
"Clara, kau hutang penjelasan padaku?" Ucap Meli. Ia merasa heran atas perlakuan Rendra kepada sahabatnya tersebut.
"Tidak ada yang harus di jelaskan padamu." Clara terus berjalan tanpa menghiraukan Meli.
Di dalam ruang rapat Rendra segera Pamit kepada pak Ahmad dan yang lainnya. Saat ini Clara lebih penting dari hal lainnya. Bahkan, jika proyek kerja sama nya dengan perusahaan tempat Clara bekerja batal, iya tidak masalah.
Rendra berlari dengan cepat. Ia tahu betul watak Clara. Pasti tidak mau menunggu dirinya.
"Ca, tunggu!." Rendra menggandeng tangan Clara. Ia memaksa Clara mengikuti langkah kakinya.
Meli sahabat Clara hanya diam mematung menyaksikan sahabatnya di bawa pergi oleh rekan bisnis perusahaan nya.
"Lepas Ren! Aku malu, apa maksud mu ini?" Clara meronta minta di lepaskan tangannya. Tapi seolah telinga Rendra tuli. Ia tidak menghiraukan permintaan Clara.
Rendra segera membuka pintu mobil "Masuk!"
"Kau ini kenapa Ren?" Clara sedikit takut karena sepertinya Rendra sedang marah.
__ADS_1
"Masuk, Ca! aku tidak akan berbuat jahat."
Akhirnya Clara mengalah. Ia masuk ke dalam mobil Rendra.
Rendra menjalankan mobilnya dengan pelan, entahlah Ia sendiri bingung harus membawa Clara kemana, lebih tepat nya ia bingung harus memulai obrolan dari mana.
" Kau ingin bicara apa?" Clara memecah keheningan di dalam mobil.
"Maafkan aku Ca?" Rendra berucap dengan sangat pelan.
Rendra membuang napas kasar. "Maaf aku terlambat datang. Mama waktu itu sakit dan harus di rawat di rumah sakit, dan kondisi nya sempat kritis. Aku menunggu nya sebentar karena Papa sedang di luar kota saat itu. Waktu itu daya ponselku habis, jadi aku tidak bisa menghubungi mu."
Clara tersentak akan penjelasan Rendra. Ia pikir Rendra lah yang tidak ingin menemui nya. Ternyata alasannya adalah karena Mama Rendra sakit. Clara terlalu bodoh mengambil keputusan sepihak. Ia pikir Rendra tidak ingin datang menemui nya.
" Saat aku sudah sampai di stasiun, Aku berlari ke sana kemari seperti orang gila mencari mu. Tapi, ternyata kereta yang kau tumpangi sudah berangkat." Lanjut Rendra.
"Dan kau tidak bisa menghubungi aku lagi kan?" Tanya Clara.
__ADS_1
Rendra menautkan alisnya. Tiba-tiba muncul pertanyaan di benak nya. Apakah Clara sengaja mematikan ponsel agar ia tidak bisa menghubungi nya.
"Dan setelah saat itu aku tidak bisa menghubungi mu Clara."
"Maaf aku tidak tahu kalau Mama mu sakit." Ada rasa penyesalan di hati Clara. Namun, nasi sudah menjadi bubur bukan? dan, tidak bisa menjadi nasi lagi.
"Aku ingin kita kembali seperti dulu Ca? Ayo kita mulai dari awal?" Rendra menggenggam tangan Clara. Tiba-tiba pandangan nya terkunci saat melihat sebuah cincin yang tersemat di jari manis Clara.
Clara melepas genggaman tangan Rendra. "Aku sudah menikah Ren. Jadi, tidak mungkin untuk kita bersatu lagi kan?"
Bagai terhantam batu besar Rendra merasakan sesak di dada. Tapi ia harus berbesar hati. Bukankah yang terpenting Clara bahagia. Itu sudah cukup baginya.
"Ku rasa penjelasan ku tadi sia-sia Ca."
"Tidak Ren, hanya saja kita sudah tidak bisa bersama lagi." Clara pikir ia tidak perlu menjelaskan kalau ponselnya hilang di curi orang saat ia tiba di Yogyakarta. Biarlah semua ia kubur dalam-dalam seperti cintanya kepada Rendra.
Selamat hari raya idul fitri 1443H Minal Aidzin wa faidzin ya teman-teman, mohon maaf lahir batin 🙏🙏
__ADS_1