Yuka (Hidup Kedua Demi Dendam)

Yuka (Hidup Kedua Demi Dendam)
BAB 37. KENAPA?


__ADS_3

Awalnya tidak ada rasa cemburu satu-sama lain. Hingga pada akhirnya hati mereka tergerak dan sadar, jika hati Yuka dan Valdes mulai tumbuh rasa. Meski jarak umur mereka terpaut sangat jauh. Tapi rasa cinta itu tidak bisa di bohongi.


Valdes dan Yuka sudah kembali ke rumah mereka di kota Jogja.


Bobby membuka pintu buat Yuka, "Silahkan turun nona muda."


Yuka turun, ia berdiri menghadap Bobby, "Aku benci kamu!" ucap Yuka menyindir Valdes secara tak langsung. Yuka berbalik badan, kedua kaki melangkah cepat menuju rumah.


"Eh, kenapa benci dengan saya?" tanya Bobby menunjuk dirinya sendiri.


Valdes pun ikut turun, kedua kakinya melangkah cepat masuk ke rumah.


"Selamat datang tuan...." sambutan hangat para pelayan terhenti saat Valdes terus berjalan dengan wajah kecut.


Para pelayan saling menatap.


"Ada apa dengan nona muda dan tuan Valdes?" tanya pelayan tiga.


"Aku rasa mereka sedang berantem," sahut pelayan satu.


"Baru saja jumpa sudah berantem. Hubungan yang sangat menyenangkan," puji karyawan dua terkesima melihat hubungan Valdes dan juga Yuka.


"Apa kalian masih ingin bekerja?" tanya Bobby dingin.


"Ma-maaf. Kalau gitu kami pamit kembali bekerja!" ucap para pelayan serentak. Para pelayan pergi dengan langkah terburu-buru menuju ruangan tugas masing-masing.


Bobby memijat pelipisnya, kepala menggeleng, "Itulah alasan aku kenapa masih menjomblo sampai sekarang. Kalau kita lagi marah sama kekasih, pasti mood nya tidak karuan. Seperti sayur yang kebanyakan di taruh garam. Di buang sayang, di makan bikin lidah bergetar!" Bobby berulang kali menarik nafas, "Sebaiknya aku ke kamar saja. Pingin bobok, siapa tahu jumpa bidadari cantik," sambung Bobby membawa kedua kakinya menuju kamar.


.


✨✨ Di dalam kamar Yuka ✨✨


Yuka merebahkan tubuhnya, kedua bola mata menatap langit kamar, "Ada apa denganku. Kenapa aku mendadak cemburu dan kesal saat Valdes berkata aku bukan tipenya. Sepertinya aku tidak waras," Yuka memiringkan tubuhnya, "Kok rasanya nyaman sekali di kamar ini. Sepertinya aku...rrggghh!" ucapan Yuka terhenti saat rasa kantuk tidak bisa dilawan lagi.

__ADS_1


Baru saja tertidur Yuka tiba-tiba berdiri di tepian pantai. Angin kencang menerpa baju gaunnya.


.


💤 MIMPI 💤


Yuka menatap sekeliling pantai. Pantai sangat indah, air laut biru, ombak bergulung mengikuti angin, ribuan kerang berjalan di pasir putih.


"Estella," terdengar suara gadis kecil memanggilnya dari belakang.


Yuka langsung berbalik badan, "Kamu!" tunjuk Yuka saat melihat memiliki wajah sepertinya, dan umur yang sama. Gadis remaja cantik memakai baju gaun bunga-bunga berjalan ke arahnya.


"Lama kita tidak berjumpa. Apa misi kamu sudah berhasil?" tanya Yuka asli (pemilik tubuh).


Yuka mengangguk, "Sudah. Kamu tidak marah kan kalau aku memakai tubuh kamu demi balas dendam kemarin!" Yuka memegang seluruh tubuhnya, "Lagian aku sudah kembali ke cerita ini dengan tubuh yang sudah membaik."


Yuka asli (pemilik tubuh) berjalan mendekati pinggiran pantai. Membiarkan ombak laut menyapa kedua kakinya. Yuka asli melirik dengan manis, "Tentu saja aku tidak marah. Anggap saja tubuhku adalah milik kamu!"


Yuka palsu (Estella) mendekati Yuka asli, dan berdiri di samping kiri, "Baguslah. Aku merasa lega sekarang."


Yuka palsu (Estella) menyatukan kedua tangannya, "Maaf, aku membawa kebiasaan buruk di tubuh kamu!"


