[Duda] Siasat Merebut Istri Orang

[Duda] Siasat Merebut Istri Orang
Kecurigaan Freya


__ADS_3

Note : Nama Naina susah author ganti jadi angem6. Terima kasih banyak buat yg udah bantu koreksi dan untuk Kak Nurlela. Terima kasih banyak² karena sudah bantu koreksi typo. Love you All ... semoga berkah rezekinya🥰


*


*


"Ahh … geli, Mark. Pelan-pelan … eughh."


"Ini juga pelan-pelan, Frey."


"Eumm … yah di situ, Mark. Aaa … enak."


Gleg.


Mark sekuat tenaga menahan diri untuk tak menerkam Freya. Imannya benar-benar sedang diuji. Tadinya Freya sedang melakukan sparing, akan tetapi, dia tidak bisa mempertahankan keseimbangan tubuhnya, sehingga membuat wanita itu terjatuh dan kaki Freya keseleo.


Alhasil, Mark hanya memijat kaki Freya agar wanita itu tak lagi meringis kesakitan. Tidak ada yang aneh-aneh, karena Mark juga tahu batasan. Pria itu mencintai Freya dan tak mungkin merusaknya.


Namun, kita tidak tahu masa depan. Iman Mark juga belum tentu tinggi selamanya. Pria itu mengompres pergelangan kaki Freya dengan es batu yang telah dilapisi kain.


"Cukup untuk hari ini. Kita lanjut besok sore," ujar Mark santai membuat Freya menganggukkan kepalanya lemah.


"Jadi, setiap sore habis pulang kerja aku ke sini?" tanya Freya pada sang atasan.


"Benar. Pulang kerja jam lima sore, kita latihan selama satu jam. Habis magrib saya akan antar kamu pulang."


Wanita muda itu menganggukkan kepalanya. Dia setuju dengan saran Mark, bagaimanapun Freya harus cepat kuat agar tidak dihajar lagi oleh Ozan. Dia harus punya pertahanan dan pembelaan diri bila suatu saat Ozan kembali menyakitinya.


"Oke, Mark."


"Lain kali jangan lupa ajak Marcel datang kemari. Aku sangat ingin bermain dengannya lagi," pinta Mark membuat Freya menganggukkan kepalanya.


Hati wanita itu terasa hangat karena Mark menerima Marcel dengan lapang hati. Bahkan, terlihat sekali saat mereka berdua bermain tempo lalu, Mark memperlakukan Marcel layaknya anak sendiri.


Haha … Freya tertawa dalam hati, bisa-bisanya dia berharap Mark jadi ayah Marcel.


"Tapi, kalau dipikir-pikir mereka berdua mirip," gumam Freya pelan terdengar oleh Mark.


"Siapa yang mirip siapa?" tanya Mark pada wanita yang membuat hatinya berdebar itu.


Freya tergagap. Dia menggelengkan kepalanya cepat. Sangat tak mungkin wanita itu mengatakan kalau Mark begitu mirip dengan anaknya. Yang ada pria itu berpikiran yang tidak-tidak nantinya.


Apalagi hubungan mereka berdua sudah dekat, dia tidak ingin nantinya Mark ilfil padanya, bila mengatakan apa yang baru saja di pikirkan.

__ADS_1


"Bukan apa-apa. Kalau begitu, aku pulang dulu ya, Mark. Kasihan Marcel di rumah sendirian," pamit Freya ingin segera bangkit. Kakinya sudah mendingan, tak lagi nyeri seperti tadi.


Mark tersenyum tipis. Entah mengapa dia sangat berat membiarkan Freya pulang ke rumah suaminya. Ada rasa cemburu di dalam hati bercampur dengan rasa takut.


Dia tidak mau kalau sampai Freya nantinya disakiti lagi oleh Ozan. Banyak hal tentang Freya sudah diketahui oleh Ozan.


"Akhir-akhir ini … apa dia memukulmu?" tanya Mark pelan membuat tubuh Freya terhenyak.


Perasaan Freya dia tidak pernah menceritakan pada Mark tentang perlakuan kasar Ozan padanya. Lantas, bagaimana bisa pria itu bertanya demikian.


Tidak mungkin Mark bertanya dengan asal.


"Maksudmu?" Freya pura-pura bertanya untuk memancing Mark. Apakah benar pria itu tahu kondisi rumah tangga nya?


Mark menggenggam tangan Freya. Dia menatap dalam bola mata coklat Freya. Membuat wanita itu seperti terhipnotis.


"Aku pernah mendengar kabar burung kalau kamu diperlakukan seperti budak di sana? Atau lebih tepatnya kamu dijadikan samsak tinju suamimu."


Mark berkata jujur walau tak sepenuhnya. Sontak mendengar pernyataan Mark membuat Freya terkejut bukan main. Dia menelisik wajah pria berdarah Korea - Indonesia di hadapannya dengan teliti.


