![[Duda] Siasat Merebut Istri Orang](https://asset.asean.biz.id/-duda--siasat-merebut-istri-orang.webp)
Suasana dalam ruang aula menjadi sangat riuh. Pengakuan Freya membuat para wartawan bersemangat. Berita terpanas tahun ini sepertinya datang dari keluarga tersohor Pratama.
"Bisa Anda jelaskan dengan detail bagaimana kejadian tersebut, Bu Freya?"
"Apa benar suami Anda melakukan KDRT?"
Masih banyak pertanyaan yang keluar dari lisan wartawan. Freya menahan nafas beberapa detik, dia sangat gugup saat lensa kamera menyoroti dirinya sedari tadi.
Mark menggenggam tangannya membuat Freya kembali tenang. Dia menoleh ke samping, sorot wajah pria itu amat meneduhkan membuat Freya damai sesaat.
"Kamu pasti bisa," bisik Mark pelan.
Freya tersenyum di balik maskernya. Wanita itu kembali menceritakan kisah kelam di masa lalu. Derita yang selama ini hanya menjadi rahasia antara Tuhan dan dirinya, kini dia umbar di depan khalayak guna menuntut keadilan untuk dirinya.
"Suami saya memiliki penyakit bipolar dan gangguan kejiwaan. Dia juga menderita sindrom tali kekang gajah. Semua itu berasal dari trauma dan luka masa kecilnya. Didikan orang tua suami saya yang sangatlah keras, bahkan lebih keras dari didikan militer. Dia dituntut untuk menjadi sosok sempurna. Bila dia melakukan kesalahan maka nyawa menjadi taruhan. Mertua saya tidak akan segan bermain tangan."
"Delapan tahun membuka rumah tangga … tidak … lebih tepatnya berpura-pura bermain rumah-rumahan. Karena sampai detik ini saya tidak mendapatkan hak saya sebagai seorang istri! Perlindungan, perhatian, keadilan … saya tidak mendapatkan itu semua."
"Akibat penyakit yang diderita oleh Ozan Pratama. Saya sering dipukul bila melakukan kesalahan atau bahkan menjadi pelampiasan bila dia sedang dalam keadaan marah besar."
"Seperti yang kalian tahu kalau selama ini saya juga bekerja menjadi sekretaris kekasih saya. Awalnya dia berniat menyelamatkan saya dari neraka berkedok pernikahan. Namun, seiring berjalannya waktu. Benih-benih cinta tumbuh di antara kami. Sebagai wanita normal akan begitu mudah untuk jatuh cinta pada pria yang sangat baik. Saya akui kalau saya berdosa, karena telah lancang selingkuh dari suami saya. Akan tetapi …!"
Freya menjeda ucapannya. Dada wanita itu bergetar, matanya berkaca-kaca. Mengingat perlakuan Mark yang sangat beda jauh dari Ozan.
Dia benar-benar bersyukur bisa bertemu dengan Mark.
"Bukankah wajar bila seorang istri yang kurang kasih sayang, cinta dan perhatian dari seorang suami, dengan mudahnya jatuh hati pada pria yang memberinya cinta kasih? Saya tidak membenarkan perbuatan saya. Namun, saya hanyalah seorang istri tersakiti yang ingin bahagia."
Bahu Freya bergetar. Wanita itu menggigit pipi dalamnya guna menahan suara tangisannya.
Para wartawan wanita yang ada di sana ikut menangis. Hati mereka terenyuh mendengar pengakuan Freya. Sebagai seorang perempuan mereka memahami kondisi Freya. Mengerti mengapa wanita itu bisa selingkuh.
Berbeda dengan laki-laki yang memakai logika. Mereka langsung menyerbu Freya dengan berbagai pertanyaan.
__ADS_1
"Apa Anda memiliki bukti, Bu Freya?"
"Pengakuan tanpa bukti hanyalah bualan semata."
"Perlihatkan bukti pada kami agar kami percaya kalau Anda tidak sedang mendongeng!"
Mark menarik sudut bibirnya samar. Dia merasa sangat senang semuanya berjalan sesuai rencana. Pria itu sudah memikirkan hal ini. Para wartawan pasti akan meminta bukti.
"Mohon semuanya tenang dulu. Kami memiliki bukti, kekasih saya tidak pernah berbohong!" tegas Mark dengan nada penuh intimidasi membuat suasana menjadi kembali tenang.
Mark melirik ke arah pengawalnya yang berdiri di dekat pintu masuk aula. Pria berseragam hitam itu mengangguk kepalanya. Dia keluar sebentar lalu masuk seraya membawa tablet di tangannya.
Dia menghubungkan tablet mahal itu dengan layar proyektor agar para wartawan bisa melihat dengan jelas.
Video berputar membuat semua yang berada di sana terkejut bukan main. Para wartawan wanita langsung menutup mata mereka. Ada yang menjerit tertahan dengan bola mata melebar.
Video tersebut adalah CCTV tersembunyi yang dipasang oleh Freya dalam kamarnya tanpa diketahui oleh siapapun. Bahkan, para pelayan juga tidak ada yang tahu.
Wanita itu sangatlah cerdik. Dia yakin kalau suatu hari kebenaran terungkap dan Freya berharap dia sendiri yang mengungkapkan kebenaran tersebut.
"Sialan kamu ya?! Berani melapor polisi?!, Kamu kira kamu siapa, huh?!"
Ozan berteriak seraya mencekik leher Freya. Wanita itu memberontak sekuat tenaga, ia menyikut batang leher Ozan membuat cekikan pria itu lepas dan menjauh dari Freya.
Freya terjatuh ke lantai. Dia terbatuk-batuk, menghirup udara di sekitarnya dengan rakus.
"Bunuh saja aku, Ozan?! Bunuh … daripada kamu siksa aku seperti ini. Bunuh saja aku?!" jerit Freya sekuat tenaga salking putus asa.
Ozan tertawa hambar. Pria itu membuka tapi pinggangnya membuat Freya meringkuk ketakutan.
"Tentu saja aku akan membunuhmu … tapi, bukan sekarang … tunggu saat orang tua sialan itu mati. Baru ku bunuh kau?!".
*
__ADS_1
*
Warga netizen sedang menangis sesenggukan melihat siaran langsung konferensi pers Freya dan Mark. Para wanita di luar sana mengutuk keras Ozan dan orang tuanya.
"Dasar keluarga monster."
"Keluarga sialan!"
"Pergilah ke neraka jahanam sialan!"
"Rasanya aku ingin menjadi pembunuh bayaran sekarang!"
"Ozan kamu pantas mati!"
"Orang tua brengsek."
Masih banyak lagi komentar kebencian para warga netizen. Mereka berlomba-lomba mengetik komentar kebencian terbaik guna melampiaskan kemarahan.
*
*
Di sisi lain, tepatnya di rumah utama keluarga Pratama. Terdapat banyak pasang mata yang menyaksikan konferensi pers di layar televisi.
"Kita harus menyingkirkannya agar dia tidak bisa memberikan kesaksian!"
*
*
Mau up lagi?? Jawab di bawah yah. Kalau sudah 40 komentar colek author di Ig biar author up kilat 🌹❤️
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️