[Duda] Siasat Merebut Istri Orang

[Duda] Siasat Merebut Istri Orang
Freya Sadar


__ADS_3

Waktu bergulir dengan cepat. Malam berganti pagi, senja berganti mentari. Awan gelap telah berganti dengan awan putih. Tak terasa sudah tiga hari Freya terlelap. Tak henti Mark mendoakan yang terbaik untuk Freya. Pria itu menemani sang kekasih siang dan malam.


Dia membuktikan cintanya begitu besar. Meski hubungan mereka tercium publik, dia tetap tegar. Sampai sekarang Mark belum memberikan klarifikasi.


Orang tua Ozan danagtlah cerdik dan licik. Mereka mengambil kesempatan untuk melimpahkan semua kesalahan pada Mark. Memberi klarifikasi seolah-olah Mark dan Freya menjadi tersangka utama atas penderitaan Ozan, sampai-sampai Ozan depresi.


Sebagian warga netizen percaya pada klarifikasi orang tua Ozan karena masuk akal. Namun, tak sedikit yang berpihak pada Mark, karena citra pria itu memang positif.


Berbeda dengan Ozan yang terkenal dingin dan penuh misteri.


Akibat klarifikasi bohongan orang tua Ozan membuat harga saham Mark juga merosot.


Akan tetapi, Mark tidak peduli. Saat ini pria itu hanya ingin fokus pada kesembuhan Freya.


"Bangunlah, Frey. Ayo kita hadapi dunia bersama-sama dan bahagia juga sama-sama."


Mark berucap lirih. Dia mengecup punggung tangan Freya. Pria itu beranjak menuju toilet guna membersihkan wajahnya.


Perlahan pemilik bulu mata lentik itu terbuka. Pandangannya masih buram, berusaha menyesuaikan dengan sinar cahaya. Perlahan dan pasti wanita itu berhasil melihat atap berwarna putih.


Dia melenguh pelan. Kerongkongan kering menyebabkan dahaga. Freya tidak mendapati siapapun di ruangan. Wanita itu melihat gelas minuman di atas meja nakas. Tangannya bergerak untuk meraih minuman tersebut.

__ADS_1


Akan tetapi, sayang sekali dirinya gagal, menyebabkan gelas kaca jatuh ke lantai. Suara gelas pecah terdengar nyaring membuat Mark yang berada di dalam kamar mandi terkejut.


Buru-buru pria itu beranjak keluar. Betapa terkejutnya dia melihat sang kekasih telah sadar. Mata pria itu berkaca-kaca, nyaris menangis saat itu juga.


"Freya," panggil Mark serak membuat wanita itu menoleh ke arahnya.


Freya menatap Mark dengan sorot mata sendu. Ada rasa bahagia dalam hatinya, karena manusia pertama yang ia lihat saat sadar adalah sang kekasih.


"Mark." Wanita itu meneteskan air matanya teringat kejadian sebelum dia berakhir di rumah sakit.


Mark segera menghampiri Freya dan melabuhkan ciuman di kening sang kekasih.


"Mark … aku takut …."


"Sutt … ada aku di sini, Sayang. Jangan takut. Tidak ada yang bisa menyakitimu," bisik Mark berusaha menenangkan sang kekasih.


Tak lupa pria itu menekan tombol nurse. Beberapa menit kemudian, datanglah seorang dokter pria paruh baya bersama dua perawat wanita muda.


*


*

__ADS_1


"Jadi, sekarang Ozan masih koma?" Freya mengulangi pertanyaannya guna memastikan apa yang ia dengar benar.


Mark menganggukkan kepalanya. Pria itu menceritakan banyak hal pada Freya atas permintaan Freya sendiri.


Cukup terkejut mendengar fakta Ozan koma. Dia tidak menyangka kalau suaminya menderita penyakit gagal ginjal. Rasa bersalah dalam hati, karena dulu sering acuh pada Ozan.


"Ya Tuhan … aku merasa sangat bersalah padanya, Mark. Selama ini aku selalu cuek tentang dirinya, karena aku merasa aku adalah korbannya," lirih Freya pelan.


Mendadak hatinya dirasuki rasa bersalah yang amat parah. Mark langsung menggenggam tangan Ozan.


"Kamu memang korban Ozan dan Ozan adalah korban dari orang tuanya!" tegas Mark diplomatis. Sorot matanya menyiratkan amarah besar untuk orang tua Ozan.


"Awas kalian … tunggu tanggal mainnya," batin Mark menyeringai kejam.


Entah apa yang akan dilakukan oleh pria itu. Yang jelas bukanlah kebaikan untuk orang tua Ozan.


*


*


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


__ADS_2