![[Duda] Siasat Merebut Istri Orang](https://asset.asean.biz.id/-duda--siasat-merebut-istri-orang.webp)
Guys, mohon kerja samanya yah. Author nulis dan up panjang. Kalian like dan komentar di setiap bab ❤️🥰 biar karya ini masuk rangking karya baru dan populer.
*
*
Di lain sisi, Mark dan Freya terlibat dalam percakapan serius yang berujung membuat suasana menjadi canggung. Terlebih lagi Freya yang tak tahu harus berkata apa karena dia cukup terkejut mendengar ucapan Mark.
Pria itu rela membatalkan pernikahannya demi bisa bersama dengan Freya. Apakah pria ini gila? Atau Mark tipikal pria plin-plan?
"Sekarang aku tanya untuk ketiga kalinya, Freya. Apa kamu cinta sama aku? Kalau jawaban kamu tidak … maka aku bersumpah, hari ini adalah pertemuan kita sebagai seorang teman. Karena untuk ke depan hubungan kita berdua tidak lebih dari atasan dan bawahan! Tapi, kalau kamu mencintaiku … aku bersumpah akan merebutnya dari dia. Akan kujadikan kamu ratu dalam hidupku dan aku juga akan menerima Marcel sebagai anakku sendiri!"
Mark berkata dengan nada tegas. Dia tidak main-main dengan ucapannya, sorot mata pria itu tampak berbeda. Lebih tegas dari biasanya. Mark sepertinya tidak main-main. Pria itu benar-benar ingin mendapatkan Freya sebagai seorang istri.
Dia telah berjanji pada dirinya sendiri akan membahagiakan Freya bola gadis itu mau menerima dirinya. Namun, apakah Freya mau menerima nya?
Freya terhenyak. Dia terdiam cukup lama tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Wanita itu hanya tidak menyangka kalau Mark rela membatalkan pernikahannya dengan Jessica hanya demi dirinya.
Mark tersenyum getir. Dia telah menunggu beberapa menit, makin Freya tidak menjawab.
"Baiklah kalau begitu. Hubungan kita cukup sebagai atasan dan …"
"Aku cinta sama kamu, Mark!" potong Freya cepat membuat tubuh pria itu membeku.
Jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Seperti sedang menunggangi kuda sehingga membuat adrenalin nya terpacu. Semburat merah muncul di pipi Mark yang putih bersih.
Pria blasteran Korea-Indonesia itu sangat bahagia.
"Kamu bilang apa tadi?" tanya Mark serius membuat Freya tersenyum tipis.
"Aku cinta sama kamu, Mark. Dari pertama kali kamu peduli dengan Marcel. Dari saat kita makan siang bersama di mall waktu itu."
Freya meluapkan semua perasaannya pada Mark membuat pria itu tersenyum lebar. Matanya memerah dan berkaca-kaca. Dia langsung mendekati Freya yang duduk di depannya. Pria itu memeluk erat istri orang itu.
"Aku bahagia, Frey … aku sangat bahagia! Akhirnya perasaan ku terbalas. Aku janji, Frey. Akan membahagiakan mu .. aku janji!"
Mark mencium puncak kepala Freya berkali-kali. Dia bahagia karena usahanya tidaklah sia-sia.
Lantas, apakah Mark merasa bersalah karena telah mendapatkan cinta istri orang dan sekarang dia berencana mengatur siasat untuk membuat Freya bercerai dengan Ozan.
__ADS_1
Tentu saja Mark tidak merasa bersalah, karena dia tahu kalau Freya tidak bahagia dengan suaminya. Apalagi punya suami kejam dan mertua gila.
Mark akan berusaha membuat Freya lepas dari ikatan toxic itu.
Freya tersenyum manis. Sejujurnya dia merasa khawatir hubungannya dengan Mark tercium oleh Ozan dan orang tuanya.
"Tapi, Mark … bagaimana kalau mereka tahu tentang hubungan kita?" tanya Freya pelan teringat Ozan dan mertuanya.
Mark melepaskan pelukannya. Dia menyatukan keningnya dengan kening Freya. Pria itu mengusap pipi sang pujaan hati.
"Kamu tenang saja. Aku punya cara untuk buat kamu lepas dari sana. Jangan takut mereka akan menyakitimu, karena sekarang ada aku yang menjadi penghalang antara kamu dan mereka! Kamu cukup percaya padaku!" pinta Mark membuat Freya menatap lekat sorot mata sang kekasih baru nya.
Wanita itu terhipnotis dengan indahnya bola mata Mark. Dia menganggukkan kepalanya.
Perlahan Mark mendekatkan bibirnya dengan bibir Freya. Keduanya terlibat ciuman panas.
