Yuka (Hidup Kedua Demi Dendam)

Yuka (Hidup Kedua Demi Dendam)
BAB 33. Cintaku


__ADS_3

💫PUKUL 06:30 PAGI 💫


"Tuan, bangun!" ucap Bobby membangunkan Valdes sedikit berbisik.


Valdes perlahan bangun, lengan kanan terasa kebas karena Yuka tidur di atasnya. Valdes perlahan mengganti tangannya dengan bantal, "Kecil-kecil, tapi lumayan juga," gumam Valdes pelan. Tidak ingin membangunkan Yuka, perlahan Valdes menyingkap selimut dan turun dari ranjang.


"Saya sudah menyiapkan semua Dokumen untuk berangkat ke Surabaya. Helikopter pribadi juga sudah siap di belakang," ucap Bobby sedikit berbisik.


"Bagus. Tapi kali ini aku ingin Yuka ikut bersamaku," tegas Valdes melangkah pergi.


"Tapi nona muda masih belum pulih. Bagaimana jika terjadi hal buruk padanya di sana," sahut Bobby ikut berjalan dibelakang Valdes.


Valdes dan Bobby berhenti di depan pintu kamar Yuka. Lirikan tajam Valdes mengarah ke Bobby, "Kamu tidak tahu rasanya kehilangan orang yang sangat penting bagimu."


"Apa tuan....haaa" Bobby menutup mulutnya, kedua mata membulat sempurna, "Jangan bilang jika tuan menyukai nona muda?" sambung Bobby penasaran.


"Suka itu hal yang wajar. Kenapa! Apa kamu tidak pernah menyukai orang lain?" tanya Valdes dingin.


"Bu...bukan, masalahnya nona muda kan..."


"Masih di bawah umur!" sela Valdes terlihat tidak senang.


Bobby menggaruk rambut bagian belakang tak gatal, bibir nyengir, "Nah, itu tahu. Masa seorang Presdir tampan gagah dan juga cukup terkenal bisa menyukai anak kecil. Apa kata tetangga nanti!"


"Aku akan menjaga jodohku. Aku akan memaksa Yuka untuk menjadi jodohku!" tegas Valdes.


"Bagaimana kalau nona muda tidak menyukai tuan?" tanya Bobby serius.


"A..aku akan memaksa untuk menyukai ku. Lagian tidak semua orang yang menikah itu di dasari rasa cinta," Valdes mendekatkan wajahnya, "Kalau berani bertanya lagi, maka aku akan potong gaji kamu!" ancam Valdes.


Kedua tangan melambai, "Tidak jadi," tangan kanan mengarah ke pintu kamar Yuka, "Saya akan membangunkan nona muda, agar bisa bersiap-siap," sambung Bobby, kedua kaki berlari cepat masuk ke dalam kamar Yuka.


Valdes berbalik badan, tangan kiri menutup wajah merahnya, "Malunya aku!" ucap Valdes beranjak pergi menuju kamar.


Valdes segera bergegas menyiapkan diri untuk pergi rapat. Sedangkan Bobby sedang membangunkan Yuka.


Srekkk!!!

__ADS_1


Bobby membuka kain gorden, Matahari menyelinap masuk dan menyentuh wajah Yuka.


"Nona muda, bangun," panggil Bobby berdiri di samping ranjang.


"Biarkan aku tidur 5 menit lagi," sahut Yuka memutar arah tidurnya.


"Tuan Valdes hendak pergi ke Surabaya. Apa nona muda tidak ingin ikut pergi rapat sekalian jalan-jalan?"


Yuka langsung terduduk, kedua bola mata segar mengarah ke Bobby, "Ke Surabaya! jalan-jalan?"


Bobby mengangguk.


"Aku ikut. Bilang tunggu aku!" ucap Yuka semangat. Yuka segera turun dari ranjang, mulut bergumam ceria, "Surabaya...oh Surabaya!"


Bobby berbalik badan, kepala menggeleng, "Dasar gadis kecil tuan Valdes," gumam Bobby merasa gemas melihat tingkah imut Yuka. Bobby melirik ke pintu kamar mandi, "Saya tunggu di bawah ya, nona muda!" teriak Bobby karena dirinya ingin turun.


"Iya, 1 jam lagi aku akan turun!" teriak Yuka dari dalam.


"Jangan 1 jam, tapi 30 menit nona!"


"Iya loh!"


.


.


✨Di dalam kamar mandi✨


Yuka sedang berendam di dalam bathtub, tubuh mungil dan putih dipenuhi beberapa luka memar. Yuka menggosok tubuhnya, saat air busa mengenai lukanya. Bibir Yuka meringis kesakitan, "Etdah. Sakitnya, sebaiknya aku sembuhkan saja luka ini."


