Yuka (Hidup Kedua Demi Dendam)

Yuka (Hidup Kedua Demi Dendam)
BAB 28. Berhasil kabur


__ADS_3

💫💫 Dunia berbeda (1968)💫💫


Yuka sedang tertidur di ranjang terbuat dari semen. Kedua kaki Yuka di belenggu dengan rantai. Serta tangan kanan sedikit membengkak, akibat dipe-lintir oleh Caprio.


“Yuka…bangun Yuka!” terdengar suara Adair memenuhi sel tahanan bawah tanah.


Kedua kelopak mata bengkak terdapat bekas darah kering perlahan bergerak. Yuka mengerjapkan kedua mata bengkaknya. Karena kedua mata bengkak Yuka tidak mampu melihat dengan sempurna. Yuka langsung terduduk, kedua mata bengkak menatap liar sekeliling ruangan.


“Karena kamu sudah bangun. Ini saatnya kamu memulihkan sebagian luka yang kamu dapat. Terutama tangan kanan kamu yang terkilir. Kamu bacakan saja mantra rahasia yang pernah aku berikan kepada kamu. Cepat lakukan itu Yuka, sebelum mereka kembali datang,” ucap Adair tergesa-gesa.


“Kek tua, aku sedang berada di mana ini?” tanya Yuka menatap sekeliling tahanan, dinding di penuhi lumut, dan beberapa serangga keluar masuk dari depan pintu jeruji besi.


“Kamu sudah tertangkap. Kamu sudah tidak banyak waktu lagi, kamu harus cepat memulihkan tubuh kamu. Kamu harus membacakan mantra rahasia itu. Aku hanya bisa membangunkan dan mengingatkan kamu saja. Sekarang semua keputusan ada di tangan kamu Yuka. Mau tetap hidup, atau tidak akan pernah kembali untuk selamanya. Dan satu lagi, pria baik ( Valdes ) sedang mencari kamu. Aku pergi dulu Yuka!” setelah membangunkan Yuka dan mengingatkan waktu dan hari terus berjalan. Adair langsung pergi.


“Kek tua…kek!” panggil Yuka sedikit berteriak, kedua mata bengkak menatap langit dipenuhi lumut. Yuka menghela nafas panjang, menghirup udara lembab dan bau apek. Merasa berat di pergelangan kedua kakinya, Yuka menurunkan pandangan ke bawah. Kedua matanya membulat sempurna saat melihat kedua kaki dibelenggu rantai besi, “Ck. Bisa-bisanya aku kalah di putaran pertama,” keluh Yuka sendiri.


Karena Adair sudah mengingatkan Yuka untuk mengobati beberapa luka di tubuhnya dengan mantra ajaib. Dan sedikit memikirkan tentang Valdes. Yuka memulai ritualnya, kedua kaki Yuka lipat. Tangan kanan bengkak Yuka luruskan ke depan, sambil membaca mantra Yuka membenarkan letak tulangnya, “Yang buruk kembali pada tuannya. Yang patah kembali menyatu dengan sempurna.”


Sekilas cahaya biru menyinari tangan kanan Yuka.


Kreeekk!!! Kreekk!!


“AAAAA” teriak Yuka merasa sakit karena tulang kembali menyatu.


Clinggg!!


Cahaya menghilang. Tangan kanan tadi bengkak, serta jari-jemari bengkok kini kembali sempurna. Yuka memutar-mutar kan lengan kanannya, senyum manis terpancar dari raut wajahnya, “Wah beneran berhasil,” ucap Yuka senang karena tangan kananya sudah kembali utuh.


Tang! Tang


Belum lagi Yuka siap melakukan ritual penyembuhan di kedua mata bengkaknya, dua orang penjaga bersama Caprio berdiri di depan pintu jeruji. Masing-masing dari kedua tangan penjaga terlihat sedang memegang besi.


‘Bagaimana caranya aku untuk bertarung, sedangkan kedua mataku masih belum pulih. Sebaiknya aku harus segera mengobati salah satu mataku saja,' Yuka menempelkan telapak tangan kirinya ke kelopak mata kanan, ‘Yang buruk kembali pada tuannya. Yang patah kembali menyatu dengan sempurna.’

__ADS_1


Cling!!


Mata kanan Yuka sembuh, tinggal beberapa bekas luka saja. Dan kelopak mata kiri masih bengkak dan belum sempat di sembuhkan.


Nyiittt!!


Pintu jeruji besi perlahan terbuka.


“Apa tidur kamu nyenyak Iblis kecil?” tanya Caprio berjalan masuk ke dalam.


“Hentikan pertanyaan bodoh kamu!” tegas Yuka.


Caprio berhenti di samping ranjang terbuat dari semen. Caprio membungkukkan sedikit tubuhnya melihat Yuka sedang duduk di pinggiran ranjang terbuat dari semen. Sudut bibir Caprio tersenyum manis saat melihat salah satu kelopak mata Yuka sembuh begitu cepat. Caprio menggenggam erat puncak kepala Yuka, membuat Yuka menengadah, “Katakan siapa kamu sebenarnya?” tanya Caprio menekan nada suaranya, dan penasaran kenapa salah satu kelopak mata Yuka bisa sembuh dengan sendirinya.


