With You Again

With You Again
Ciuman yang tidak disengaja.


__ADS_3

Langit sudah mulai berubah warna. Setelah selesai makan Clara dan Dimas langsung kembali ke hotel. Dimas memesan kamar untuk mereka berdua.


"Sayang," ucap Dimas sambil memeluk Clara dari belakang. Ia hirup dalam-dalam aroma rambut Clara yang masih sedikit basah.


"Iya, Mas." Clara membalikkan badannya menghadap sang suami. Ia kalung kan tangan di leher Dimas. Sedetik kemudian bibir mereka bertemu. Entah siapa yang memulainya lebih dulu bibir keduanya sudah menyatu. Clara memejamkan mata, Ia menikmati ciuman yang diberikan Dimas. Semakin lama semakin menuntut. Tanpa melepas ciuman nya. Dimas menggiring tubuh Clara menuju ranjang. Ia membuka kimono yang membalut tubuh Clara. Serta dengan cepat Ia juga menanggalkan pakaiannya.


"Sayang! Mas rindu." Dimas berisik di telinga Clara.


"Aku juga." Jawab Clara.


Malam ini berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Suasana baru, serta tidak bertemu dua hari membuat hasrat mereka semakin membara. Dimas menyentuh setiap inci tubuh istrinya. Clara hanya pasrah menerima sentuhan dari Dimas. Dan malam ini mereka melebur rasa. Dengan tempat berbeda dan suasana berbeda.


***


"Clara menyebalkan!" Meli tidak henti-henti ya menggerutu. Bagaimana tidak, kemarin ditinggal pergi dengan Rendra. Dan sekarang di tinggal lagi. Dia tidak ada waktu untuk jalan-jalan bersama sahabatnya tersebut.


"Mbak ngapain ngomel-ngomel sendiri ngga jelas?" Riza memperhatikan Meli yang selalu cemberut dari tadi makan malam.


"Aku ditinggal sendirian dari kemarin Za! Hu... hu..."

__ADS_1


Riza memberikan tisu kepada Meli. "Ini mbak, ingusnya di lap dulu?"


"Kau ini ya!" Meli memukul pelan lengan Riza.


Riza memegang tangan Meli. " Jangan galak-galak mbak! Nanti jadi cinta lo?"


"Galaknya sama kamu doang, dan aku ngga akan suka sama kamu?" Meli berkata sambil memalingkan wajah ke jendela.


"Cinta mbak, bukan suka!" Riza berbisik di telinga Meli.


Dengan cepat Meli menengok ke samping. Ia merasa geli dengan bisikan Riza.


"Ha... Riza apa yang kamu lakukan?" Meli mendorong tubuh Riza. Ia cepat-cepat membersihkan bibirnya dengan tisu.


"Maaf Mbak? Aku tidak sengaja melakukannya. Tadi aku hanya..."


"Stop Za!" Meli memotong perkataan Riza. Ia segera turun dari mobil.


"Mbak tunggu?" Riza mencoba mengejar Meli, tapi suara klakson mobil dari belakang menghentikan langkah Riza.

__ADS_1


"Ah... sial," umpatnya begitu kesal dengan mobil di belakang mobilnya.


Meli terus berlari, Ia menekan tombol lift dengan cepat. Tidak henti-henti nya Ia mengumpat dalam hati. Mata nya sudah memerah, dan setelah beberapa detik, cairan bening lolos dari kedua sudut matanya.


Meli menutup pintu dengan keras. Ia berjongkok sambil bersandar di pintu. Tangisnya pecah seketika. Harusnya tadi Ia menampar Riza. Itulah yang ada di pikiran Meli saat ini.


Riza merasa frustrasi dengan apa yang di lakukan nya kepada Meli. Dia tidak sengaja melakukan itu. Dengan langkah yang cepat Ia menuju kamar hotel tempat Meli menginap.


Tok... tok...


"Buka pintunya Mbak? Aku tahu mbak di dalam. Sungguh aku tidak sengaja melakukan itu. Mbak?"


Suara Riza terbuang sia-sia. Meli tidak mau mendengarkan penjelasan Riza. Meli hanya butuh waktu untuk menenangkan dirinya.


"Mbak! Maafkan aku, sungguh aku tidak sengaja?" Ucap Riza lemah. Ia sudah kehabisan akal untuk membujuk wanita yang ada di dalam kamar tersebut.


Terimakasih sudah menyempatkan diri membaca karyaku 🙏


Jangan lupa like dan komen ya 🤗

__ADS_1


__ADS_2