![[Duda] Siasat Merebut Istri Orang](https://asset.asean.biz.id/-duda--siasat-merebut-istri-orang.webp)
Seorang wanita cantik berkulit putih bersih sedang termenung. Berdiri menatap lurus keluar jendela. Hujan rintik-rintik menambah suhu dingin di sekitarnya tak membuat wanita itu kedinginan. Dia terlalu sibuk dengan lamunan panjangnya.
Freya Kanaya terlalu kalut dalam pikirannya, sehingga tidak menyadari seseorang masuk ke dalam kamarnya.
"Apa kau merindukanku, Mama," bisik Ozan di dekat telinga Freya membuat wanita itu terhenyak. Gerakan refleks Freya sangat cepat. Dia langsung menghindar dan mendorong Ozan agar menjauh dari tubuhnya.
Bayangan beberapa hari yang lalu saat Ozan menyentuh tubuhnya di bawah guyuran shower masih melekat dalam kepalanya. Wanita itu semakin takut pada suaminya sendiri. Tak masalah Ozan memukulnya, namun jangan sampai menyentuhnya.
"Never … sampai matipun aku tidak akan pernah merindukan Bajingan sepertimu, Ozan! Keluar dari kamarku!" teriak Freya kesal seraya menunjuk pintu kamarnya, memberi kode agar Ozan segera keluar dari sana.
Akan tetapi, harapan hanyalah harapan dan permintaan hanyalah permintaan. Freya tidak bisa mengusir Ozan segampang itu. Netra merah Freya menyoroti Ozan dengan tatapan buas dan tajam.
Ozan tersenyum sinis. Dia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku lalu menaikkan dagunya menatap angkuh Freya.
"Ck … makin hari kau semakin liar, Mama. Aku sedang membayangkan bagaimana liarnya kau di atas kasur!" desis Ozan dengan suara dingin dan seksinya. Mungkin bila wanita lain yang mendengar mereka akan dengan senang hati mengikat pahanya untuk Ozan.
Tetapi, tidak bagi Freya. Wanita itu sudah melihat bagaimana kejamnya Ozan. Pria itu layaknya monster kelaparan yang siap menerkam siapapun.
"Berhenti bicara omong kosong, Ozan. Apa mau mu? Katakan padaku, lalu keluarlah dari sini!" sentak Freya menahan rasa takut. Meski sudah bisa berkelahi, dia tetap takut bila sampai Ozan menyentuhnya.
Ozan menaikkan alisnya. Dia melangkahkan kakinya mendekati Freya. Wanita itu segera beranjak dari sana ingin berlari keluar kamar. Namun, Ozan lebih dulu bergerak. Dia menarik tangan Freya lalu mengunci kedua tangan Freya dari belakang, kemudian mendorong Freya ke arah tembok.
Ozan menyimpan wajahnya di cermin leher Freya. Dia menggigit bahu terbuka Freya dengan keras membuat wanita itu mengeluarkan suara tertahan.
"Akkk … apa yang kamu lakukan, Bajingan? Apa belum puas kamu membuat tubuhku penuh bekas luka, huh?!" jerit Freya kencang mengeluarkan emosinya.
Ozan tersenyum tipis. Dia melihat jejak giginya di bahu Freya. Kali ini dia tidak melukai tubuh istrinya sampai berdarah.
"Lain kali, kalau ingin selingkuh. Pilihlah tempat yang tidak diketahui oleh siapapun, Sialan," bisik Ozan penuh penekanan membuat Freya terkejut bukan main. Dia melebarkan bola matanya. Wanita itu tidak menyangka hubungannya dengan Mark akan diketahui oleh Ozan semudah ini.
"Kamu …."
"Jangan kira aku tidak tahu hubungan gelapmu dengan bajingan berstatus atasanmu itu!" umpat Ozan dengan kesal membuat Freya langsung memberontak. Dia menekuk kakinya lalu menendang tulang kaki Ozan.
__ADS_1
Pria itu melepaskan kuncian nya. Lalu menjauh dari Freya. Tendangan wanita itu cukup keras, sehingga membuat Ozan meringis kesakitan.
"Jangan sesekali menyebutnya bajingan! Karena kamulah yang bajingan!" bentak Freya membela Mark membuat Ozan tertawa hambar.
"Sebutan apa yang pantas bagi pria perebut istri orang kecuali, bajingan? Oh … i know … orang-orang menyebutnya pebinor? Ya … pebinor. Perebut bini orang!" ledek Ozan membuat wajah Freya memerah.
Dadanya sesak dan darahnya berdesir hebat. Berada dalam lingkaran rumit membuat Freya terpojok dan tertekan. Dia mengacak-acak rambutnya kasar, Ozan telah mengetahui hubungannya dengan Mark.
