
“Apa benar kamu sudah tidak menginginkan Yuka hidup bersama kamu. Jika kamu tidak menginginkan Yuka kembali, maka aku akan membawa Yuka sekarang juga?” tanya Adair mengalihkan pembicaraan.
Valdes hanya bisa diam di dalam kebingungan.
Yuka asli (pemilik tubuh) mendekati Yuka palsu (Estella). Yuka asli (pemilik tubuh) menggenggam tangan Yuka palsu (Estella), “Sepertinya pertanyaan Paman tidak perlu di jawab lagi. Sepertinya wajah pria dewasa (Valdes) ini sudah menggambarkan isi hatinya yang menginginkan Yuka palsu (Estella) berada di dekatnya,” bola mata beralih ke Yuka palsu (Estella), “Jadi mari ikut bersamaku, karena aku akan mengajak kamu ke tempat yang lebih indah. Dan aku juga ingin kita bereinkarnasi bersama nantinya. Apa kamu menginginkannya?”
Yuka palsu (Estella) melirik ke Valdes. Melihat Valdes hanya diam tanpa menoleh ke arahnya, Yuka palsu (Estella) mengangguk, “Baiklah aku akan ikut bersama kamu. Aku juga akan memulai hidup baru dengan cara bereinkarnasi ke tubuh wanita yang lebih bagus lagi. Daripada tubuh mungil ini,” sahut Yuka palsu (Estella) menyindir Yuka asli (pemilik tubuh).
“Walaupun tubuh ku kecil, tapi kamu sudah puaskan melakukan tindak kejahatan di luar dunia ini. Dan kamu juga sudah puas menghabiskan banyak minuman dengan memakai tubuhku kemarin!” ucap Yuka asli (pemilik tubuh) tidak senang saat dirinya sebenarnya mengetahui Yuka palsu (Estella) minum alkohol.
‘Bereinkarnasi. Memulai kehidupan baru, berarti sama saja tidak akan pernah berjumpa lagi. A-apa Yuka beneran ingin meninggalkan aku. Apa dia pikir hatiku ini tempat pelabuhan saja. Tidak akan aku biarkan seenaknya dia datang dan pergi dari kehidupanku. Aku harus menahannya lebih lama lagi, meski aku tahu kami akan tetap berpisah,’ batin Valdes.
Adair turun dari ranjang, tangannya mengulur ke depan dan berkata, “Buka portal.”
Wusshh!! Wushh!
Portal terbuka.
Valdes membulatkan kedua bola matanya, “Ha…tidak mungkin,” gumam Valdes pelan saat melihat di depan matanya ada sebuah portal bisa menuju ke alam lain.
Adair melambaikan tangannya, “Ayo bocah-bocah, kalian berdua sangat lambat sekali. Aku masih ada urusan lagi nih!”
Yuka asli (pemilik tubuh) dan Yuka palsu (Estella) berjalan mendekati Adair sembari berkata, “Sabar dong, bekas Kakek tua.”
Melihat Yuka hampir mendekati pintu portal, Valdes melangkahkan kedua kakinya, bola mata sinis memandang tubuh mungil Yuka dari belakang dan berkata, “Apa kamu sudah meminta izin kepada ku untuk pergi. Apa aku ada mengizinkan kamu untuk pergi? Yuka! Aku perintahkan kamu untuk berhenti. Selangkah lagi kamu melangkahkan kaki mendekati portal tersebut, maka aku akan segera menghukum kamu.”
__ADS_1
Yuka palsu (Estella) menghentikan langkah kakinya, wajahnya melirik sedikit ke samping, “Bukannya aku sudah membohongi kamu. Bukannya aku adalah gadis yang tidak jujur. Bukannya kamu katakan jika kamu tidak suka melihat seorang pembohong seperti aku. Semua ucapan kamu menandakan jika kamu sudah tidak ingin melihat aku lagi. Jadi biarkan aku pulang dengan damai, agar aku bisa bereinkarnasi kembali untuk kehidupan baruku yang akan aku buat lebih indah dari kehidupan sebelumnya.”
“Intinya kamu masih mau menerima Yuka atau tidak?” sela Adair.
Valdes menghentikan langkahnya di depan Yuka, tangan kanan menggenggam tangan Yuka, “Mau!”
“Serius kamu ingin menerima Yuka ?” tanya Yuka asli (pemilik tubuh).
Valdes menundukkan kepalanya, kedua bola mata itu menatap Yuka, “Aku menerimanya,” sahut Valdes singkat.
“Kalau kamu menerima Yuka kembali. Kamu harus ingat! Pertama, bagaimanapun ceritanya Yuka tidak boleh terbunuh. Jika Yuka sampai terbunuh kembali, maka dia tidak akan bisa bereinkarnasi atau menjadi ruh gentayangan di muka bumi ini. Kedua, Yuka bisa hidup berdampingan dengan kamu. Asal, dia memiliki misi untuk balas dendam. Semakin panjang misinya, maka akan semakin panjang pula ia bisa hidup berdampiangan dengan kamu di muka bumi ini. Apa kamu setuju?” tanya Adair menjelaskan sedikit tentang tujuan hidup kedua Yuka sebenarnya hanya untuk balas dendam.
