![[Duda] Siasat Merebut Istri Orang](https://asset.asean.biz.id/-duda--siasat-merebut-istri-orang.webp)
"Jadilah milikku, Angel," pinta Ozan berbisik dengan seduktif di dekat telinga Angel. Dia membuat sang gadis menginginkan tubuhnya. Sekuat mungkin Angel menahan diri, dia ingin sekali menyuruh Ozan pergi. Akan tetapi, tubuhnya bertolak belakang. Dia amat menginginkan sentuhan Ozan.
"Apa yang kita lakukan ini salah, Pak. Tolong hentikan," pinta Angel dengan nada lirih. Dia mencengkram erat bantalnya dikala Ozan menghentakkan pinggulnya di bawah sana. Menggoda Angel agar menginginkannya. Ozan masih bercelana pendek, sedangkan Angel masih dengan pakaiannya.
Peluh membasahi leher jenjang dan kening gadis itu. Dia tampan kepanasan karena berdekatan dengan Ozan.
"Kamu menginginkan saya, Angel. Jangan berbohong," ujar Ozan lagi lalu melabuhkan ciumannya di tengah dada Angel membuat gadis itu menggigit bibirnya guna menahan suaranya agar tak lepas.
Ozan yang melihatnya geram. Dia langsung menyentuh tubuh Angel sembarangan. Sesekali dia menyentuh titik sensitif Angel membuat sang gadis tak mampu lagi mengeluarkan suaranya.
Disaat Ozan ingin membuka celana hotpant Angel. Dia mendengar suara tangis Angel. Pria itu mendongak, melihat wajah Angel memerah. Gadis itu meneteskan air matanya membuat gairah yang ada dalam diri Ozan menghilang seketika.
Pria itu merasa bersalah. Dia segera naik mensejajarkan tubuhnya dengan Angel.
"Hey, jangan menangis. Saya minta maaf," pinta Ozan tulus.
Gadis itu masih saja menangis. Dia merasa sangat bersalah, karena telah menikmati sentuhan suami majikannya. Padahal selama ini Freya sangat baik padanya.
"Besok, saya akan mengundurkan diri. Saya tidak mau bekerja lagi, terlalu malu saya bertemu dengan Bu Freya. Beliau sangat baik pada saya selama ini. Tapi … tapi saya dengan tidak tahu malunya berciuman dengan suami beliau," ujar Freya di sela-sela tangisnya membuat Ozan terhenyak.
Pria itu langsung menarik Angel masuk dalam pelukannya. Dia tidak membiarkan gadis itu lepas, ia kecup puncak kepala Angel berkali-kali.
"Sampai kapanpun saya tidak akan membiarkan kamu pergi, Angel. Saya minta maaf karena telah lancang, tapi saya mohon kamu jangan pergi."
Angel tidak menjawab. Gadis itu mengeratkan pelukannya. Dia menangis dalam pelukan Ozan hingga tertidur, karena lelah. Rasa kantuk menyerang dirinya.
Ozan pun ikut terlelap. Keduanya tidur saling berpelukan di atas kasur sempit Angel.
Bagi Ozan, Angel adalah malaikatnya. Setiap berada didekat gadis itu dia merasa aman dan nyaman. Hatinya yang rumit mendadak damai bila melihat senyuman Angel.
Entah ini cinta?
Ozan belum memastikannya, karena selama ini dia hanya suka pada Angel.
*
*
Di kamar lainnya, Freya terlelap di atas lantai marmer. Lelah menangis membuat wanita itu tak sanggup lagi untuk beranjak naik ke atas ranjang.
Freya memeluk lututnya sendiri. berharap hari esok semua masalah yang sedang dihadapinya terselesaikan dengan sendirinya.
__ADS_1
Sepasang suami istri itu sama-sama tersiksa.
Entah bagaimana masa depan keduanya.
*
*
Waktu bergulir dengan cepat. Langit gelap telah digantikan oleh langit biru, bintang-bintang bergelantungan dilangit telah kembali pada asalnya. Sekarang hanya ada awan putih menemani sang mentari bersinar terang.
Suasana di ruang makan sangatlah canggung. Baik Ozan maupun Freya tidak mengeluarkan suara. Marcel sebagai anak yang peka ikut diam, karena atmosfer di sekitarnya seperti es kutub Utara. Sangatlah dingin dan menegangkan.
Angel tersenyum manis ke arah Marcel yang menatapnya. Gadis itu membawakan tas Marcel yang telah ia siapkan.
Marcel mengerutkan keningnya saat melihat leher Angel terdapat jejak merah-merah.
