[Duda] Siasat Merebut Istri Orang

[Duda] Siasat Merebut Istri Orang
Mencari Angel!


__ADS_3

Seorang wanita dewasa baru saja terjaga dari mimpi indahnya. Senyuman manis terpasang di wajah, untuk pertama kalinya dia bangun tidur dalam keadaan hati tenang. Semenjak bercerai dengan mantan suami hatinya tak lagi gelisah.


Biasanya dia selalu mengkhawatirkan masa depan. Namun, sekarang semuanya telah baik-baik saja.


Freya meregangkan otot-otot tubuhnya. Setelah semua nyawa terkumpul barulah dia bangkit dari tempat tidur.


"Ternyata ini bukan mimpi. Aku sudah bebas dari belenggu yang mengekang kebebasan ku selama bertahun-tahun. Terima kasih, Tuhan. Engkau telah menjawab doaku."


Freya tersenyum manis seraya menatap pantulan wajahnya di depan cermin. Setelah puas barulah dia masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan diri.


*


*


Saat ini Mark, Freya dan Marcel sedang sarapan. Mereka tampak seperti keluarga kecil yang bahagia.


"Lusa mama dan papaku sudah sampai ke Indonesia. Nanti mereka akan mampir ke sini untuk bertemu denganmu dan Marcel. Aku harap kamu nyaman nantinya dengan mereka," ujar Mark seraya memotong sandwich.


Freya yang mendengarnya terhenyak. Dia menelan ludah kasar, memiliki pengalaman buruk dengan mantan mertua membuat wanita itu trauma. Takut kejadian di masa lalu terulang lagi.


"Apa mereka mau menerimaku dan Marcel?" tanya Freya takut.


Mark langsung menoleh ke arahnya. Pria itu menghela nafas berat. Dia paham betul kalau calon istrinya trauma besar.


"Pasti! Mama dan papa percaya dengan pilihanku. Mereka turut berduka atas musibah yang menimpa kita. Kamu tenang saja, mereka tidak seperti mertua dia sinetron!" tegas Mark penuh keyakinan.


Pria itu menggenggam tangan Freya lembut. Rasa hangat menjalar ke dalam hati Freya.


Tiba-tiba Marcel yang sedari tadi fokus sarapan ikut bergabung dalam obrolan mereka.


"Ma, kapan kita akan menjenguk papa?" tanya Marcel penuh harap.


Freya terhenyak mendengar pertanyaan sang anak. Dia mengernyitkan dahinya, tak menyangka kalau Marcel masih saja menganggap Ozan ayahnya.


"Papa lagi sakit, Sayang. Belum bisa diajak bertemu," balas Freya lembut berusaha memberi pengertian untuk sang buah hati.


Wajah Marcel berubah menjadi sendu. Dia amat merindukan sang ayah, meski tahu musibah yang menimpa orang tuanya. Dia tetap punya rasa untuk sang ayah tiri.


Setidaknya Marcel punya kenangan manis bersama Ozan dan Angel dulu.


"Kalau begitu aku mau bertemu dengan Kak Angel saja," tukas Marcel penuh harap.


Freya menghela nafas berat. Anaknya memang sangat suka pada Angel. Mungkin karena kasih sayang yang diberikan Angel sangatlah tulus.

__ADS_1


"Kamu rindu sama pengasuhmu, ya?" imbuh Mark membuat Marcel menganggukkan kepalanya cepat.


"Baiklah kalau begitu. Habiskan sarapanmu, setelahnya kita akan mengajakmu untuk bertemu dengannya!" titah Mark penuh perhatian.


Marcel tersenyum lebar. Dia menganggukkan kepalanya cepat, segera bocah tampan itu menghabiskan sarapan. Tak sabar untuk bertemu dengan sosok Angel yang sudah seperti malaikat tak bersayap setelah ibunya.


"Mark, kamu serius akan membawa Marcel bertemu dengan Angel?" Freya bertanya dengan suara berbisik agar tak dapat Marcel dengar.


Pria itu menganggukkan kepalanya samar.


"Kasihan dia."


"Tapi, setahuku Angel masih di rumah itu," kata Freya takut bercampur khawatir.


Mark menghela nafas panjang. Dia mengusap punggung tangan calon istrinya.


"Selama ada aku semuanya akan baik-baik saja! Percayalah!"


Perkataan Mark seolah membius Freya membuat wanita itu mau tak mau setuju. Meski tak ayal ada rasa khawatir dalam dada. Akan tetapi, dia tahu betul seberapa besar kuasa Mark saat ini.