“Cih” bukannya menjawab, Yuka malah membuang saliva ke wajah Caprio.


Caprio meraup wajahnya, telapak tangan basah di bersihkan di celana Yuka, “Kamu memang Iblis kecil yang tidak pernah takut apa pun!” tangan kanan Caprio melayang dan mendarat di pipi kiri Yuka.


Plaakk!!!!


“Siap Bos,” sahut kedua penjaga serentak. Masing-masing tangan mengayunkan be-si di dalam genggaman tangannya.


‘Pasti sangat sakit kalau besi itu menyentuh kulit lembut ku. Tapi tidak masalah, selama mereka memberiku pijatan lembut dengan besi itu. Terlebih dahulu aku harus membaca mantra ilmu kebal. Selama mereka ingin memukulku, aku harus segera mendapatkan kunci untuk melepaskan belenggu besi dari kedua pergelangan kakiku. Tapi di mana kunci itu, ya?’ kedua mata Yuka melirik ke masing-masing pinggul Caprio, dan kedua penjaga. Kedua matanya membulat sempurna saat melihat kunci ternyata ada di salah satu anak buah Caprio, ‘Itu dia. Selagi mereka akan memukuli aku, aku harus mendapatkannya.’


Caprio berbalik badan, “Berikan Iblis kecil ini satu buah sentuhan manis yang mungkin akan ia ingat untuk seumur hidupnya!” tegas Caprio memberi perintah kepada kedua penjaga. Tidak lupa lirikan dan senyuman manis Caprio berikan kepada Yuka. Kini kedua kaki itu melangkah pergi meninggalkan Yuka bersama dengan kedua penjaga.


“Paman…tolong ampuni aku. Paman!” ucap Yuka sedikit meninggikan nada suaranya kepada Caprio sudah berjalan keluar dari ruang tahanan. Di dalam hati Yuka, ‘Ban-gsat! Kalau kamu tidak melepaskan aku, maka aku akan buat tubuh kamu menjadi daging cin-cang. Aku bawa ke Dunia novel dan aku jadikan daging bakso. Pasti rasa bakso itu akan sangat pahit karena mengandung zat berbahaya dari tubuh kamu.’


Caprio tidak memperdulikan rengekan Yuka. Caprio berjalan pergi dengan tawa keji terdengar menggema di dalam ruang tahanan bawah tanah.


“Apa kamu takut gadis nakal?” tanya penjaga satu.


Yuka mengangguk.

__ADS_1


“Kalau kamu takut, kenapa kamu berani menghabisi 20 anak buah Bos?” tanya penjaga kedua.


Yuka menyatukan jari telunjuk tangan kanan dan kiri. Merubah raut wajahnya menjadi manis, “Habisnya Paman-paman itu ingin menyakiti aku. Mereka bilang ingin memakan aku. Aku kan takut,” Yuka menyatukan kedua tangannya seperti sedang meminta maaf, “Paman jangan lakukan hal buruk kepadaku, ya? bukannya Paman tahu kalau tubuhku sangat kecil dan rapuh-” jari telunjuk mengarah ke besi di dalam genggaman tangan penjaga satu, “Kalau besi itu sampai menyentuh kulitku, maka tulang ku akan terbelah menjadi 100 bagian. Apa Paman tidak kasihan kepadaku?” sambung Yuka terdengar pilu.


“Hiks” penjaga kedua tersentuh mendengar rengekan Yuka. Air matanya perlahan menetes membasahi pipi penuh komedo.


‘Sepertinya ini kesempatan bagus buat aku mengambil kunci dari penjaga itu.’


Yuka turun dari ranjang. Perlahan Yuka berjongkok, kedua tangan menempel dan menyapu setiap inchi tubuh penjaga, dan berhasil mengambil kunci dari pinggang. Yuka berlutut. Tangan kanan menggenggam erat tangan kiri penjaga, “Aku mohon ampuni aku, ya Paman,” rengek Yuka sekali lagi. Tangan kiri bergerak membuka belenggu rantai besi di kedua pergelangan kakinya.


Para penjaga saling menatap satu sama lain, “Bagaimana ini? wajahnya sangat imut!” ucap para penjaga serentak.


Sudut bibir Yuka tersenyum manis saat belenggu besi terlepas dari kedua pergelangan kakinya. Yuka berdiri, sambil mengambil besi dari kedua tangan penjaga. Kedua kaki Yuka melompat kebelakang, naik ke atas ranjang semen.


Yuka melambai dengan kedua besi di dalam genggaman tangannya, “Terimakasih Paman.”


“Bren_gsek. Kamu benar-benar Iblis kecil!” teriak kedua penjaga berjalan mendekati Yuka.


“Tidak masalah menjadi Iblis. Daripada menjadi orang bodoh!” sahut Yuka. Kedua kaki dan tangan membuat ancang-ancang, “Mari kita bermain,” ucap Yuka mengayunkan be-si ke puncak kepala penjaga.


Plak!!


Plak!!


“Auww!!”


Bam!


Bug!!


“Akkh…gadis Iblis…sialan!” teriak anak buah kedua dengan wajah lebam, tangan kanan mengulur, menatap kepergian Yuka.


Melihat kedua penjaga sudah lumpuh di lantai, kedua kaki Yuka berjalan berlari keluar dari tahanan bawah tanah.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2