Tak sadar kalau ada sepasang suami istri yang baru saja datang untuk menemui anaknya di dalam sana. Ditambah ada tiga bocah yang memiliki wajah mirip di sana.
"Mama … kenapa Uncle memakan mulut Aunty itu?" tanya Ricko polos pada kedua orang tuanya.
Zayyan dan Riska yang berada di sana langsung menutup mata ketiga anak kembarnya.
Keduanya terkejut melihat ada orang lain di penthouse. Mark menelan ludah kasar saat melihat ketiga keponakannya kini menetap jijik dan aneh ke arahnya.
"Iyuww … Uncle sangat menjijikkan. Jigong ketemu jigong pasti baunya sangat-sangat bau," ledek Ricki si mulut pedas.
"Aku tidak menyangka kalau Uncle memakan mulut orang. Mama, papa … bawa aku pergi dari sini! Aku takut Uncle akan memakan bibir ku juga!" pekik Ricka si bungsu pada kedua orang tuanya.
Wajah Mark dan Freya merah padam. Keduanya seperti tersangka kejahatan, karena telah berciuman di depan anak-anak.
"Haiss … kenapa tiga kurcaci itu datang di saat waktu yang tidak tepat?" umpat Mark dalam hati.
Dia merutuki mulut keponakannya itu yang kalau sudah berbicara pasti pedas dan kejam.
Mereka bertiga adalah Ricko, Ricki dan Ricka … tiga anak kembar dari pasangan Zayyan (adik Mark) dan Riska.
"Kau … jangan aneh-aneh ya, Mark! Aku laporin sama Mama dan papa nanti. Belum juga menikah, sudah berani begituan. Untung kami datang di waktu yang tepat, kalau terlambat pasti kalian sudah pindah tempat ke atas kasur!" omel Zayyan seperti emak-emak ber-daster.
Mark berdecih sinis. Adik bungsunya itu setelah punya anak, mulutnya sangatlah tajam. Dulu saja sebelum menikah dia yang paling pendiam dalam keluarga.
__ADS_1
"Haiss … kalian sangat menyebalkan. Mirip seperti jelangkung, datang tidak diundang, jemput tidak diantar!" celetuk Mark kesal membuat ketiga bocah itu cemberut.
"Papa, lebih baik kita pulang saja. Ngapain ke sini kalau tuan rumahnya tidak sopan seperti Uncle Mark!" ajak Ricko seraya menarik tangan sang ayah.
"Hei, bocah … kalian yang tidak sopan. Masuk ke kediaman orang tanpa permisi!" sarkas Mark kesal.
"Yeee … Uncle kan bandot tua bukan orang!" balas Ricko pedas membuat Mark mengepalkan tangannya erat.
"Ihhh … anakmu makin lama makin nyebelin, Zay. Sumpah deh!" Mark mer*mas udara saking geram nya membuat Riska dan Zayyan terkekeh geli.
Begitupun Freya yang terpana melihat sisi lain dari Mark. Ternyata pria yang dia cintai ini bisa menggemaskan juga.
"Sudah-sudah kalian jangan berdebat lagi. Lebih baik kita istirahat saja sekarang, karena capek perjalanan jauh. Anggap saja ini rumah kita ya, Sayang! Jangan sungkan kalau butuh sesuatu. Tinggal minta sama Uncle Mark saja!" ujar Zayyan berlagak seperti tuan rumah membuat Mark yang pada dasarnya punya kesabaran setipis tisu di bagi dua langsung naik darah.
"Kalian!" Belum juga Mark berbicara. Ketiga bocah kembar itu langsung bersorak gembira. Mereka berlari ke segala penjuru untuk mencari apa saja yang mereka suka.
Richo tersenyum lebar melihat kepala rusa yang diawetkan terpajang di dinding.
"Waw … rusa ini sangat mirip dengan Uncle kalau lagi marah. Tanduknya langsung keluar … hihihi," ujar bocah itu seraya tertawa cekikikan membuat Mark menarik rambutnya sendiri.
"Hey, Richo … lihatlah lukisan ini. Wajah orang itu sangat mirip dengan Uncle!" tunjuk Ricki pada sebuah lukisan yang terdapat wajah manusia purba di sana.
"Hihihi … tapi, orang ini lebih tampan dari Uncle," imbuh Ricka membuat tawa kedua bocah lainnya lepas.
Mark meneteskan air matanya karena sangat geram dengan tiga kurcaci itu.
"Harga diriku … hiks … dilecehkan oleh tiga bocil kematia itu," gumam Mark pelan dengan suara serak.
*
*
Wkwkwkwk 🤣🤣 kasihan Banget Mark ya guys. Mau panjangin scene tiga bocah kembar itu nggak?? 🤭🤭
Yang belum kenal mereka. Bisa baca novel "Mas Duda Rasa Perjaka." Biar nyambung dengan novel ini.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️