di sebuah pesta pernikahan. Senyum tidak surut sedikit pun dari bibir indahnya. Ia melihat tingkah pria yang ada di hadapannya. Ada saja apapun yang ia buat sebagai lelucon. Dan dua anak kecil yang belum genap tiga tahun bersama pria tersebut menambah kebahagiannya malam ini. Tidak banyak tamu undangan di dalam pesta pernikahan tersebut. Yang hadir hanya keluarga dan teman dekat saja. Sebuah pesta yang sangat privasi dan khusus untuk orang terdekat. Canda tawa bersama keluarga dan teman di malam ini menjadikan Clara bahagia. Iya Clara bahagia malam ini.

__ADS_1


__ADS_2