![[Duda] Siasat Merebut Istri Orang](https://asset.asean.biz.id/-duda--siasat-merebut-istri-orang.webp)
Operasi Ozan berjalan lancar. Seseorang rela mendonorkan ginjalnya demi menyelamatkan Ozan. Awalnya Jimmi yang menawarkan diri untuk menjadi pendonor. Namun, tidak jadi, dikarenakan tidak cocok.
Polisi ingin menangkap Ozan, namun saat Jimmy memberi catatan medis kejiwaan Ozan membuat polisi memutuskan untuk memasukkan Ozan ke rumah sakit jiwa bila telah sadar nanti. Pria itu tidak boleh berkeliaran sebelum sembuh, karena bisa membuat orang lain dalam bahaya.
Media lagi-lagi membawa berita yang amat mengejutkan massa. Ternyata Ozan selama ini memiliki riwayat ganguan psikis yang sangat parah. Sehingga membutuhkan penanganan dokter.
Berbagai jenis komentar memenuhi postingan lambe turah yang mengabarkan kondisi Ozan terkini.
Ada yang membenci Ozan karena telah berusaha membunuh Freya. Ada juga yang merasa iba, karena pria itu terlalu tertekan dengan harapan orang tuanya.
Satu hal yang publik belum tahu yaitu fakta kalau orang tua Ozan adalah dalang dibalik penderitaan Ozan.
*
*
Senja telah datang. Waktu bergulir cepat, sepasang suami istri patuh baya menginjakkan kaki di Bandara. Begitu banyak wartawan yang menunggu kepulangan mereka untuk melakukan wawancara terkait skandal yang menimpa putra mereka.
"Tuan, bagaimana pendapat Anda terkait skandal yang menimpa rumah tangga putra Anda?"
"Apakah benar kalau Ozan Pratama menderita gangguan jiwa?"
"Kenapa orang yang sakit jiwa bebas berkeliaran dan melakukan aktifitas seperti orang normal?"
"Apakah Tuan sengaja tidak memasukkan Ozan Pratama ke dalam rumah sakit jiwa, karena dia adalah anak tunggal Anda?"
"Ataukah, Anda sengaja menutupi hal ini untuk menjaga nama baik keluarga Pratama?"
__ADS_1
Para wartawan terus mendesak pria paruh baya itu bersama istrinya untuk menjawab pertanyaan mereka. Skandal rumah tangga Ozan benar-benar sedang viral. Menjadi perbincangan panas di negara, bahkan menjadi trending nomor satu di Asia Tenggara.
Sangat mengejutkan mendengar seorang suami menderita gangguan jiwa dan berusaha membunuh istrinya sendiri lalu berakhir dengan percobaan bunuh diri.
Kabar tersebut menarik banyak atensi pengguna media sosial. Zaman sekarang sangat mudah menarik atensi masyarakat melalui media sosial.
Para pengawal melindungi orang tua Ozan. Mereka tidak menjawab, setengah wajah mereka tertutupi oleh masker dan topi. Gaya mereka sangatlah elegan dan penuh wibawa.
"Minggir … Tuan kami sedang buru-buru!"
Keduanya menghela nafas lega saat berhasil memecah belah kerumunan wartawan. Saat ini mereka sedang berada di dalam mobil.
Wanita paruh baya itu langsung menyemprot tangannya dengan pembersih tangan.
"Haiss … para wartawan itu sangat menjijikkan. Mereka mencari makan lewat menyebar berita, entah itu benar atau salah," gerutu wanita paruh baya itu kesal.
*
*
Seorang gadis masuk ke dalam ruangan Ozan. Cairan bening membasahi pipinya. Terlalu sakit melihat pria yang membuat hatinya bergetar terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Ditemani oleh banyak alat medis yang terpasang di tubuhnya guna membantu Ozan agar tetap bernafas.
Dia mengusap pipi Ozan lembut.
"Saya rindu … cepatlah bangun, Pak."
Sang gadis langsung beranjak pergi dari sana setelah mengecup kening Ozan. Dia mengayuh kursi rodanya dengan tangan. Kondisinya masih lemah, dia keluar dari kamarnya tanpa sepengetahuan dokter.
__ADS_1
*
*
Jimmy menghela nafas berat. Masalah yang menimpa tuannya benar-benar menguras energi. Dia harus menghadiri jumpa pers besok guna memberikan informasi untuk media. Terlebih lagi harga saham turun drastis sejak kabar skandal Ozan naik ke permukaan.
Para pesaing mengambil kesempatan untuk menarik kolega bisnis perusahaan Pratama Group. Jikalau sudah begini alamat Jimmy begadang setiap malam.
"Ya Tuhan … gini amat kerja di tempat orang. Gaji besar, tanggung jawab juga lebih besar," gumam Jimmy pelan seraya memijat pangkal hidungnya.
Saat ini dia berada di dalam ruang rawat VVIP Ozan. Laptop mahal berada di pangkuannya. Jarinya bergerak lincah menari di atas keyboard.
Suara pintu terbuka membuat ketenangan Jimmy terusik.
"Berapa kerugian perusahaan?" tanya pria paruh baya itu dingin.
Jimmy mengepalkan tangannya erat. Pria paruh baya itu baru saja tiba dan langsung menanyakan kerugian perusahaan. Bukan bertanya tentang Ozan.
"Kalian berdua … sangat menjijikkan!"
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️