
Aku ingin memulai hubungan kembali denganmu? Bukan sebagai sepasang kekasih, tapi sebagai teman. Teman yang selalu mencintaimu dan akan selalu ada untuk mu.
~***Rendra***~
Rendra tersenyum melihat Clara. Rasa cintanya tidak akan mudah hilang, ibarat tato yang sudah menyatu dengan kulit. Tapi ia juga tidak akan egois, bukankah yang penting ia melihat wanita yang di cintai nya bahagia? Pikiran Rendra masih waras untuk tidak merusak hubungan orang lain.
"Ayo kita makan bersama? Setelah itu aku antar kau pulang ya?" Rendra berucap lembu kepada Clara. Tidak akan ada yang berubah dari sikapnya kepada wanita yang ada di sampingnya. Clara tetaplah wanita yang di cintai nya dari dulu sampai sekarang. Namun ia akan membentengi perasaannya.
" Ayo." Ucap Clara datar.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Tidak ada percakapan di antara mereka. Dua insan yang dulu saling mencintai kini terasa seperti orang asing. Rendra ataupun Clara sama-sama menjaga hati seseorang.
"Ayo masuk?" Ajak Rendra setelah mobil berhenti di sebuah mall besar di kota Surabaya.
"Kenapa kita ke mall Ren?" Clara merasa heran, bukankah ke restoran saja cukup kenapa ini harus ke mall.
"Kita main sebentar ya?" Rendra ingin mengulang masa lalu mereka. Bukan sebagai pasangan kekasih. Namun sebagai teman, status nya sekarang hanya teman untuk Clara.
__ADS_1
Raut wajah Clara tiba-tiba berubah. Ia tidak suka dengan sikap Rendra. "Apa maksud mu Ren?"
"Tenanglah, aku tidak akan macam-macam Clara. Kita makan di dalam, dan setelah itu main sebentar. Sebagai perayaan pertemuan kita?" Bujuk Rendra.
Tanpa menunggu balasan dari Clara, Rendra segera keluar dari mobil. Ia mengitari mobil dan membukakan pintu untuk Clara.
" Ayo Ca! kau mau duduk disini saja?" Ucap Rendra sambil mengulurkan tangan kanannya kepada Clara.
Tanpa menjawab Rendra, Clara keluar dari mobil tanpa menggapai uluran tangan Rendra. Ia berjalan mendahului Rendra masuk ke dalam mall.
"Masih sama seperti dulu. Marah hanya diam tapi tetap nurut aja sih." Rendra berucap kepada dirinya sendiri.
"Aw..." tiba-tiba Clara mengaduh saat ada seorang pria menabrak nya.
"Mas! kalau jalan lihat-lihat ya?" Tegur Rendra tidak terima karena seorang pria menabrak Clara.
"I-ya Mas Maaf? Tadi saya buru-buru?"
__ADS_1
"Sudah Ren, aku ngga apa-apa." Clara segera menyuruh pria tersebut untuk pergi. Tidak ada yang berubah dari Rendra ia masih selalu sigap dan siaga menjaga Clara.
"Mungkinkah semuanya akan terasa berbeda kalau kamu yang menjadi suamiku Ren." Clara berucap dalam hati. Ia melihat perhatian Rendra yang masih sama seperti dulu. Tidak berubah walaupun sudah di makan waktu.
Rendra masih sibuk memeriksa lengan Clara. "Adakah yang sakit?"
Clara menggelengkan kepala. "Aku ngga apa-apa. Dasar suka berlebihan kau ini Ren."
"Aku tidak berlebihan. Coba tadi kalau kau sampai jatuh, kau bisa saja terluka kalau aku tidak menangkap mu." Rendra berucap dengan nada sedikit tinggi. Bagaimana pun juga keselamatan Clara adalah yang utama baginya.
"Paling luka ringan kan? tidak sampai terjadi hal buruk Ren?" Clara tertawa menanggapi ucapan Rendra.
"Kau tidak tahu apa yang aku rasakan selama ini? Aku tidak bisa menghubungi mu, bertemu denganmu. Kau seolah di telan bumi Ca! Kau tahu setiap hari aku selalu berdoa agar di pertemukan denganmu. Kalau saja aku tahu kau pergi ke Yogyakarta akan aku cari sampai ketemu. Dan hal buruk dalam hidupku adalah aku tidak bisa bertemu denganmu Clara Amalia. Saat aku bertemu denganmu aku seperti terbang ke angkasa. Tapi beberapa detik kemudian terjatuh di lautan paling dalam karena aku mengetahui kau sudah jadi milik orang lain Ca." Buliran bening menetes di kedua sudut mata Rendra. Ia lemah di depan wanita yang ada di hadapan nya. Ingin rasanya ia mendekap tubuh wanita yang ada di hadapan nya saat ini. Tapi, sungguh itu tidak bisa ia lakukan.
" Ca! aku temanmu, yang akan selalu mencintaimu. Aku akan selalu ada untukmu."
Catatan author : Terimakasih telah menyempatkan diri membaca karyaku 🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya...