With You Again

With You Again
Akhir kisah kita.


__ADS_3

Meli dan Riza juga turut hadir dalam acara bahagia tersebut. Malam ini adalah acara pernikahan Rendra. Pria yang mencintai Clara selama beberapa tahun sudah menemukan sosok lain pengganti Clara. Dan hubungan antara dirinya dan Clara sekarang hanya sebatas teman saja. Rendra sedang asyik bercanda dengan kedua anak Clara yang usianya belum genap tiga tahun. Kedua bocah tersebut saling berebut perhatian Rendra. Dua anak laki-laki yang lucu, siapapun yang melihatnya mengira Rendra lah Papa nya. Tapi, kenyataannya mereka tidak ada hubungan darah.


Seorang wanita ikut mendudukkan tubuhnya di samping Clara. Ia terlihat cantik dengan gaun putih tanpa lengan dengan riasan natural yang cantik. Mempelai wanita yang cantik dan baik. Wanita yang begitu sabar menemani Rendra.


"Mbak Clara makasih sudah mau jauh-jauh datang kemari," ucap Tari tulus kepada Clara sambil pandangan nya terus menyaksikan sang suami yang sedang bercanda dengan kedua anak Clara.


"Sama-sama kita kan keluarga. Aku pasti datang di acara spesial ini."


"Aku ngga nyangka Mas Rendra bisa membuka hatinya untukku mbak. Padahal aku tahu bagaimana besarnya cinta Mas Rendra untuk Mbak Clara."


"Waktu bisa mengubah segalanya, Tari."


"Iya benar waktu mengubah nya mbak."


"Rendra pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku. Dan aku sudah lama tidak memiliki perasan untuknya."


"Aku pikir waktu itu saat dia ke Yogyakarta dia akan datang membawa mbak Clara, ternyata ia hanya menjenguk Mbak Clara dan si kembar."


"Iya dia Om yang baik untuk anak-anakku. Semua sudah pada tempatnya masing-masing. Aku bahagia bersama kedua anakku. Dan sekarang kau yang bersama Rendra. Kita sekarang keluarga. Lelah saat aku bekerja seharian sirna saat aku di sambut senyum manis dari mereka," ucap Clara sambil tertawa.


"Iya, mbak. Waktu itu aku bertemu mas Rendra di sebuah cafe yang tidak jauh dari kantor ku. Memang kebetulan atau takdir dari Tuhan. Aku sering bertemu dengan nya setelah hari itu dan kami menjalin hubungan. Sampai saat aku mengenalkan ia ke orang tua ku ternyata orang tua kami bersahabat dan aku lah anak sahabat papanya mas Rendra. Jadi ini kebetulan atau bagaimana ya?"


" Itu yang namanya kalau jodoh ngga akan kemana-mana. "


Flash back on.


"Ren, aku tidak akan bersama dengan mu. Kau tahu kan apa yang di pikirkan Mas Dimas waktu di Surabaya. Dia pikir aku selingkuh dengan mu. Apa yang akan dipikirkan mas Dimas nanti. Dan yang paling penting adalah aku tidak ada lagi perasaan terhadapmu."


"Kau masih mencintai Dimas?" tanya Rendra.

__ADS_1


"Tidak ada cinta di hatiku Ren. Yang ada luka yang belum sembuh tidak terlihat tapi rasanya sakit."


"Kau yakin sudah tidak ada cinta lagi?" Rendra memastikan lagi soal perasan Clara.


"Tidak ada sedikitpun."


"Kau yakin ini bukan emosi sesaat? Bisa saja kan kau luluh lagi kalau dia minta maaf padamu."


"Tidak akan Ren. Aku memaafkan, tapi tidak melupakan apa yang telah ia perbuat padaku. Perkataan kasarnya, bentakan dan yang terakhir pukulan di wajahku. Belum lagi tatapan dari ibunya yang memang terlihat tidak suka kepadaku. Di sana bukan tempatku. Aku bisa bahagia dengan caraku sendiri."


" Aku pastikan setelah ini pertemuan kita akan terasa berbeda. Kita akan saling menyapa seperti orang asing Ca."


" Itu hak kamu mau menganggap ku orang asing. Tapi, aku akan tetap menyapamu kalau bertemu. Aku akan menganggap mu teman baikku."


" Inilah yang aku suka darimu Ca, wanita yang pernah aku cintai begitu lama."


" Lanjutkan kata-kata nya, ini pipiku sudah merona lo," ucap Clara sambil memegang kedua pipinya.