"Leher kakak kenapa? Kok, merah-merah gini?" tanya Marcel polos membuat tubuh Angel terhenyak.
Sedangkan Ozan tampak biasa saja. Pria itu kembali fokus pada sarapannya, sesekali melirik Angel yang membeku, karena pertanyaan Marcel.
Freya menatap Angel pebh arti. Dia adalah wanita dewasa, tentu saja dia tahu kenapa leher gadis itu memerah. Rasa penasaran timbul dalam dirinya, penasaran siapa yang telah memberi tanda merah itu di leher pengasuh anaknya.
Padahal selama ini Angel tidak pernah berbuat macam-macam. Gadis itu tidak memiliki skandal dengan pembantu pria lainnya juga tidak punya hubungan asmara di luar sana.
Pria itu langsung meneguk minumannya. Dia menatap tajam ke arah Angel seolah memberi bantahan. Pria itu tidak suka disebut nyamuk nakal.
Akan tetapi, gadis itu tampak biasa-biasa saja. Dia tidak memperdulikan tatapan Ozan.
"Ck, inilah yang sangat aku tidak suka. Selalu saja pihak perempuan yang punya bekas kalau sudah disentuh," batin Angel menggerutu kesal.
Freya menatap aneh Ozan dan Angel. Hatinya berkata kalau dia orang ini memiliki sebuah hubungan yang lebih dari majikan dan pelayan.
"Tidak mungkin mereka punya hubungan gelap, 'kan?"
Pertanyaan itu hadir dengan sendirinya dalam benak Freya. Namun, dia segera menepisnya saat sadar kalau Ozan bukanlah pria semacam itu.
Masih banyak wanita cantik dan seksi di luar sana yang menggoda Ozan, namun pria itu tidak tertarik.
Jimmy telah datang untuk menjemput Ozan. Pria itu segera bangkit dari kursinya lalu tanpa sepatah katapun pergi dari sana.
"Ma, Papa kenapa?" tanya Marcel penasaran membuat Freya terkejut.
__ADS_1
Selama ini putranya merasa bodoh amat dengan Ozan. Akan tetapi, dia terlihat sangat memedulikan Ozan.
"Sayang, kenapa kamu peduli sama papa?" Bukannya menjawab. Freya malah bertanya balik pada Marcel.
"Karena aku sayang sama papa. Papa juga sayang sama aku. Dua hari yang lalu papa bawa aku jalan-jalan ke kebun binatang dan main permainan di mall. Papa juga bilang, kalau papa tidak sibuk, papa akan ajak aku jalan-jalan lagi," cerita Marcel penuh semangat mengingat dua hari yang lalu.
Freya tak bisa menahan Keterkejutannya. Ozan membawa putranya jalan-jalan? Serius?
Rasanya sangat mustahil.
"Benar, Bu. Bapak juga terlihat menyayangi Den Marcel. Cuma kayak gengsi gitu, Bu," jelas Angel yang sudah lama diam.
Freya tersenyum tipis. Dia tidak tahu harus senang atau takut mengetahui Ozan menyayangi putranya.
*
*
Mark mengunci pintu ruangannya. Dia membawa Freya duduk di sofa. Pria itu menggenggam tangan sang kekasih. Dia melihat mata Freya sangatlah bengkak di balik kacamata hitam.
"Kenapa hemm? Apa ada masalah?" tanya Mark lembut seraya membelai pipi Freya.
"Ozan … dia tahu kalau kita berdua punya hubungan gelap," lirih Freya pelan tak membuat Mark terkejut. Pria itu terkesan santai.
Dia malah senang mendengarnya, itu artinya tidak perlu bersembunyi lagi.
"Bagus, dong. Itu artinya kita sudah tidak perlu repot-repot bersandiwara seolah tidak punya hubungan apa-apa," jawab Mark enteng membuat Freya geram.
"Enteng kali mulut kamu, ya! Kalau Ozan tahu maka mertua ku juga kasti tahu, karena mereka lebih cerdik dari Ozan. Telinga dan mata mereka ada di mana-mana. Pergerakan ku terbatas! Selama ini kita bisa bertemu di muar rumah karena alasan aku mau belajar ilmu bela diri. Kalau mereka tahu kenyataannya tidak sepenuhnya begitu. Maka nyawaku dan Marcel bisa terancam, Mark!" sentak Freya panjang lebar membuat Mark merasa bersalah.
"Sayang, aku minta ma …."
"Lebih baik kita putus saja," potong Freya cepat membuat Mark terkejut.
*
*
Mau lagi nggak?
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️