[Duda] Siasat Merebut Istri Orang

[Duda] Siasat Merebut Istri Orang
Lupakan Saja!


__ADS_3

Fahmi berdehem pelan guna menormalkan ekspresinya. Tadi pria itu sempat kesal pada Freya, karena telah bersikap tidak sopan pada istrinya. Namun, kau bagaimana lagi, dia sedang membutuhkan bantuan dari suami Freya.


Bila tidak, boro-boro Fahmi menjadi penjilat. Menemui Freya saja dia tidak Sudi.


"Untuk apa kalian datang kemari?"


Mark bertanya dengan nada diplomatis. Pria itu tidak memasang raut wajah ramah, sebab dia tahu betul tiga manusia di hadapannya sekarang adalah penjilat. Mark bukanlah pria bodoh, dia pebisnis handal yang telah bertemu banyak jenis manusia.


"Begini, Nak. Kami kemari ingin meminta bantuan dari Freya, karena selama dia kecil, Kamilah yang membesarkan dia sampai dewasa dan bisa mencari uang sendiri. Anggap saja permintaan kami sebagai balasan dari kebaikan kami di masa lalu."


Fahmi berterus terang membuat Freya terkekeh kecil. Dia benar-benar menatap jijik keluarga angkatnya. Mereka sangat tak tahu malu.


Apa mereka tidak ingat, bagaimana teganya mereka menelantarkan Freya di rumah Ozan yang sudah seperti neraka baginya.


"Bantuan seperti apa yang Anda maksud?" tanya Mark lagi masih dengan raut wajah yang sama.


"Akibat skandal Freya mengakibatkan harga saham perusahaan saya anjlok. Sehingga, membuat perusahaan hampir gulung tikar. Saya ingin meminta suntikan dana agar perusahaan saya terus berdiri," ujar Fahmi menjelaskan maksud kedatangannya.

__ADS_1


Dalam hati dia tak berhenti berdoa agar Mark mau mengabulkan permintaannya. Saat ini sudah tidak ada lagi Ozan yang bersedia membantu mereka.


Mark tersenyum tipis. Dia menyandarkan punggungnya pada sofa. Dia melipat kedua tangan di depan dada. Ternyata keluarga angkat istrinya sangat menjijikkan.


"Kalau begitu minta sama Freya. Bukan pada saya … karena kalian membesarkan istri saya. Bukan membesarkan saya. Bagaimana sayang? Kamu punya uang untuk menyuntik perusahaan papa angkatmu?" tanya Mark penuh arti.


Dia menatap sang istri dengan sorot mata penuh makna. Tentu saja Freya dengan mudah memahami sorot mata suaminya .


Freya memasang senyuman manis. Dia menatap sang ayah dengan sorot mata yang sangat sulit untuk diartikan.


"Maaf, Pa. Aku tidak punya uang simpanan. Kalaupun ada aku tidak akan memberikannya. Bukankah, dulu kalian sudah mengambil uang mahar ku dan berlian yang diberikan oleh Ozan untukku? Belum lagi jatah bulanan yang Ozan transfer ke rekening kalian. Tentu saja nilainya cukup banyak, karena Ozan tidak pernah pelit soal uang!"


Mereka sangat jahat dan tega pada Freya. Jadi, ingin apa wanita itu harus memikirkan mereka sekarang. Sejak kapan kebahagiaan orang lain menjadi tanggung jawab Freya?


Mungkin di masa lalu dia bisa dibodohi. Sekarang tidak lagi.


Rasa sakit yang digoreskan oleh keluarga angkatnya membuat Freya kuat dan menjadi sosok tegaan.

__ADS_1


Tentu saja mereka terkejut mendengar ucapan Freya. Raut wajah mereka berubah masam. Terutama Dena yang tak terima Freya menolak membantu sang ayah.


"Kakak, ayolah … bukankah kakak orang baik. Jadi, ayo bantu kami. Lupakan masa lalu … anggap saja itu sebagai pelajaran hidup. Mari bangun hubungan yang baru," ajak Dena tanpa rasa malu.


Enteng sekali mulut gadis itu menyuruhnya untuk melupakan masa lalu.


Apa katanya? Pelajaran hidup?


Sungguh kejam lisan Dena.


"Pulanglah kalian semua. Jangan menginjakkan kaki kalian lagi di rumah suamiku. Anggap saja aku sedang memberikan kalian pelajaran hidup agar tidak menjadikan aku sapi perah kalian lagi!" sarkas Freya dengan berani membuat mereka bertiga terkejut.


*


*


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2