Telapak tangan Yuka diletakkan di atas kulit lengan kiri yang luka, "Mika-mika wik-wik," satu mantra ajaib keluar dari mulut Yuka.


Cling!


Yuka mengelus kulit mulusnya, "Wah...memang mantra ajaib Kek Adair luar biasa!" puji Yuka melihat kulit penuh luka kini kembali mulus. Bukan hanya lengan, tapi Yuka juga mengobati semua luka di tubuhnya dengan mantra ajaib. Kini kulit Yuka kembali mulus dan bersih tanpa bekas luka. Karena waktu diberikan untuk bersiap hanya 30 menit, Yuka segera membilas tubuhnya dengan air bersih kemudian beranjak keluar dari kamar mandi.


.

__ADS_1


💫20 menit kemudian 💫


Valdes, Bobby dan beberapa pelayan tercengang melihat kulit Yuka berubah menjadi mulus dan bersih. Hati mereka terus bertanya-tanya, kenapa hanya dalam satu malam kulit Yuka bisa bersih dan bebas luka.


"Perasaan tadi luka nona muda masih banyak. Tapi sekarang kok lukanya menghilang?" tanya Bobby penasaran.


"Aku kasih obat mujair," Yuka menyibak rambut nya mulai panjang, "Yuka gitu loh!"


"Mujarab, bukan mujair," sambung Valdes membenarkan kalimat Yuka. Valdes melirik ke piring berisi nasi goreng, "Sudah cepat makan!"


"Baik," ucap Yuka segera melahap makanannya.


Karena jawaban Yuka tidak menghilangkan rasa penasaran Bobby. Kedua bola mata Bobby dengan serius melirik tajam ke Yuka, 'Seperti ada yang aneh dengan nona muda. Kenapa lukanya bisa sembuh dengan sendirinya. Perasaan baru 30 menit yang lalu aku melihat kulitnya dipenuhi luka. Tapi kenapa sekarang tubuh nona muda kembali mulus. Apa nona muda sedang mengelabuhi kami semua? Wah...semakin penasaran aku!'


Valdes berdiri, "Ayo berangkat," ucap Valdes kepada Bobby. Tangan kanan mengulur ke sisi kiri, "Mari ikut denganku!" ucap Valdes ke Yuka, berharap uluran tangannya di genggaman oleh Yuka.


"Aku bisa jalan sendiri," sahut Yuka berjalan terlebih dahulu dan mengabaikan uluran tangan Valdes.


"Apa masih mau bertahan dengan cinta sepihak?" tanya Bobby membuat hati Valdes panas.


"Aku kurangi gaji kamu bulan ini 2 juta!" tegas Valdes sedikit kaku. Kedua kaki melangkah cepat menyusul Yuka dan segera menggenggam erat tangan kiri Yuka.


Bobby menggeleng, "Kalau katanya sudah cinta. Yang tidak suka di paksa menjadi suka. Makanan asin di bilang manis. Senyum manis, gigi putih terselip cabai, di bilang manis. Inikah yang dinamakan cinta?"


"Awas loh, entar gaji kamu di potong lagi!" sela pelayan kedua menghentikan khayalan Bobby.


"Kamu benar. Aku pergi dulu!" ucap Bobby segera berlari cepat menyusul Valdes.


Jug! jug!


Helikopter sudah menyala. Valdes, Yuka dan Bobby sudah berada di dalamnya.


"Sudah siap semuanya?" tanya pilot, melirik ke belakang.


"Sudah!" sahut Yuka dan Bobby serentak.


Perlahan Helikopter di terbangkan ke atas. Saat Helikopter dan tanah sudah berjarak 10 meter. Kedua mata Yuka membesar. Yuka merasa kagum melihat pemandangan alam Jogja begitu sangat indah saat di lihat dari atas.

__ADS_1


Valdes sedari tadi memperhatikan Yuka. Hanya bisa tersenyum sambil berkata dalam hati, 'Aku bersumpah. Tidak akan aku biarkan senyum manis itu hilang dari wajah cantikmu. Meski orang berkata aku pria yang aneh karena mulai jatuh cinta dengan gadis kecil seperti kamu. Aku akan tetap dan selalu mencintai kamu. Aku akan menjaga dan menunggu kamu, hingga tiba saatnya aku akan melamar dan membuat kamu hidup bahagia. Meski aku tahu, apakah kita akan bisa bersama dan hidup bahagia di waktu yang tepat.'


...Bersambung ...


__ADS_2