
Dua manusia yang pernah saling mencintai. Disatukan dalam satu ikatan yang sakral. Janji saling mengasihi, mencintai sampai akhir tidak akan saling menyakiti satu sama lain. Apakah janji hanya sebuah janji? Bukankah seharusnya semakin lama bersama, akan semakin menumbuhkan rasa cinta di antara keduanya?
Semakin hari Clara semakin cinta dengan Dimas. Tapi, tidak dengan Dimas. Sikap dan sifat Dimas sudah menunjukkan semuanya. Seolah hanya menganggap istri nya pigura.
Clara masih menangis tersedu-sedu. Ia rapuh, satu sisi hati hampir goyah melihat air mata sang suami. Tapi, di sisi hati yang lain mengatakan untuk tidak kembali kepada Dimas. Pernah menjadi baik dan mencintai setulus hati, hanya terima walaupun hati tersakiti. Tapi, tidak untuk sekarang. Clara yang dulu sudah tidak ada. Clara sudah belajar menjadi manusia tega.
"Aku, mohon pulanglah! Sebelum aku bicara kasar padamu mas."
"Clara apa tidak ada rasa cinta sedikit saja di hatimu?" tanya Dimas dengan lirih. Suara nya hampir tidak terdengar karena pria ini juga menangis tersedu-sedu.
"Maafkan aku. Hatiku sudah mati rasa."
__ADS_1
"Kita tumbuhkan lagi dengan kasih sayang dan cinta lagi. Aku ingin mengulang semuanya kembali."
"Aku tidak mau mengulang kisah lama bersama orang yang sama mas. Aku tidak mau terluka untuk kedua kalinya. Kau tahu alasannya kenapa?" Clara bangkit ia berdiri tegak melepaskan genggaman tangan Dimas yang sedari tadi tidak mau melepas tangannya.
"Apa?"
"Karena sejak awal aku tidak diterima mas. Aku yang terlalu bodoh untuk tidak mengerti hal itu. Dan selama apapun aku berjuang tidak membuahkan hasil. Aku mencintaimu mas tapi itu dulu sebelum kau melukai aku berkali-kali. Bahkan aku hampir tidak pernah mendengar kata maaf darimu. Karena itu bukan cintaku yang tumbuh, tapi rasa benciku yang semakin menumpuk. Makanya aku tidak mau mengulang kisah kita, karena aku akan mengungkit semua hal buruk yang kau lakukan padaku dan aku tidak mau itu. Aku tidak mau menjadi manusia jahat."
"Maafkan aku Clara!"
"Aku sudah memaafkan mas. Tapi, aku belum bisa melupakan apa yang kau perbuat padaku."
__ADS_1
"Iya, aku tahu. Kalau kau bisa lupa kau akan kembali padaku."
Dimas berbalik ia segera berjalan keluar. Baru sekitar lima langkah ia berhenti karena ucapan Clara.
"Lupa pun, aku tidak akan mengulang kisah yang sama dengan mu. Aku tidak mau mengulang apapun denganmu walaupun aku melupakan kesalahanmu," teriak Clara.
"Iya, aku tahu. Kau baik dan juga sabar. Tapi kau juga keras kepala."
"Keras kepalaku bisa lunak mas. Hatiku yang keras yang tidak bisa kembali seperti dulu. Berhentilah mencari pembenaran atas kesalahan yang kau buat. Orang baik bisa jadi jahat mas, dan orang jahat tidak selamanya jahat."
Terima kasih telah menyempatkan diri membaca karyaku 🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya 🙏❤️