![[Duda] Siasat Merebut Istri Orang](https://asset.asean.biz.id/-duda--siasat-merebut-istri-orang.webp)
Berita Ozan telah bangun dari koma tersebar luas dengan sangat cepat. Banyak wartawan berusaha masuk ke dalam rumah sakit. Namun, tidak mendapatkan izin dari pihak terkait. Mereka hanya bisa menunggu di depan rumah sakit.
Kadang juga ada paparazzi nakal yang berhasil menembus keamanan rumah sakit swasta itu. Sayang sekali mereka hanya bisa menjangkau lorong bangsal VVIP. Terlihat dengan jelas sangat banyak pengawal yang menjaga pintu ruangan.
*
*
Polisi mendatangi Ozan. Namun, pria itu hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan pihak polisi. Tatapan Ozan kosong, seperti orang yang tak punya semangat hidup.
Kadang kala dia berteriak ketakutan seperti manusia yang penuh trauma. Kali ini Ozan tidak bisa kuat seperti dulu. Logikanya mampu dikalahkan oleh trauma. Akal pikiran Ozan telah didominasi oleh luka masa lalu.
Setelah memastikan Ozan mengalami gangguan jiwa. Polisi menyerahkan tanggung jawab pada Jimmy, karena yang mereka tahu hanya Jimmy wali terbaik Ozan. Meski mereka tidak punya hubungan darah.
Terlebih lagi skandal keluarga Pratama membuat polisi, warga netizen dan semua orang yang mengenal Ozan tidak mempercayakan Ozan pada keluarga Pratama.
Akhirnya, pria itu dipindahkan ke rumah sakit jiwa.
"Angel … Angel … hihi … Angel."
Ozan tertawa cekikikan ketika teringat sosok gadis muda yang baik padanya selama ini.
Dalam ruangan bernuansa putih itu dia duduk di brankar. Memeluk dirinya sendiri seolah Angel berada dalam pelukannya.
Jimmy yang memandang dari luar hanya bisa menghela nafas berat. Sepertinya Ozan hanya mengingat sosok Angel, karena semua kenangan manis Ozan ada bersama Angel.
"Gadis itu … entah pelet apa yang dia gunakan sampai membuat pria berhati dingin seperti Ozan Pratama tergila-gila padanya," gumam Jimmy pelan.
Ruangan Ozan adalah ruangan VVIP. Sama seperti kamar mewah yang Ozan miliki di rumahnya.
Dia tidak kekurangan apapun di dalam sana. Terkecuali, kasih sayang dari sosok Angel.
__ADS_1
Tiba-tiba Ozan menjerit ketakutan membuat Jimmy terpaksa masuk ke dalam ruangan.
"Jangan?! Jangan?! Jangan ambil Angel ku. Angel! Angel … tetap bersamaku!" teriak Ozan kencang berbicara dengan angin.
Dia memberontak dan memukul angin. Hampir saja dia meninju dinding, untung saja ada Jimmy yang segera menarik tangan Ozan. Membawa pria itu jauh dari dinding.
"Lepas! Lepas, Jimmy. Angel ku Jimmy … dia dibawa pergi oleh mama dan papa! Jimmy, aku harus keluar dari sini."
Ozan masih mengenal Jimmy dan Freya. Hanya saja kejiwaan pria itu terguncang dan tekanan mental yang ia tahan selama ini telah meledak. Sehingga, membuat Ozan seperti anak kecil yang hilang arah.
"Tenang, Pak. Tenang! Angel baik-baik saja!" Jimmy berusaha menenangkan Ozan yang mengamuk. Tak hanya itu, Ozan juga ikut menangis bak anak kecil yang kehilangan ibunya.
"Angel, aku mau Angel, Jimmy. Bawa Angel kemari! Aku mau Angel, Jimmy!" tangisan Ozan pecah. Dia berhenti memberontak. Namun, pria itu berubah menjadi lemah.
Kakinya tak sanggup lagi menopang tubuhnya. Ozan ambruk di lantai. Setelah itu, Ozan mengalami tantrum. Sama seperti anak kecil yang kemauannya tidak dituruti.
"Angel! Aku mau Angel!" teriak Ozan keras seraya menghentakkan kakinya di lantai. Pria itu juga berguling-guling di atas lantai.
Hati Jimmy terenyuh melihat kondisi Ozan saat ini. Sebagai seorang teman, bawahan dan seorang anak. Dia iba melihat sosok Ozan yang gagah dan tampan harus berubah menjadi pria menyedihkan seperti ini.
Sosok anak kecil yang haus akan kasih sayang. Sosok anak kecil yang menderita karena memiliki orang tua yang diktator dan otoriter.
"Tuhan … aku bukanlah pria Sholeh. Tapi, kali ini aku ingin berdoa dari hati yang paling dalam. Tolong sembuhkan hamba-Mu yang satu ini. Berikanlah dia kebahagiaan secepatnya."
Jimmy berdoa dalam hati dengan sangat tulus.
Pria itu kembali memenangkan Ozan yang tantrum.
"Baik … baik … tenang dulu, Pak. Saya berjanji akan membawa Angel kemari!" Jimmy berkata dengan sungguh-sungguh membuat Ozan terdiam.
Dia menatap Jimmy lebih harap. Layaknya anak kecil yang dijanjikan sesuatu oleh orang dewasa.
__ADS_1
"Sungguh? Kamu tidak bohong, 'kan?" tanya Ozan dengan suara parau.
Jimmy menganggukkan kepalanya cepat.
"Tapi, janji dulu. Bapak harus patuh sama saya. Tidak boleh menangis seperti ini! Kalau Angel melihat Bapak menangis kayak gini. Dia pasti akan sedih," ujar Jimmy lembut seraya mengusap pipi Ozan yang basah.
Ozan tersenyum polos. Dia menganggukkan kepalanya semangat.
"Janji jari kelingking!" Ozan mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking milik Jimmy.
*
*
Sedangkan di sisi lain. Seorang gadis muda jatuh pingsan di sebuah gudang. Kedua tangan dan kedua kakinya diikat silang.
Perlahan pemilik bulu mata lentik itu membuka matanya.
"Kamu sudah bangun, Gadis Muda!"
Suara bariton terdengar membuat gadis itu menoleh ke kanan. Samar-samar dia melihat seorang pria paruh baya duduk di kursi kayu.
"Tuan Besar," lirihnya terkejut.
"Baguslah kalau kamu masih mengingatku, Angel!" desis Amir tajam membuat Angel tersadar apa yang sedang terjadi.
*
*
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️