"Kabar burung apa? Selama ini tidak ada yang tahu bagaimana kondisi rumah tanggaku, kecuali pelayan di rumahku. Bagaimana bisa kamu tahu?" tanya Freya dengan nada tak percaya seraya mebafik tangannya dari genggaman Mark.


"Aku …"


*


*


Angel terbata-bata dikala melihat majikannya bertelanjang dada dengan handuk yang dililitkan pada pinggang.


Rasa takut menggerogoti hati Angel. Dia tahu betul bagaimana jahatnya Ozan saat memperlakukan Freya. Gadis cantik itu memundurkan langkahnya seraya menundukkan wajahnya.


"Maaf, Pak. Saya tidak tahu kalau ada bapak di dalam. Kalau begitu saya permisi dulu."


Angel ingin segera menghilang dari sana. Gadis cantik itu tidak mau berlama-lama dengan monster mengerikan seperti Ozan. Bayangan perlakuan kejamnya pada Freya masih terekam jelas di dalam benaknya. Kalau bukan karena Freya baik dan Marcel sangat menyayanginya.


Maka dapat dipastikan Angel sudah keluar dari sana.


Ozan berusaha menahan diri untuk tidak menerkam Angel. Gairahnya belum juga reda, pria itu sedang perang batin. Antara ingin dan tak ingin. Akan tetapi, godaan setan sangat memabukkan. Ozan kalah … dia menyerah pada gairah binatang nya.


"Jangan pergi dulu." Ozan menarik tangan Angel membuat punggung gadis itu menabrak dada bidang Ozan.


Tubuhnya menegang, wajahnya berubah pucat pasi. Pikiran buruk menghantui dirinya, sungguh .. selama dua bekerja di rumah Ozan. Pria itu lah yang selalu dia hindari.

__ADS_1


"Pak … saya harus bangunin Den Marcel," lirih Angel pelan berusaha lepas dari cengkraman Ozan.


Sayangnya pergerakan Angel membuat si raja rimba yang sedang on semakin beringas. Di Raja rimba bangun dengan gagah di dalam sana.


"Tidak usah. Biar Mbok Ani yang bangunin Marcel. Kamu di sini temani saya tidur," pinta Ozan dengan suara serak lalu mendorong Angel dengan kasar ke atas ranjang.


Angel memundurkan tubuhnya. Saat melihat Ozan perlahan merangkak ke atas ranjang. Dia benar-benar ketakutan, entah mimpi apa semalam sehingga membuatnya bertemu dengan pria jahat seperti Ozan.


Entah apa yang telah dia lakukan sehingga memancing harimau kejam seperti Ozan tertarik padanya.


Angel tak bisa tenang. Dia berusaha lari dari sana, namun Ozan yang sedang dikuasai gairah binatangnya dengan cepat membaca pergerakan Angel.


"Aaaaa!" jerit Angel saat kakinya di tarik oleh Ozan membuat dia terjatuh. Gadis cantik itu berusaha menendang Ozan. Namun, tak bisa. Pria itu segera menggendong kembali lalu ia lempar ke atas ranjang.


"Pak … hiks … tolong lepaskan saya! Jangan seperti ini, Pak. Ingat! Kalau Bapak sudah punya istri dan anak."


Angel menangis sesenggukan. Dia berusaha menyadarkan Ozan yang tampak sedang bilang kewarasan.


"Jangan banyak bicara kamu! Temani saya tidur," titah Ozan tak ingin dibantah. Dia langsung tidur memeluk Angel dengan erat.


Ozan tidak memperkosa Angel. Bukan berarti, gairahnya sudah hilang. Pria itu hanya berusaha menahan diri agar tak hilang kendali lebih dari tadi.


Angel mencengkram punggung Ozan kerah saat merasakan pria itu sedang menggesekkan si raja rimba di bawah sana. Entah dia harus bersyukur atau marah.


"Pak … hiks … itunya bapak nakal," ujar Angel di sela-sela tangisnya. Dia bukan gadis bodoh yang tak tahu apa-apa tentang hubungan badan.


Ozan tak menjawab. Hanya dengan cara ini dia bisa menidurkan raja rimba miliknya. Meski memakan waktu lama. Pria itu menyimpan wajahnya di cermin leher Angel. Dia mengecup leher jenjang gadis itu.


"Jangan gerak. Biar saya saja yang gerak. Jangan takut! Saya tidak akan melakukan lebih dari ini. Anggap saja ini hukuman, karena kamu sudah berani buka pintu kamar mandi tanpa permisi lebih dulu," bisik Ozan pelan dengan suara serak.


*


*


Maaf kemarin nggak up yah 🌹❤️ nih author up panjang. Insya Allah nanti up lagi 🥰


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


Mampir juga ke novel temen author yang nggak kalah bagus nya yah cinta ku semuanya 🥰🥰

__ADS_1




__ADS_2