“Kenapa dia harus memiliki misi membunuh. Bukannya dia masih kecil?” tanya Valdes bingung.
Mendengar pertanyaan Valdes, Adair malah tertawa geli, “Ha ha ha. Gadis kecil katanya. Dia tidak tahu siapa sosok di balik tubuh gadis lemah ini!”
Adair menghentikan tawanya, “Maaf-maaf, bukan maksud Paman menyindir tubuh lemah kamu. Tapi…ha ha…lucu aja,” ucap Adair di kalimat terakhir tegas.
“Jadi siapa sosok di balik tubuh gadis ini?” tanya Valdes penasaran.
“Bukannya tadi dia sudah jelaskan jika dia sebenarnya adalah Estella, gadis remaja berusia 17 tahun. Dengan miliki profesi pembunuh tanpa bayangan. Dan satu lagi, tubuh dia dulu sangat cantik, semuanya padat dengan rambut panjang terurai. Kedua tangannya juga ahli dalam melumpuhkan musuh. Tapi sayang, nasibnya selalu buruk. Termasuk nasib hidup bersama kamu, pria baik. Ha ha ha,” ucap Adair kembali tertawa renyah di kalimat terakhir.
“Benarkan kamu adalah gadis yang seperti pria aneh ini katakan?” tanya Valdes kepada Yuka.
Yuka mengangguk.
__ADS_1
“Sudahlah Yuka, sebaiknya kita kembali saja. Mari kita bereinkarnasi menjadi gadis kembar,” sela Yuka asli menarik tangan Yuka palsu.
“Maaf gadis kecil, aku masih membutuhkan wanita ini meski aku tahu itu hanya sebentar,” sela Valdes menahan tangan Yuka satu lagi.
“Apa kamu yakin bisa menjaga Yuka?” tanya Yuka asli (Pemilik tubuh).
“Tentu, jadi izinkan dia bersamaku sebentar saja sampai aku bisa ikhlas melepaskannya,” ucap Valdes penuh permohonan.
Adair menghela nafas, “Fyuh!” bola mata menatap serius wajah Yuka, “Berarti buat kamu Yuka, kamu akan mendapatkan tugas baru. Tugas baru itu adalah membalaskan dendam Yuka asli (pemilik tubuh) atas perlakuan Paman dan Bibinya semasa dia masih hidup dulu. Semakin lama kamu buat mereka menerima balasan atas perbuatan mereka dulu ke Yuka asli (pemilik tubuh), maka hidup kamu bersama Valdes akan semakin lama juga. Tapi jika kamu cepat menyelesaikan tugas, maka akan cepat pula kamu berdampingan dengan Valdes. Sampai di sini ada pertanyaan?” tanya Adair.
“Jadi harus aku apakan Paman dan Bibi menyebalkan itu?” tanya Yuka bernada malas.
“Beri dia hal yang sama yang pernah ia lakukan kepadaku dulu. Aku ingin melihat bagaimana rasanya diperlakukan sama seperti mereka dulu melakukan aku,” sambung Yuka asli (pemilik tubuh) semangat.
“Baiklah akan aku lakukan sebisa dan semampuku,” sahut Yuka palsu (Estella).
Adair memegang tangan Yuka asli (pemilik tubuh), “Kalau gitu kita tunda dulu menjemput Estella sampai dirinya bisa menuntaskan tugas yang kamu inginkan. Dan mari kita kembali,” ajak Adair membawa Yuka asli (pemilik tubuh) masuk ke dalam portal.
“Sampai jumpa kembali,” ucap Yuka asli (pemilik tubuh) melambaikan tangannya buat Yuka palsu (Estella).
Portal milik Adair menghilang. Di dalam kamar tinggal Valdes dan Yuka. Setelah itu suasana terasa sedikit hening dan kaku.
Yuka mengarahkan tangan kanannya ke pintu, “A-aku kembali ke kamar,” ucap Yuka gugup.
“Jangan, mulai sekarang habiskanlah hari-hari kamu bersama ku. Di setiap malamnya aku ingin kamu tidur bersama kamu, aku juga melarang kamu untuk bersekolah. Karena aku ingin kamu selalu berada di sampingku sampai waktu itu tiba,” sahut Valdes sedikit sedih mengingat kebersamaan mereka tidak akan lama lagi.
__ADS_1
Yuka berdiri di depan Valdes, “Jika suatu saat hari itu tiba, dan aku memilih untuk bereinkarnasi kembali. Apa kamu masih ingin menungguku untuk terlahir di dunia ini?” tanya Yuka serius.
...Bersambung ...