![[Duda] Siasat Merebut Istri Orang](https://asset.asean.biz.id/-duda--siasat-merebut-istri-orang.webp)
Guys mampir di karya baru author yah. Kisah nya juga nggak kalah seru 🥰
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mark terdiam sejenak. Sepertinya dia telah masuk dalam pertanyaan jebakan Freya. Mau tidak mau pria itu harus berkata jujur. Mar pun menceritakan semua yang dia tahu pada Freya membuat wanita itu menatap tak percaya pria blasteran Korea-Indonesia di hadapannya ini.
"Kamu keterlaluan, Mark. Kamu sudah mengusik privasi ku. Aku tidak suka itu!", sentak Freya langsung bangkit dari sofa lalu berdiri menatap nyalang Mark yang ikutan bangkit.
Mereka berdua saling berhadapan. Keduanya menatap satu sama lain dengan sorot mata yang tak dapat diartikan.
"Kamu bawahanku, Freya. Kamu orangku. Bagaimana bisa aku cuma diam saja saat lihat leher kamu terdapat bekas luka puntung rokok. Aku ini pria! Aku punya ibu yang juga seorang wanita. Kalau aku diam saja saat seorang wanita dilukai, maka bisa jadi di lain hari orang lain juga akan diam saja saat melihat ibuku di lukai! Ini sudah takdir, Frey. Tuhan sengaja mempertemukan aku dengan kamu, karena Tuhan yakin aku bisa bawa kamu keluar dari zona toxic yang diciptakan suami ku itu!"
Mark berkata dengan nada tegas nan bercampur kelembutan, sehingga membuat siapapun yang sedang marah pasti akan redam.
Namun, tidak dengan Freya. Dia tidak bisa meredamkan amarahnya. Karena Mark sudah lancang, terlebih lagi Ozan pernah mengancam dirinya, kalau sampai ada orang luar yang tahu tentang sisi buruk rumah tangga mereka. Maka Ozan akan melukai Marcel dan dirinya.
Tentu saja Freya percaya dan takut pada ancaman Ozan. Sebab, pria itu sangat nekat. Dia punya sisi kejam yang tak manusiawi dan Freya telah melihat semua itu.
Freya tidak mau memancing api terlalu besar lagi. Baiklah Ozan tetap Ozan yang seperti sekarang. Cuma dia akan berusaha untuk kuat agar dapat melindungi diri sendiri dan anak nya.
"Zona toxic kamu bilang? Iya benar … aku memang sedang berada di dalam zona toxic. Sudah seharusnya kamu berdiri di luar zona ku tanpa ikut campur mengurusi kehidupan ku, Mark. Asal kamu tahu, kalau sampai Ozan tahu hal ini. Nyawaku dan Marcel bisa terancam! Belum lagi kalau sampai hal ini di dengar oleh mertuaku. Bisa-bisa aku dan Marcel cuma tinggal nama saja!"
Freya berbicara dengan nada tinggi. Dia sangat panik, wanita itu tidak bisa tinggal diam. Dia mengacak-acak rambutnya kasar. Wanita itu sangatlah ketakutan, jujur kalau hanya Ozan, Freya bisa mengatasinya. Tapi, kalau sampai mertuanya ikut turun tangan. Habislah Freya dan Marcel.
Ibarat kata Ozan adalah Iblis, maka mertua Freya adalah raja iblis.
"Frey …"
"Aku mohon kamu tutup mulut! Jangan pernah ceritakan masalah ini dengan siapapun. Aku tidak mau mertuaku tahu kalau ada orang lain yang tahu kondisi rumah tanggaku dan Ozan!" pinta Freya seraya menatap tajam Mark.
Dia bahkan menyela ucapan Mark. Terlebih lagi, Freya takut Mark ikut terseret dalam masalahnya. Orang tua Ozan adalah manusia kejam.
Jangankan dengan orang lain, dengan anak kandung sendiri mereka bahkan sangat kejam. Apalagi dengan orang lain.
__ADS_1
Begitulah pikir Freya.
Mark mengeraskan rahangnya. Dia sangat tak suka dengan sikap Freya yang terlihat seperti paranoid.
"Freya, kamu jangan khawatir. Aku tidak akan mengatakan hal ini pada siapapun dan kamu jangan takut! Aku pasti akan mengeluarkan mu dan Marcel dari zona toxic itu!" janji Mark membuat Freya menatap Mark dengan sorot mata yang tak dapat di artikan.
