[Duda] Siasat Merebut Istri Orang

[Duda] Siasat Merebut Istri Orang
Bisa Buat Anak Lagi


__ADS_3

"Kenapa kau malah diam saja?!" sentak pria paruh baya itu dengan nada kesal membuat Jimmy yang sedang berkhayal menghina sifat orang tua Ozan tersadar.


Pria itu menelan ludahnya kasar. Dia tidak memiliki keberanian untuk membantah atau memarahi ayah Ozan karena telah menelantarkan Ozan.


"Maaf, Tuan. Harga saham kita turun 70 persen. Kalau bukan karena pengaruh mendiang Pak Dirgantara, maka bisa saja perusahaan Pratama Grup gulung tikar."


Jimmy menjelaskan garis besar kondisi terburuk perusahaan. Untung saja nama Dirgantara; pendiri perusahaan Pratama Grup, sehingga masyarakat masih menghargai.


Pria paruh baya itu mengepalkan tangannya erat. Dia amat kesal, mengapa semua ini usa terjadi begitu cepat. Padahal kemarin dia baru saja berada di Milan guna memperluas jaringan bisnisnya. Namun, dia telah mendengar kabar tak mengenakan dari orangnya tentang rumah tangga Ozan.


Rasanya ingin mengamuk dan menghajar Ozan. Sayangnya anak nakal itu kini terbaring lemah di atas brankar.


Dia mengusap wajahnya frustasi. Selama ini pencitraan keluarganya sangatlah bagus. Sehingga, banyak masyarakat yang mengagungkan mereka. Bahkan, dirinya berniat membawa Ozan terjun ke dunia politik.


"Pemilu sudah di depan mata. Gara-gara skandal ini saya gagal memasukkan Ozan terjun ke dunia politik. Padahal saya sudah menyiapkan kursi untuk Ozan di kantor DPR!" gerutu pria paruh baya itu membuat Jimmy tersentak.


Dia tidak menyangka kalau ayah Ozan sampai segila ini. Bisa-bisanya pak itu berniat memasukkan Ozan ke dunia politik.

__ADS_1


Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tak mengerti lagi dengan pola pikir ayah Ozan yang benar-benar di luar nalar.


"Tua Bangka ini … sudah bau tanah bukannya perbanyak ibadah, malah semakin menjajah anaknya sendiri," gumam Jimmy dalam hati.


Pria tampan yang memiliki hidung mancung itu hanya bisa menghela nafas kasar. Dia menatap Ozan dengan sorot mata sendu. Pasti sangat berat baginya menjadi boneka orang tuanya.


"Menyedihkan sekali hidupmu, Pak. Andai saja kamu lahir di keluargaku, pasti saat ini kamu akan berbahagia, karena memiliki orang tua yang sangat penyayang dan lebih mengutamakan kebahagiaan anak-anaknya."


Jimmy hanya mampu berdoa yang terbaik untuk Ozan. Berharap majikannya bisa Kembali sehat, baik secara fisik maupun mental.


Jimmy juga bersyukur, karena riwayat rekam medis psikis Ozan selama hidup bisa membuat pria itu masuk ke rumah sakit jiwa daripada penjara.


"Dokter belum tahu, Nyonya. Setelah operasi Pak Ozan mengalami kejang-kejang. Beliau menolak untuk bangun dari tidurnya. Kata dokter semangat juang Pak Ozan sangat minim. Kalau bukan karena peralatan medis pasti saat ini Pak Ozan hanya tinggal nama," jelas Jimmy jujur tanpa ia tutupi.


Pria muda itu berharap dengan kejujurannya hari orang tua Ozan sedikit tersentuh.


Akan tetapi, mereka tampak biasa saja. Bahkan tersirat raut wajah kesal.

__ADS_1


"Hidupnya sudah tidak berguna lagi, bahkan mau matipun dia semakin tidak berguna," gumam pria paruh baya itu pelan terdengar oleh Ozan.


Sebagai seorang anak hati Jimmy amatlah sakit. Mendengar kata jahat yang keluar dari lisan orang tua untuk anak kandungnya sendiri.


"Tuan, maaf bila saya lancang. Tapi, saya terlalu penasaran dengan perasaan Tuan dan Nyonya. Apakah Anda berdua tidak sedih melihat Pak Ozan terluka seperti ini?" tanya Jimmy hati-hati.


Pria muda itu siap bila nanti dirinya dipecat. Memang itulah yang dia tunggu selama ini.


Kedua pasangan paruh baya itu menatap Jimmy dengan sorot mata tak terbaca.


"Walaupun dia mati, aku tidak akan sedih, karena aku bisa membuat anak lagi, meski istriku sudah tidak bisa melahirkan lagi. Tapi, aku bisa mencari rahim pengganti untuk mengandung benih ku!" jawab pria paruh baya itu datar membuat Jimmy terdiam seribu bahasa.


*


*


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2