"Aku sepertinya harus menjalankan isi surat papa."


"Menjalankan apa?"


"Papa memintaku untuk menikah dengan anak temannya. Tapi, aku juga berhak menolak kalau aku sudah punya kekasih."


"Kau mau menikah tapi belum ada cinta?"


"Entahlah."


"Turuti apa kata hatimu. Kan itu tidak harus di jalankan karena Papa mu juga tidak memaksa kan. Kalau kau tidak ingin melakukan yasudah jangan lakukan."

__ADS_1


"Iya, makasih Ca."


***


"Clara kau dari tadi kemana saja? Aku mau nunggu mu disini dari tadi," ucap Dimas sambil berjalan kearah Clara.


" Aku tadi bertemu Rendra sebentar. Dia ada pekerjaan di Yogyakarta jadi aku menemui nya sebentar," jawab Clara.


"Kau minta cerai karena ingin menjalin hubungan dengan Rendra kan? Sejak di Surabaya aku sudah curiga."


"Curiga lah sepuas mu berpikirlah apa yang ingin kau pikir karena itu juga hak mu. Dan kau sudah tidak perlu mempertanyakan aku pergi dengan siapa. Kau bukan siapa-siapa untuk ku."


"Baiklah aku akan pergi, dan kau bebas bersama Rendra."


"Terserah apapun itu anggapan mu. Karena semua yang terucap dari mulutmu tidak berarti buat ku. Kisah kita sudah selesai. Dan sekarang pergilah!" Clara mengusir Dimas dari tempat kos nya. Rasanya ia tidak habis pikir dengan tingkah Dimas.


Clara tidak mengerti apa yang diinginkan Dimas. Rasanya ia tidak habis pikir hampir setiap hari Dimas datang ke kos nya hanya untuk berdebat. Hati Clara sudah mati rasa dengan apapun Dimas memaksa untuk kembali tidak akan Clara terima. Bukan hanya perlakuan suaminya yang kasar, tapi juga dari sang mertua. Bukan kah Clara berhak mencari bahagianya sendiri bersama anaknya kelak.


Dimas pergi dengan penuh amarah. Usahanya untuk membujuk Clara gagal lagi. Ia sudah tidak mengenal wanita yang bersama nya selama tujuh tahun. Benarkah itu Clara? Kenapa wanita yang dulu biasa legowo dan menerima semua dengan lapang dada berubah menjadi seperti itu. Kini Dimas menyesali semua tindakan bodohnya. Mengabaikan wanita yang begitu tulus mencintai dirinya. Kesalahannya di maafkan tapi tidak di lupakan oleh pemilik hati yang terluka.


Flash back off.


Clara tersenyum bahagia melihat tumbuh kembang buah hatinya. Rasanya ini seperti mimpi untuknya. Dulu selalu hidup di bawah tekanan. Pulang kerja saja selalu takut. Tapi, sekarang ia bebas rasanya.


Rendra sudah bahagia bersama wanita lain sekarang. Waktu tidak menyatukan Clara dan Rendra. Semua kisah indah mereka hanya akan menjadi masa lalu untuk Clara. Dan wanita tersebut tidak akan kembali ke masa lalu. Dan Rendra hanya masa lalu yang pernah singgah sebentar di hati tapi tidak menetap.


Dimas masih dalam penyesalan. Walaupun hampir tiga tahun belum juga membawa bahagia untuk mantan suami Clara tersebut. Pria bodoh yang melepas berlian begitu saja. Mendapat cinta dan sayang yang tulus tapi tidak di jaga. Menerima tapi tetap merasa kurang. Tidak bisa melihat baiknya pasangan hanya mengandalkan egonya. Hanya ada penyesalan dalam hati Dimas.


Wanita berusia dua puluh tujuh tahun yang merasa beruntung dicintai mantannya dalam waktu yang lama. Tapi ia malah memilih sendiri. Bukan ia tidak ingin hidup bersama pasangan, hanya saja luka di hatinya belum sepenuhnya sembuh. Rendra dan Dimas adalah dua pria yang ada di masa lalunya yang memberikan bahagia dan suka di waktu yang berbeda. Saat ini ia hanya mengandalkan diri sendiri bertumpu pada kaki dan tangan sendiri untuk mencapai semua apa yang ia inginkan. Dua anak laki-laki yang menggemaskan bernama Daffa dan Daffi menjadi semangat nya dan itu sudah cukup baginya.

__ADS_1


Terima kasih telah menyempatkan diri membaca karyaku jangan lupa like dan komen ya 🙏❤️


__ADS_2