Mata wanita itu berkaca-kaca.
"Tidak seharusnya kamu masuk ke dalam duniaku, Mark. Sudah benar kalau hubungan kita cuma atasan dan bawahan. Aku tidak mau kalau sampai kamu ikut terseret dalam masalahku. Mereka terlalu kejam untuk manusia yang punya hati seperti kita," ucap Freya dengan nada parau.
Mark menghela nafas berat. Dia menangkup pipi Freya. Sorot mata keduanya saling menyiratkan sebuah perasaan yang sama.
Mark menyatukan keningnya dengan kening Freya. Hidungnya dengan Freya saling bersentuhan.
"Aku ingin hubungan kita lebih dari sekedar bawahan dan atasan, Frey," lirih Mark seraya menggesekkan hidungnya dengan hidung Freya.
Mata Freya berubah sayu. Setetes air mata keluar dari pelupuk matanya.
"Hubungan apa? Seperti pertemanan?" tanya Freya dengan suara serak menahan tangis.
"Seperti sepasang kekasih," jawab Mark cepat membuat Freya terhenyak.
Mark melepaskan ciumannya. Dia menatap sang pujaan hati dengan sorot mata penuh damba.
"Aku sayang sama kamu, Frey. Awalnya rasa sayangku cuma sekedar rasa iba, karena hidupmu sangat tidak beruntung punya suami seperti Ozan. Tapi, Makin ke sini aku sadar kalau rasa iba ku berubah menjadi rasa sayang seorang pria pada kekasihnya."
Pada akhirnya Mark memberanikan dirinya untuk menyatakan perasaan nya. Pria tampan itu tak sanggup menahan nya terlalu lama.
Freya cukup terkejut mendengar pernyataan cinta dari Mark. Bolehkah dia senang? Jujur saat ini hatinya berdebar-debar kencang, layaknya anak gadis remaja yang baru saja ditembak oleh idola nya.
Akan tetapi, Freya langsung menepis perasaan itu. Dia teringat akan statusnya. Perlahan Freya mendorong pelan tubuh Mark membuat pria itu menatapnya sendu.
"Aku sudah bersuami, Mark," lirih Freya pelan. Dia membuang wajahnya ke arah lain, namun Mark langsung menarik dagu nya membuat tatapan mereka kembali bertemu.
"Tidak … kamu belum bersuami, Frey! Bagaimana bisa pria itu di sebut suami, sedangkan kelakuannya seperti penjahat kelas kakap pada istrinya sendiri. Tugas suami itu melindungi, merawat dan memelihara istrinya. Bukan malah menyakiti istrinya!" bantah Mark dengan nada tinggi.
__ADS_1
Freya cukup terkejut mendengar nada suara Mark yang meninggi. Pria itu tersadar lalu menarik Freya masuk ke dalam pelukannya.
"Sorry, Princess! Aku tidak bermaksud membentak mu. Aku .. aku hanya benci pada pria yang kamu sebut suami itu. Sebagai laki-laki aku malu melihat perlakuan nya padamu," bisik Mark dengan nada suara yang lebih lembut dan menenangkan.
"Kita tidak bisa bersama, Mark. Mau sejahat apapun Ozan, dia tetap suamiku. Aku ini istri orang!" jelas Freya dengan suara pelan.
"Kamu … apa kamu cinta sama aku, Frey?" tanya Mark serius.
Dia kembali melonggarkan pelukannya lalu menangkup pipi Freya dan menatap lekat bola mata istrinya.
Freya meneteskan air matanya. Sejujurnya dia sudah jatuh cinta pada Mark sejak pria itu memperlakukan anaknya seperti anak sendiri. Marcel pun sangat menyukai Mark.
Sikap Mark selama ini memang cukup membuat hari-harinya berwarna.
Akan tetapi, dia tidak bisa egois dengan menarik Mark masuk terlalu dalam ke zona toxic nya.
Dia takut Mark akan terluka nantinya.
"Tidak," jawab Freya dengan suara serak.
Duarr.
Mark menjauh dari Freya. Dia tersenyum getir, lalu membuang wajahnya ke sembarang arah.
"Pulanglah … sebentar lagi akan hujan, jalanan akan licin," usir Mark halus menahan rasa perih di dalam hatinya.
*
*
Mau up lagi nggak? 🤭🤭
Yuk vote nya … mumpung hari Senin. Jangan lupa kopi nya juga.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️