"Sudahlah itu tidak penting. Toh kita sebenarnya sama-sama tidak memiliki nyawa lagi," ucap Yuka asli (pemilik tubuh) santai.


"Jadi kenapa aku masih bisa hidup?" tanya Yuka palsu (Estella).


Yuka asli berjalan mengelilingi Yuka palsu. Jari telunjuk terus diletakkan di bibir bagian bawah, "Karena sebelum kamu meninggal, kamu sempat bersumpah untuk hidup kembali demi membalaskan dendam. Karena dendam sudah terbalaskan, maka kamu juga tidak akan bisa hidup lebih lama lagi di Dunia ini dengan memakai tubuhku," Yuka asli (pemilik tubuh) berhenti di depan Yuka palsu, "Jadi hidup kamu tidak akan lama lagi di dunia. Sampai Malaikat menjemput ruh kamu. Apa kamu mengerti?"


"Berarti aku juga tidak akan bisa tinggal bersama dengan Valdes?"


"Oh, pria baik itu!" tangan kanan melambai, "Tentu saja bisa. Daripada hidup di dalam sebuah cerita novel, lebih bagus kamu hidup di Dunia nyata. Orang aslinya adalah di Dunia nyata!"


"Caranya?"

__ADS_1


"Ketika kamu kembali meninggal. Maka ruh kamu akan kembali bereinkarnasi, tapi aku tidak jamin apakah kamu akan hidup sebagai gadis dewasa, atau kamu terlahir sebagai bayi merah. Semua itu ketentuan dari Sang Pencipta. Tapi kalau kamu masih ingin kembali bersama dengan Valdes sampai cerita YUKA (Hidup Kedua Demi Dendam) tamat. Maka kamu boleh mengambil tindakan untuk membalaskan dendam kepada Paman dan Bibiku. Selagi masih memiliki tujuan untuk balas dendam, maka kamu masih bisa bertahan sampai tamat di kisah Novel tersebut. Bagaimana?"


Yuka palsu (Estella) menghela nafas, kepala tertunduk, "Tapi bagaimana aku bisa kembali ke Jakarta. Sedangkan aku sekarang tinggal di Jogja!" rengek Yuka palsu.


Ctak!!


Satu jitakan mendarat di dahi Yuka palsu (Estella).


"Auw, sakit bodoh!"


"Kamu itu yang bodoh. Kan aku sudah bilang kalau kamu masih bisa bertahan hidup selagi masih ada dendam di hati kamu. Kamu jalani saja masa muda yang indah di kota Jogja. Entar setelah kamu memasuki umur 15 tahun. Aku yakin Valdes akan kembali ke kota Jakarta. Soalnya aku sudah baca naskah itu duluan sebelum mati," ucap Yuka asli (pemilik tubuh) sedikit menjelaskan.


"Kalau kamu sudah membacanya. Kenapa kamu bisa duluan mati?"


"Mau tahu aja. Itu rahasia penulis!" Yuka asli (pemilik tubuh) berbalik badan, tangan kanannya melambai, dengan kedua kaki berjalan menuju Matahari yang sangat menyilaukan, "Aku balik dulu. Kamu selamat menikmati hidup, dan jangan ngambek lagi dengan Valdes. Kasihan dia sedang bingung di dalam ruang kerja!" Yuka asli pun menghilang di balik silaunya Matahari.


"Hei! kamu pergi ke man?" tanya Yuka palsu (Estella) sedikit berteriak, kedua kaki berlari cepat menuju silaunya Matahari.


.


✨ Di alam nyata ✨


"Hosh!! hosh!" nafas Yuka memburu. Kedua bola mata melirik bebas di dalam kamar, "Ternyata aku sudah kembali," Yuka segera turun, "Katanya Valdes sedang bingung di ruang kerjanya. Aku harus melihatnya," ucap Yuka membawa kedua kakinya berlari keluar kamar hendak menuju ruang kerja Valdes.


Bug!


Baru saja keluar kamar dan hendak berlari menuju ruang kerja Valdes. Dahi Yuka kepentok bidang dada Valdes.


"Auw. Kenapa selalu ada tiang yang menghalangi langkahku!" gerutu Yuka kesal.


"Coba aku lihat," ucap Valdes membungkuk, tangan kanan menyingkap lembut rambut menutup dahi Yuka. Valdes meruncingkan mulutnya dan membuat hembusan halus di dahi Yuka, "Hhuuff!"


Deg!!!

__ADS_1


'Kenapa nafasnya wangi mint. Segar sekali. Rasanya aku ingin meleleh seperti coklat yang diletakkan di dalam oven.'


...Bersambung ...


__ADS_2