Pastinya keluarga Ozan akan kalah.


*


*


"Tuan, bagaimana bisa …."


"Bagaimana bisa Anda setega ini menyakiti gadis tak bersalah seperti Angel? Dia … dia tidak ada sangkut pautnya dengan masalah Anda."


Jimmy mengeluarkan isi hatinya. Dia benar-benar tak sanggup berpikir atas jawaban dari pertanyaannya. Sekarang dia sadar kalau Amir adalah manusia tak punya hati.


Amir tertawa lepas. Dia sangat puas melihat sosok Jimmy terkejut. Bahkan, tampak guratan ketakutan jelas dari wajahnya.


"Jimmy … Jimmy … jadi manusia itu tidak mulu-mulu harus punya hati, terkadang manusia harus menjadi robot yang tak punya hati demi mendapatkan apa yang diinginkan. Seharusnya, kamu mengenal aku dengan baik!" sergah Amir setelah selesai tertawa terbahak-bahak.


Jimmy mengepalkan tangannya erat. Amarah dalam dada sudah berkobar, bendera perang dalam pikirannya telah berkibar. Setan membisikkan untuk segera melawan pria tua bangka itu.


Kesabaran Jimmy sudah mencapai batasnya.


"Apa yang Anda inginkan?" tanya Jimmy dengan nada dingin.


Amir tersenyum tipis. Meski begitu, matanya rak ikut tersenyum, malahan kini Amir menatap tajam sosok Jimmy.

__ADS_1


"Seperti yang aku katakan. Bersihkan namaku! Suruh Ozan melakukan klarifikasi kalau aku dan istriku tidak pernah menyiksanya!" titah Amir serius.


Jimmy ingin sekali meninju wajah tua Amir. Sepertinya dia harus mencari cara untuk memasukkan Amir ke rumah sakit jiwa.


"Ingin sekali ku tenggelamkan tubuh ringkihnya ke dasar lautan. Oh Tuhan … bagaimana bisa ada setan berkedok manusia seperti tua Bangka ini?" teriak Jimmy dalam hati.


Pria itu segera mengatur emosinya. Dia menghela nafas berat untuk kesekian kalinya. Berhadapan dengan Amir sedari dulu memang harus punya stok kesabaran.


"Pak Ozan sedang sakit. Beliau tidak bisa melakukan klarifikasi, publik pun tidak akan percaya omongan orang gila, Tuan!" jelas Jimmy jujur.


Namun, Amir tetaplah Amir. Dia begitu keras kepala, otoriter dan diktator.


"Aku tahu siapa kamu Jimmy. Kamu pasti bisa membuat Ozan sembuh!" balas Amir datar tanpa emosi.


"Tentu saja bisa. Tapi, semuanya butuh waktu dan asal Anda tahu kalau sekarang Pak Ozan sedang menunggu Angel datang. Sedari tadi dia mengamuk minta bertemu dengan Angel. Bila sore ini Angel tidak ikut bersama saya. Bisa jadi kondisi Pak Ozan semakin parah! Oleh karena itu, izinkan saya untuk membawa Angel pergi!" bujuk Jimmy cepat.


Amir menggebrak meja. Dia bangkit dari kursi kebesarannya. Lalu menatap Jimmy dengan sorot mata beringas. Layaknya binatang buas ingin menerjang mangsanya.


"Kamu pikir saya anak SD yang bisa kamu bodohi. Aku tahu siapa kau Jimmy. Kalau aku izinkan Angel pergi bersamamu maka semuanya game over! Sekarang pergilah ke rumah sakit jiwa. Katakan pada Ozan kalau Angel aku sekap. Bila dia tidak juga sembuh dan melakukan klarifikasi, maka nyawa Angel dalam bahaya!" ancam Amir penuh penekanan.


Tiba-tiba suara interkom terdengar.


"Tuan besar, di luar ada Tuan Mark Lee datang untuk bertemu dengan Nona Angel."


Degg.


Keadaan semakin rumit. Dua pria yang bermusuhan kini telah dipertemukan. Terlebih lagi Mark datang untuk bertemu dengan Angel.


Bisa-bisa semua rencana yang disusun oleh Amir berantakan oleh pria itu.


Sedangkan Jimmy tersenyum kecil. Dia merasa Tuhan berpihak padanya.


"Kena kau tua Bangka," batin Jimmy tertawa puas.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️

__ADS_1


__ADS_2