"Please, Ozan! Rahasiakan hal ini dari orang tuamu. Aku cuma ingin bahagia!" pinta Freya seraya menangkup kedua tangannya. Tanpa sadar cairan bening keluar dari pipi Freya membuat wanita itu tampak lemah di mata Ozan.
"Bahagia dengan selingkuhanmu? Dasar wanita murahan!" sarkas Ozan keras dengan nada yang cukup tinggi.
"Dari dulu aku memang murahan. Murahan karena mau menjadi istri pajangan dan samsak tinjumu. Murahan, karena tidak bisa menjauh dari pernikahan toxic ini! Aku murahan karena tidak bisa memperjuangkan kebebasan ku! Aku murahan karena membiarkan orang lain semena-mena terhadap diriku! Aku murahan, karena membiarkan hak asasi manusia ku direnggut oleh kamu dan orang tuamu!"
Freya luruh ke lantai. Dia menangis tersedu-sedu. Lelehan air mata terus saja membasahi pipinya. Dia memukul dadanya yang terasa sesak. Lelah hatinya membuat Freya tertekan. Andai saja Marcel tiada, pasti Freya telah lama bunuh diri.
Ozan membuang wajahnya ke sembarang arah. Pikirannya kalut dan dipenuhi beban yang diberikan oleh orang tuanya.
"Kamu kita hanya kamu yang ingin bebas? Hanya kamu yang ingin kehidupan normal!"
Freya mendongak menatap Ozan yang kini berdiri di hadapannya. Wanita itu terkejut melihat cairan bening keluar dari pelupuk mata Ozan. Seumur hidup baru kali ini dia melihat suaminya meneteskan air mata.
Dia mengira Ozan adalah manusia yang tak punya air mata. Saking tidak pernah melihat pria itu menangis.
"Aku …."
Ozan menunjuk dadanya. Nafas pria itu tercekat guna menahan tangisnya. Terlalu banyak hal yang ingin dia katakan mengenai kemauan terpendamnya. Namun, sangat sulit untuk diungkapkan.
"Aku juga ingin bebas … dari tali gajah yang mengekang ku selama ini! Aku ingin bahagia dengan caraku. Aku ingin merasakan liburan keluarga. Aku ingin merasakan liburan bersama teman sekolah! Aku ingin merasakan semuanya!"
Ozan berbicara dengan suara bergetar. Air matanya menunjukkan betapa sedih hatinya. Kehidupan Ozan tidaklah mudah. Banyak hal yang telah dia lewati, sehingga membuat Ozan punya kepribadian seperti sekarang.
Freya menggigit bibirnya agar tangisnya tak semakin pecah. Dia paham kalau Ozan juga punya keinginan untuk bebas.
__ADS_1
"Aku juga korban."
Setelah mengatakan hal itu Ozan keluar dari kamar Freya meninggalkan wanita itu kembali menangis sesenggukan. Tangisnya pecah tak kuat menahan rasa sesak di dalam dada.
Dia hanya ingin bahagia.
"Aku hanya ingin bahagia, Tuhan … akkk … aku hanya ingin bahagia. Mama … papa … anakmu ini cuma ingin bahagia! Tolong, Ma, Pa … tolong rayu Tuhan agar memberiku kebahagiaan!"
Freya meraung-raung di dalam kamar. Malam ini adalah malam yang amat melelahkan bagi Freya. Bahkan, dia mengabaikan telepon dari Mark. Wanita itu belum sanggup mengobrol dengan pujaan hatinya.
*
*
Seorang gadis muda terbaring di atas peraduannya. Dia baru saja ingin menutup matanya. Tiba-tiba mata gadis itu melebar sempurna saat pintu kamarnya terbuka, padahal dia sudah menguncinya dari dalam.
"Bapak!" pekik Angel terkejut melihat Ozan masuk ke dalam kamarnya.
Note : sindrom tapi kekang gajah diderita oleh orang-orang yang tidak bisa melepaskan diri dari minsednya yang memang sudah terbentuk dari masa lalu. Ia tidak bisa melepaskan dirinya dari masa lalu.
Sama seperti Ozan yang punya mindset kalau salah harus dihukum dengan kekerasan. Dia punya mindset itu karena orang tuanya. Dia ingin lepas, namun sulit, meski dia tahu itu salah.
*
*
nanti bakal ada flashback yah 😇 jangan lupa vote
Bersambung.
Jangan lupa like komentar vote dan beri rating 5
Salem Aneuk Nanggroe Aceh 😍😍
__ADS_1